Pengaruh Faktor Sosiodemografi terhadap Kejadian Lesi Prakanker dengan Skining Inspeksi Visual Asetat (IVA) di Puskesmas Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.890Abstract
Kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian wanita di dunia. Salah satu metode yang efektif, mudah, murah dan sederhana untuk mendeteksi kanker serviks dini adalah Inspeksi Visual Acetat (IVA). Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh faktor sosiodemografi terhadap insidensi lesi prakanker serviks dengan menggunakan pemeriksaan IVA di Puskesmas Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Desain penelitian menggunakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan jumlah sebanyak 90 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui data rekam medik dan wawancara responden. Penelitian ini telah dilakukan pada Oktober 2017 di Puskesmas Bendo Kabupaten Kediri. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan pada variabel usia responden (p=0.013), usia pertama berhubungan seksual (p=0.000), pengguna pil KB (p=0.000) dan riwayat kanker dalam keluarga (p=0.016). Variabel paritas dan merokok mempunyai hubungan yang tidak signifikan (p≥0.05). Variabel dominan yang terkait dengan lesi prakanker serviks adalah pengguna kontrasepsi KB dengan OR = 18,784. Disimpulkan bahwa wanita pengguna kontrasepsi oral berisiko 18 kali lebih besar mengalami kejadian lesi prakanker dibandingkan dengan variabel lain. Disarankan kepada bidan dan petugas kesehatan lainnya untuk terus memberikan penyuluhan dan KIE kepada perempuan untuk memeriksakan kesehatan reproduksi secara teratur sebagai pencegahan kanker serviks.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










