Hubungan antara Lama Ketuban Pecah Dini dengan Skor Apgar Neonatus di RSUP dr. M. Djamil Padang

Authors

  • Hanifa Hanif Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
  • Syahredi SA Bagian Ginekologi FK Unand/RSUP dr. M. Djamil
  • Finny Fitry Yani Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unand/RSUP dr. M. Djamil Padang

DOI:

https://doi.org/10.25077/jka.v6i1.635

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan keadaan dimana pecahnya selaput  ketuban setiap saat  sebelum ada tanda persalinan. KPD merupakan salah  kehamilan beresiko tinggi, karena semakin lama  KPD akan semakin meningkatkan resiko morbiditas pada bayi. Skor Apgar merupakan metode yang digunakan untuk menilai bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara lama KPD dan skor apgar neonatus. Penelitian analitik ini menggunakan desain penelitian cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh rekam medik RSUP Dr. M. Djamil Padang yang didiagnosis sebagai kasus ketuban pecah dini selama periode Januari 2010 sampai Desember 2011. Sampel diambil dari seluruh populasi yang memenuhi kriteria restriksi secara total sampling, sehingga didapatkan 164 sampel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian ini menemukan insiden KPD di RSUP Dr. M. Djamil Padang yaitu 8,1%. Pasien dengan KPD kurang dari 6 jam didapatkan skor Apgar baik 95 kasus (57,9%) dan skor apgar buruk 4 kasus (2,4%), sedangkan KPD lebih dari 6 jam didapatkan skor apgar baik 5 kasus (3%) dan skor Apgar buruk 60 kasus (36,6%). Analisis bivariat menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p = 0.485 (p > 0.05). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara lama KPD dengan skor Apgar neonatus di RSUP Dr. M. Djamil Padang.

Downloads

Published

2017-07-20

How to Cite

Hanif, H., SA, S., & Yani, F. F. (2017). Hubungan antara Lama Ketuban Pecah Dini dengan Skor Apgar Neonatus di RSUP dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(1), 1–4. https://doi.org/10.25077/jka.v6i1.635

Issue

Section

Research Articles