Identifikasi Mikroorganisme Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Pengguna Kateter Urine di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 01 Agustus-30 November 2014
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v6i1.670Abstract
Pasien rawat ICU sering membutuhkan pemantauan yang ketat, banyak dari mereka menggunakan kateter
urine. Penggunaan kateter urine merupakan salah satu faktor risiko untuk terjadinya ISK.  ujuan penelitian ini adalah
mengetahui mikroorganisme penyebab ISK yang terdapat pada urine pasien pengguna kateter urine di ICU RSUP Dr.
M. Djamil Padang. Penelitian deskriptif ini telah dilaksanakan dari Februari 2014 sampai Desember 2014, meliputi
pengambilan sampel di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang dan pemeriksaan bakteriologis sampel dilakukan di
Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Data dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 20 sampel dari pasien pengguna kateter urine, didapatkan bakteriuria bermakna sebanyak 11 sampel (55%) dan tidak ditemukan bakteriuria sebanyak 9 sampel (45%). Frekuensi ISK pada perempuan yaitu sebanyak 6 pasien (60%), sedangkan pada laki-laki sebanyak 5 pasien (50%). Frekuensi ISK pada pemakaian kateter selama < 7 hari sebanyak 3 pasien (33,3%), ≥ 7 hari sebanyak 6 pasien (66,7%), ≥ 30 hari sebanyak 2 pasien (100%). Mikroorganisme penyebab ISK terkait kateter adalah Candida sp yaitu sebanyak 7 sampel (63,6%), diikuti dengan Pseudomonas sp sebanyak 2 sampel (18,2%), Escherichia coli dan Klebsiella sp masing-masing sebanyak 1 sampel (9,1%). Simpulan penelitian ini adalah semakin lama pemakaian kateter akan semakin meningkatkan presentase ISK. Mikroorganisme penyebab terbanyak adalah Candida sp.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










