Gambaran Polifarmasi Pasien Geriatri Dibeberapa Poliklinik RSUP Dr. M. Djamil Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i1S.916Abstract
Polifarmasi adalah penggunaan lebih atau sama 5 macam obat secara bersamaan setiap hari. Paling sering disalahgunakan sebagai terapi untuk masalah kesehatan pada pasien geriatri. Penyakit kronik pada pasien geriatri menyebabkan meningkatnya jumlah peresepan obat yang diberikan kepada pasien. Reaksi efek samping obat, termasuk interaksi obat pada pasien geriatri yang merupakan masalah umum terjadi di rumah sakit dan merupakan penyebab penting pada tingkat morbiditas dan mortalitas. Tujuan dari peneliti adalah mengetahui gambaran penyakit kronis yang multipatologis dengan prevalensi polifarmasi pada pasien geriatri di poliklinik rawat jalan RSUP M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat observasional. Populasi sampel pada penelitian ini adalah seluruh pasien geriatri (usia ≥ 60 tahun) yang datang ke Instalasi rawat jalan. Terdapat sebanyak 360 (58.25%) laki-laki dan 258 (41.75%) perempuan dari 618 pasien. Kami menemukan polifarmasi pada 400 pasien (64.72%). Kesimpulan penelitian ini polifarmasi sangat berhubungan erat dengan tingginya morbiditas penyakit. Penyakit jantung memiliki tingkat yang tinggi untuk polifarmasi.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










