Analisis Unit Cost Pelayanan Unit Laboratorium Rumah Sakit Naili DBS Tahun 2017 dengan Metode Activity Based Costing (ABC)
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i2S.952Abstract
Activity-Based Costing (ABC) merupakan metode akuntansi yang mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya kepada aktivitas. Metode ABC dapat memberikan perhitungan biaya yang akurat sehingga meningkatkan efektivitas dan efisiensi finansial sebuah rumah sakit yang sesuai dengan tujuan strategik organisasi. Unit laboratorium merupakan salah satu unit dengan beban kerja terbanyak dan berperan besar dalam proses diagnosis penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek manajemen mengenai penetapan tarif pelayanan laboratorium dan mengidentifikasi unit cost pelayanan laboratorium RS Naili DBS tahun 2017 dengan metode ABC. Penelitian ini dilakukan dengan desain mixed method tipe sequential explanatory, yaitu analisis kualitatif yang diikuti analisis kuantitatif. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa RS Naili DBS menggunakan sistem akuntansi tradisional dalam menghitung unit cost pelayanan laboratorium, yang tidak mempunyai sistem kontrol terhadap pemakaian sumber daya. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa perhitungan unit cost pelayanan laboratorium dengan metode ABC pada pemeriksaan hematologi rutin dan waktu pembekuan & pendarahan memberikan hasil yang lebih rendah dibandingkan tarif rumah sakit (Rp 45.389,- dan Rp 33.904,-), dan kebalikannya pada pemeriksaan gula darah random (Rp 33.904,-). Peneliti menyarankan agar RS Naili DBS melalukan evaluasi atas unit cost pelayanan laboratorium, sumber daya yang digunakan, serta mengedukasi staf mengenai metode ABC.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










