Proses Fiksasi pada Pemeriksaan Histopatologik

Authors

  • Zulda Musyarifah Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang/ RSUP Dr.M.Djamil Padang
  • Salmiah Agus Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang/ RSUP Dr.M.Djamil Padang

DOI:

https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.900

Abstract

Proses fiksasi adalah tahap pertama dalam pembuatan sediaan histopatologik. Banyak faktor yang mempengaruhi proses fiksasi sehingga dapat menghasilkan sedian histopatologik yang baik. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui proses fiksasi agar menghasilkan sediaan yang baik pada pemeriksaan histopatologik. Tujuan utama fiksasi adalah untuk menjaga sel dan komponen jaringan pada keadaan “life-like stateâ€. Secara umum terdapat dua tipe fiksasi untuk spesimen biologi yaitu fiksasi fisik dan fiksasi kimia. Mekanisme yang penting dalam fiksasi kompleks protein yaitu denaturasi dan cross-linking atau gabungan keduanya. Banyak faktor yang mempengaruhi proses fiksasi antara lain konsentrasi ion hidrogen (pH netral), temperatur fiksasi (suhu kamar), kemampuan penetrasi (penetration rate) dan ketebalan pemotongan (3-4 mm), konsentrasi larutan, volume fiksasi (20:1) dan durasi fiksasi. Pemilihan larutan fiksatif yang digunakan tergantung kepada jenis pewarnaan dan jenis molekul yang ingin dilindungi. Saat ini larutan netral buffer formalin merupakan fiksatif yang paling baik dipakai untuk pemeriksaan histopatologik.

Downloads

Published

2018-12-10

How to Cite

Musyarifah, Z., & Agus, S. (2018). Proses Fiksasi pada Pemeriksaan Histopatologik. Jurnal Kesehatan Andalas, 7(3), 443–453. https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.900

Issue

Section

Literature Review