Hubungan Depresi, Ansietas, dan Stres dengan Kejadian Sindrom Dispepsia pada Mahasiswa Tahun Pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sebelum dan Sesudah Ujian Blok

Muhammad Husnul Ikhsan, Arina Widya Murni, Erlina Rustam Rustam

Abstract

Sindrom dispepsia merupakan keluhan gastrointestinal yang sangat umum di semua kalangan termasuk mahasiswa. Banyak penyebab yang memicu sindrom dispepsia, salah satunya adalah pengaruh psikologis khususnya depresi, ansietas, dan stres. Banyaknya ujian kompetensi yang dilalui mahasiswa kedokteran, sering menimbulkan masalah psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan depresi, ansietas, dan stres dengan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebelum dan sesudah ujian blok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan one group pre dan post design. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan metode simple random sampling dari populasi lima puluh mahasiswa tahun pertama. Penelitian menggunakan Kuesioner DASS 21 dan Kriteria Roma IV. Hasil: Insidensi yang paling tinggi adalah depresi ringan (12,0%), ansietas sedang (34,0%), dan stres ringan (28,0%), serta sindrom dispepsia pada dua puluh tiga mahasiswa (46,0%). Depresi dan ansietas mengalami peningkatan secara signifikan setelah ujian blok. Nilai signifikansi depresi 0,183, ansietas 0,046 dan stres 0,021. Simpulan: Ansietas dan stres berhubungan secara signifikan dengan kejadian sindrom dispepsia karena p<0,05. Diharapkan adanya perhatian khusus oleh Bagian Pendidikan Kedokteran untuk kondisi biologis dan psikologis mahasiswa yang lebih baik.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.