Biomarker Acute Kidney Injury (AKI) pada Sepsis

Authors

  • Dional Setiawan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Spesialis-1 Ilmu Penyakit Dalam FK Unand/RSUP M Djamil Padang
  • Harnavi Harun Subbagian Ginjal Hipertensi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unand/RSUP M Djamil Padang
  • Syaiful Azmi Subbagian Ginjal Hipertensi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unand/RSUP M Djamil Padang
  • Drajad Priyono Subbagian Ginjal Hipertensi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unand/RSUP M Djamil Padang

DOI:

https://doi.org/10.25077/jka.v7i0.838

Abstract

Sepsis didefinisikan sebagai infeksi bersama dengan manifestasi sistemik dari infeksi. Sepsis berat adalah penyebab 50% kasus acute kidney injury (AKI) pada pasien kritis. Patofisiologi cedera ginjal akut (AKI) pada sepsis disebabkan oleh respon inflamasi, toksin dan perubahan hemodinamik glomerulus. Tingkat keparahan disfungsi ginjal tergantung pada tingkat keparahan sepsis. Perubahan laju filtrasi glomerulus (GFR) adalah fenomena AKI yang terlambat. Diagnosis AKI dengan mengukur kreatinin serum. Sayangnya, kreatinin adalah indikator yang kurang dapat diandalkan selama perubahan akut pada fungsi ginjal. Munculnya penanda biologis baru dalam lingkup AKI sangat membantu bagi dokter untuk dapat mendiagnosa awal AKI. Penanda biologis AKI bisa menjadi komponen serum atau urin. Penanda biologis urin menjanjikan untuk mendeteksi awal AKI, sehingga dapat berguna untuk diagnosis dini.

Downloads

Published

2018-07-29

How to Cite

Setiawan, D., Harun, H., Azmi, S., & Priyono, D. (2018). Biomarker Acute Kidney Injury (AKI) pada Sepsis. Jurnal Kesehatan Andalas, 7, 113–118. https://doi.org/10.25077/jka.v7i0.838

Issue

Section

Literature Review