Koreksi Keratokonus dengan Lensa Kontak Rigid Gas Permeable (RGP)
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i3.1068Abstract
Keratokonus adalah suatu kelainan non inflamasi kornea yang ditandai oleh penipisan kornea yang progresif yang mengakibatkan steepening dan penonjolan kornea. Perubahan-perubahan pada kornea ini mengakibatkan timbulnya astigmat ireguler dan sikatriks kornea, yang akan mengurangi the best-corrected visual acuity (BCVA) dari pasien. Prevalensi keratokonus cukup tinggi yaitu sebanyak 50-230 kasus per 100.000 penduduk atau 1 kasus per 2.000 penduduk. Penyakit ini dapat menyerang berbagai ras, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara insiden keratokonus antara pria dan wanita. Pada umumnya penyakit ini bersifat bilateral (96%) tapi asimetris antara kedua mata. Onset dari keratokonus biasanya terjadi pada usia pubertas hingga usia awal 20 tahun, dan cenderung progresif hingga dekade ketiga atau keempat kehidupan, dimana kondisi menjadi relatif stabil. Pasien dengan keratokonus mengeluhkan penurunan tajam penglihatan dan riwayat koreksi kacamata yang berulang-ulang. Lensa kontak rigid (RGP) merupakan modalitas terapi keratokonus yang paling optimal, karena memberikan visus yang baik dengan membentuk permukaan optik baru yang reguler.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










