Hipertensi Renovaskular
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v7i0.852Abstract
Hipertensi renovaskular adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan atau diastolik yang umumnya mendadak dan resisten akibat hipoperfusi ginjal yang biasanya disebabkan stenosis arteri renalis dan aktivasi sistem renin-angiotensin. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab dari hipertensi sekunder yang dapat terjadi karena gangguan pada vaskular berupa stenosis arteri renalis, berkaitan dengan penyakit parenkim ginjal atau dapat juga merupakan kombinasi dari keduanya. Angka kejadiannya yaitu 1-4 % dari seluruh penderita hipertensi. Hipertensi renovaskular lebih sering ditemukan pada usia remaja dibandingkan pada kelompok usia dewasa. Tujuan penatalaksanaan hipertensi renovaskular adalah memperbaiki oklusi arteri renalis sehingga hipoperfusi ginjal membaik dan tekanan darah menurun. Dalam kasus ini kami melaporkan seorang perempuan berusia 22 tahun datang dengan keluhan sakit kepala sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Hasil angiografi arteri renalis: stenosis 80-90% pada arteri renalis dextra. Selanjutnya pasien dilakukan Percutaneous Transluminal Renal Angioplasty. Setelah dilakukan pemasangan balon arteri renalis keluhan sakit kepala berkurang dan tekanan darah menjadi normal dan obat antihipertensi dihentikan.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










