Pengaruh Tempe Terhadap Gambaran Histopatologi Mencit Jantan Putih yang di Induksi Timbal Asetat
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v6i3.731Abstract
Paparan timbal asetat dapat menyebabkan kerusakan sel hati dan menurunkan aktivitas enzim. Tempe merupakan senyawa alami yang bersifat antioksidan kuat dan pengikat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit jantan putih yang terpapar plumbum asetat.. Penelitian telah dilakukan di laboratorium Fakultas Farmasi dan laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari bulan Februari-April 2015 terhadap 25 ekor mencit jantan putih, berumur 3 bulan, berat badan ± 20 g yang diberi perlakuan selama 28 hari, mencit dibagi kedalam 5 kelompok. Kelompok 1 (K-) hewan kontrol. Kelompok 2 (K+) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari. Kelompok 3 (P1) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari dan tempe 5 g/kgBB/hari. Kelompok 4 (P2) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari dan tempe 10 g/kgBB/hari. Kelompok 5 (P3) diberikan timbal asetat 40 mg/kgBB/hari dan tempe 20 g/kgBB/hari. Pada pemaparan timbal 40 mg/kgBB/hari selama 4 minggu meningkatkan skor Manja Roenigk hati mencit jantan putih. Penambahan tempe pada mencit yang terpapar timbal asetat menunjukkan penurunan skor Manja Roenigk. Berdasarkan uji t berpasangan didapat perbedaan yang signifikan antara skor Manja Roenigk yang tidak terpapar dan terpapar timbal asetat (p = 0,000). Berdasarkan uji one way Anova terdapat pengaruh yang signifikan tempe terhadap gambaran histopatologi hati mencit jantan putih (p = 0,000). Secara statistik pemberian tempe dengan dosis 5 g/kgBB/hari tidak memberikan perbedaan bermakna (p = 0,209), tetapi dosis 10 g/kgBB/hari dan 20 g/kgBB/hari menunjukkan perbedaan bermakna (p = 0,000). Simpulan studi ini ialah terdapat pengaruh tempe terhadap mikroskopis hati mencit jantan putih yang telah terpapar timbal asetat.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










