Epistaksis dan Hipertensi : Adakah Hubungannya?

Bestari J. Budiman, Al Hafiz

Abstract

Abstrak
Latar Belakang: Epistaksis merupakan suatu kondisi klinis yang sering ditemui dan dapat terjadi pada
semua umur dengan banyak variasi penyebabnya. Salah satu faktor risiko yang diduga ikut berperan dalam
terjadinya epistaksis adalah hipertensi. Tujuan: Menjelaskan hubungan antara epistaksis dengan hipertensi.
Tinjauan Pustaka: Hipertensi diduga tidak menyebabkan epistaksis secara langsung, tapi memperberat episode
epistaksis. Mengendalikan tekanan darah sebagai salah satu faktor risiko, akan menurunkan insiden terjadinya
epistaksis. Di ruang gawat darurat, pemberian obat anti hipertensi diberikan sebelum atau bersamaan dengan
manajemen epistaksis itu sendiri. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara epistaksis dengan hipertensi yang
berlangsung lama dan adanya hipertrofi ventrikel kiri.
Kata kunci : Hipertensi, kegawatdaruratan, penatalaksanaan epistaksis.
Abstract
Background: Epistaxis is a common clinical problem in all age groups with varied etiological factors.
Hypertension has been suggested as a risk factor in epistaxis case. Purpose: To explain relationship between
epistaxis and hypertension. Review: It has been suggested that hypertension does not cause epistaxis directly,
but hypertension prolongs the episode of epistaxis when it does occur. The controlling for blood pressure as a risk
factor will be decreased the incidencies of epistaxis. In emergency rooms, high blood pressure is usually treated
before or in parallel with the management of epistaxis. Conclusion: There was an association between epistaxis
and long duration of hypertension in adult and left ventricle hypertrophy.
Key words : Hypertension, emergency case, management of epistaxis.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.