Perbedaan Jumlah Perdarahan Saat Persalinan Pada Ibu Primigravida Yang Melakukan Dan Tidak Melakukan Senam Hamil Selama Kehamilan Trimester III
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i2.999Abstract
Angka Kematian Ibu (AKI) masih cukup tinggi di Indonesia, karena disebabkan oleh perdarahan, eklamsi dan infeksi. American College of Obstetricans and Gynecologist merekomendasikan senam selama kehamilan agar persalinan lancar dan mengurangi komplikasi saat persalinan. Tujuan penelitian adalah menentukan perbedaan antara jumlah perdarahan saat persalinan pada Ibu primigravida yang melakukan dan tidak melakukan senam hamil selama kehamilan trimester III. Jenis penelitian adalah rancangan comparative study. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Andalas dan Lubuk Buaya dari Oktober 2018 sampai Januari 2019. Jumlah sampel adalah 44 orang di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu pertama 22 orang ibu yang melakukan senam hamil dan 22 orang ibu yang tidak melakukan senam hamil. Pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Analisis data menggunakan system komputerisasi dengan uji independent t-test. Hasil penelitian didapatkan rerata jumlah perdarahan pada ibu yang senam hamil 489,18 cc dan pada ibu yang tidak senam hamil 501,86 cc. Tidak terdapat perbedaan jumlah perdarahan pada ibu yang melakukan dan tidak melakukan senam hamil dengan nilai (p=0,786).Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










