Identifikasi Kadar Merkuri pada Depot Air Minum Isi Ulang di Kelurahan Jati Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v7i3.884Abstract
Berdasarkan Permenkes No.492/2010 tentang persyaratan kualitas air minum, merkuri merupakan bahan kimia yang berhubungan dengan kesehatan, sehingga kadar maksimum yang diperbolehkan adalah 0,001000 mg/L. Merkuri memiliki efek berbahaya apabila diatas 0,001000 mg/L. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kadar merkuri pada sampel air minum isi ulang di Kelurahan Jati, Padang. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) yang berada di Kelurahan Jati Kecamatan Padang Timur Kota Padang yaitu sebanyak 15 buah. Penelitian ini dilaksanakan dari Agustus 2017 sampai Februari 2018. Penetapan kadar merkuri dilakukan di UPT Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menggunakan Spektrofotometer Serapan Atom GBC 9322AA. Hasil pemeriksaan kadar merkuri menunjukkan hanya satu sampel yang mengandung merkuri dari 15 sampel yang diperiksa. Satu sampel ini masih dalam batas aman berdasarkan Permenkes No.492/2010. Simpulan penelitian ini adalah semua air minum isi ulang di Kelurahan Jati aman untuk dikonsumsi berdasarkan kadar merkuri.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










