Hubungan Kunjungan Posyandu Terintegrasi PAUD dengan Status Gizi dan Kemampuan Berbahasa pada Anak Balita Usia 4-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas PAUH Kota Padang Tahun 2019

Satra Yunola, Hafni Bachtiar, Vaulinne Basyir

Abstract


Abstrak

Posyandu terintegrasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan penyelenggaraan integrasi layanan sosial dasar di posyandu, salah satunya adalah pembinaan gizi dan kesehatan ibu anak serta pos PAUD. Posyandu yang melaksanakan program pengembangan tambahan, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik, sosial dan emosional anak yang dapat dipantau salah satunya pada integrasi Posyandu PAUD, namun pelaksanaannya belum maksimal. Tujuan: Menentukan hubungan kunjungan posyandu terintegrasi PAUD dengan status gizi dan kemampuan berbahasa pada anak balita usia 4-5 tahun. Metode: Desain penelitian yaitu crossectional terhadap 73 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi langsung pada anak menggunakan lembar pedoman perkembangan bahasa anak di Posyandu terintegrasi PAUD pada bulan Maret sampai September 2019 dengan metode simple random sampling menggunakan uji Chi-square. Hasil: Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa lebih dari separoh kunjungan posyandu terintegrasi PAUD tidak aktif (60,2%), sebagian besar status gizi lebih (68,5%), lebih dari separoh kemampuan berbahasa anak kurang baik (60,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan kunjungan posyandu terintegrasi PAUD dengan status gizi (ρ<0,05) dan kemampuan berbahasa (ρ<0,05) anak balita usia 4-5 tahun. Simpulan: Kunjungan posyandu terintegrasi PAUD penting dihadiri oleh ibu untuk memantau status gizi dan kemampuan berbahasa anak.

 


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.25077/jka.v8i4.1136

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Satra Yunola, Hafni Bachtiar, Vaulinne Basyir

slot gacor