Gambaran Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi pada Anak yang Mendapatkan Imunisasi Difteri Pertusis dan Tetanus di Puskesmas Seberang Padang Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.885Abstract
Penggunaan vaksin DPT sebenarnya aman tetapi bukan tanpa resiko karena sebagian orang dapat mengalami reaksi setelah imunisasi yang bersifat ringan maupun berat, reaksi ini disebut dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian ikutan pasca imunisasi pada anak yang mendapatkan imunisasi DPT di Puskesmas Seberang Padang Kota Padang. Penelitian deskriptif ini dilakukan secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang mendapatkan imunisasi DPT maksimal satu bulan sebelum mengisi kuesioner peneliti. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dan dilakukan wawancara langsung terhadap 45 orang responden. Pengolahan data dilakukan dengan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa 41 orang (91,1%) anak mengalami KIPI dan 4 orang (8,9%) anak tidak mengalami KIPI. Gejala KIPI yang paling banyak muncul pada penelitian ini adalah demam yaitu sebanyak 34 orang (82,9%), pembengkakan dilokasi penyuntikan yaitu sebanyak 31 orang (75,6%) dan kemerahan dilokasi penyuntikan yaitu sebanyak 26 orang (63,4%). Awitan gejala KIPI muncul pada hari pertama setelah imunisasi, kecuali pada gejala demam yaitu gejala dapat muncul pada hari kedua setelah imunisasi. Lama gejala KIPI menetap yaitu minimal selama satu hari, sedangkan maksimal gejala menetap tergantung gejala yang dialami, seperti gejala pembengkakan dilokasi penyuntikan dapat menetap selama 7 hari.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










