UJI KUALITATIF BORAKS PADA BEBERAPA PRODUK KERUPUK IKAN YANG DIJUAL DI KOTA PADANG TAHUN 2018
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v7i4.911Abstract
Boraks merupakan salah satu zat yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan. Boraks biasanya digunakan dalam bahan solder, pembuatan gelas, porselin dan pengawet kayu. Penggunaan boraks dalam pangan dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh seperti kerusakan pada sistem saraf pusat, hati, sistem saluran kemih. Boraks sering disalahgunakan pada makanan seperti bakso, tahu, cincau, mie dan kerupuk. Penggunaan boraks pada kerupuk bertujuan untuk meningkatkan kerenyahan dan memberikan rasa gurih. Tujuan penelitian adalah untuk menguji kandungan boraks pada kerupuk ikan yang dijual di Kota Padang. Penelitian deskriptif ini dilakukan dari November 2017 sampai Maret 2018 yang dilaksanakan di Laboratorium Kopertis Wilayah X dan Laboratorium Kimia Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini terdiri dari 14 sampel kerupuk ikan dengan pengujian menggunakan metode uji turmerik. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa produsen kerupuk ikan yang dijual di Kota Padang berasal dari Kota Padang (14%), Palembang (36%), Sidoarjo (43%) dan Gresik (7%). Seluruh sampel yang diperiksa tidak mengandung boraks. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa seluruh kerupuk ikan yang dijual di Kota Padang aman dari boraks.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










