Koreksi Keratokonus dengan Lensa Kontak Rigid Gas Permeable (RGP)

Rozy Oneta, Rinda Wati

Abstract

Keratokonus adalah suatu kelainan non inflamasi kornea yang ditandai oleh penipisan kornea yang progresif yang mengakibatkan steepening dan penonjolan kornea. Perubahan-perubahan pada kornea ini mengakibatkan timbulnya astigmat ireguler dan sikatriks kornea, yang akan mengurangi the best-corrected visual acuity (BCVA) dari pasien. Prevalensi keratokonus cukup tinggi yaitu sebanyak 50-230 kasus per 100.000 penduduk atau 1 kasus per 2.000 penduduk. Penyakit ini dapat menyerang berbagai ras, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara insiden keratokonus antara pria dan wanita. Pada umumnya penyakit ini bersifat bilateral (96%) tapi asimetris antara kedua mata. Onset dari keratokonus biasanya terjadi pada usia pubertas hingga usia awal 20 tahun, dan cenderung progresif hingga dekade ketiga atau keempat kehidupan, dimana kondisi menjadi relatif stabil. Pasien dengan keratokonus mengeluhkan penurunan tajam penglihatan dan riwayat koreksi kacamata yang berulang-ulang. Lensa kontak rigid (RGP) merupakan modalitas terapi keratokonus yang paling optimal, karena memberikan visus yang baik dengan membentuk permukaan optik baru yang reguler.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.