Identifikasi MRSA pada Diafragma Stetoskop di Ruang Rawat Inap dan HCU Bagian Penyakit Dalam
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v6i2.685Abstract
Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan bakteri yang sering ditemukan sebagai bakteri penyebab infeksi nosokomial. Infeksi MRSA selain mengakibatkan bertambahnya mortalitas dan morbiditas juga menambah jumlah biaya perawatan karena semakin lamanya waktu rawat dan tambahan biaya pengobatan. Laporan RSUP Dr. M. Djamil Padang menunjukan kasus infeksi MRSA yang tinggi, terdapat 200 kasus yang tercatat sejak bulan Januari 2014 sampai Juni 2014. Stetoskop merupakan alat medis yang sering digunakan oleh dokter dan telah dilaporkan dapat mejadi sumber penyebaran infeksi MRSA. Tujuan penelitian ini adalah u tuk mengetahui gambaran MRSA pada diafragma stetoskop di Ruang Rawat Inap dan HCU, yang memiliki laporan kasus MRSA terbanyak daripada ruangan lainnya. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang menggunakan teknik total sampling dan dilakukan pada 74 sampel stetoskop di bagian Penyakit Dalam. Isolat diambil dari swab diafragma stetoskop lalu dilakukan uji resistensi menggunaka  cefoxitin. Hasil penelitian didapatkan adanya koloni MRSA pada 22 stetoskop (64,7%) di ruang rawat inap dan 8 stetoskop (72,7%) di HCU. Persentase stetoskop positif MRSA lebih tinggi pada HCU daripada ruang rawat inap. Banyaknya stetoskop positif MRSA menunjukan pentingnya pembersihan stetoskop setelah berkontak dengan pasien
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










