Perbedaan Rerata Indeks Cephalic dan Indeks Frontoparietal antara Suku Minangkabau dan Suku Jawa
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i1.976Abstract
Indeks Kefalometris merupakan nilai yang menggambarkan morfologi bentuk kepala manusia. Indeks cephalic dan indeks frontoparietal termasuk dalam indeks kefalometris dan dapat menunjukkan perbedaan suku dan jenis kelamin. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan indeks cephalic dan indeks frontoparietal pada laki-laki dan perempuan antara suku Minangkabau dan suku Jawa. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional pada 18 laki-laki dan perempuan dari suku Minangkabau dan suku Jawa yang tinggal di Kota Padang, Sumatera Barat. Indeks cephalic dan indeks frontoparietal ditentukan dari perhitungan hasil pengukuran panjang kepala, lebar kepala dan lebar dahi responden. Pada data dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji t tidak berpasangan untuk melihat perbedaan rerata pada kedua kelompok. Rerata indeks cephalic pada suku Minangkabau adalah 75,98 ± 0,77 untuk perempuan dan 77,41 ± 1,42 untuk laki-laki. Rerata indeks cephalic pada suku jawa adalah 86,10 ± 1,05 untuk perempuan dan 87,58 ± 1,52 untuk laki-laki. Rerata indeks frontoparietal pada suku Minangkabau adalah 91,30 ± 4,25 untuk perempuan dan 91,54 ± 4,38 untuk laki-laki. Rerata indeks frontoparietal pada suku jawa adalah 92,02 ± 3,23 untuk perempuan dan 92,04 ± 2,22 untuk laki-laki. Simpulan studi ini adalah terdapat perbedaan rerata indeks cephalic yang signifikan antara suku Minang dan Suku Jawa, juga terdapat perbedaan yang signifikan antara laki-laki dengan perempuan Minangkabau dan laki-laki dan perempuan Jawa, tetapi tidak terdapat perbedaan rerata indeks frontoparietal yang bermakna pada laki-laki dan perempuan suku Minangkabau dan Jawa.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










