Hubungan Pengetahuan Mencuci Tangan dengan Kejadian Diare pada Siswa Kelas IV-VI SDN 11 Lubuk Buaya Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v6i2.705Abstract
Diare menduduki urutan ke 9 dari 10 penyakit infeksi terbanyak di Padang dengan kejadian tertinggi di Kelurahan Lubuk Buaya. Diare ditularkan secara faecal oral dimana tangan menjadi salah satu faktor media penularan. Mencuci tangan pakai sabun merupakan salah satu upaya pencegahan infeksi yang dapat mengurangi insiden diare >50%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan mencuci tangan dan kejadian diare pada siswa kelas 4 sampai 6 SDN 11 Lubuk Buaya Padang. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan cross sectional study yang dilakukan dari Agustus 2013 sampai November 2013 dengan pengambilan sampel secara multistage random sampling. Hasil studi menunjukkan terdapat jumlah kejadian yang sama banyak antara siswa yang pernah diare dan siswa yang tidak pernah diare, kejadian diare banyak terdapat pada siswa kelas VI SD. Sebagian besar siswa (93%) berpengetahuan baik mengenai mencuci tangan dengan cara baik dan benar dimana 50,4% siswa diantaranya tidak pernah diare dalam enam bulan terakhir dan 49,6% siswa sisanya pernah mengalami diare  enam bulan terakhir. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan mencuci tangan dengan kejadian diare. Kejadian diare pada siswa kelas IV-VI SDN 11 Lubuk Buaya Padang ini berkaitan dengan keadaan sanitasi lingkungan dan konsumsi jajanan yang tidak higienis.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










