Korelasi Kadar Alkohol dengan Derajat Luka Dalam Hal Pembuatan Visum Et Repertum pada Pasien Kecelakaan Lalu Lintas Rumah Sakit M. Djamil Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.888Abstract
Angka kejadian kecelakaan lalu lintas masih cukup tinggi. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu
lintas adalah penggunaan alkohol. Tujuan penelitian ini adalah menentukan korelasi antara kadar alkohol dan derajat
luka dalam hal pembuatan visum et repertum pasien kecelakaan lalu lintas selama bulan Agustus sampai November
2017. Pasien kecelakaan lalu lintas yang masuk ke UGD RSUP Dr. M Djamil diperiksa kadar alkohol pada nafasnya.
Jika positif kadar alkohol di nafas maka akan dilanjutkan pengambilan darah dan akan di periksa kadar alkoholnya
menggunakan GC-MS. Derajat luka dinilai dari tingkat keparahan cedera sesuai derajat luka menurut Kitab Undangundang
Hukum Pidana (KUHP). Hasil penelitian didapatkan 859 pasien kecelakaan yang bisa diperiksa kadar alkohol
pada nafasnya, tetapi hanya 10 orang yang positif. Rerata kadar alkohol di nafas adalah 0,41 mg/dl. Rerata kadar
alkohol pada darah adalah 32, 04 gr/dl. Kadar alkohol pada darah pada penelitian ini tergolong kadar yang rendah hal
ini sesuai juga dengan temuan luka pada pasien berupa luka derajat ringan hingga sedang. Simpulan studi ini adalah
tidak terdapat hubungan antara kadar alkohol dengan derajat luka. Keterbatasan penelitian ini adalah jumlah sampel
yang sedikit sehingga diperlukan penelitian yang lebih lanjut.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










