Penggunaan Ventilasi Mekanik pada Gagal Jantung Akut

Dian Puspita, Muhammad Fadil

Abstract

Abstrak

Gagal jantung akut merupakan terminologi yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang cepat atau perburukan dari tanda dan gejala gagal jantung. Kondisi ini mengancam kehidupan dan harus ditangani dengan segera. Dilaporkan kasus edema paru akut ec hipertensi emergensi. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis sesak nafas yang dirasakan tiba-tiba, orthopnea, respiratory distress berat, takipnue, saturasi O2 perifer < 90%, ronkhi basah halus pada seluruh lapang paru. Penanganan yang diberikan adalah pemberian obat vasodilator untuk menurunkan afterload dan pemberian bantuan ventilator untuk mengatasi respiratory distress. Gagal jantung akut merupakan penyebab umum kegagalan pernapasan akut dan sering memerlukan bantuan ventilator. Ventilator noninvasif tekanan positif (CPAP, BiPAP) harus dipertimbangkan pada pasien dengan gangguan pernapasan (frekuensi pernapasan > 25 napas / menit, SpO2 <90%) dan mulai sesegera mungkin diberikan untuk mengurangi gangguan pernapasan dan mengurangi kejadian intubasi endotrakeal. Jika terjadi kegagalan pernapasan, yang menyebabkan hipoksemia, hypercapnia dan dalam penggunaan ventilator non-invasif maka intubasi endotrakeal dianjurkan. 

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.