Identifikasi Protozoa Usus pada Pasien yang Sedang Menjalani Kemoterapi di RSUP Dr M Djamil, Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.887Abstract
Imunosupresi merupakan salah satu faktor risiko infeksi protozoa usus yang dapat terjadi pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi protozoa usus pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi di RSUP Dr M Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengumpulan sampel sebanyak 33 tinja pasien secara consecutive sampling . Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr M Djamil dari Juni 2017 hingga Maret 2018. Sampel diperiksa dengan menggunakan metode pemeriksaan tinja langsung dan dengan modifikasi pewarnaan Ziehl-Neelsen. Didapatkan angka infeksi protozoa usus sebesar 9,1%, hanya spesies E. histolytica yang ditemukan. Semua sampel yang diperiksa merupakan single infection. Stadium tropozoit lebih banyak ditemukan yaitu sebesar 66,7%. Protozoa usus hanya ditemukan pada kemoterapi siklus ke-2 (66,7%) dan siklus ke-5 (33,3%). Simpulan studi ini ialah masih ditemukan infeksi protozoa usus pada pasien yang sedang menjalani kemoterapi di RSUP Dr M Djamil, Padang, oleh karena itu terapi suportif dan pencegahan infeksi perlu dilakukan, sehingga angka kesakitan dapat dikurangi.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










