Gambaran Asupan Folat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v6i1.667Abstract
Salah satu defisiensi mikronutrien yang masih dihadapi Indonesia adalah defisiensi folat. Jumlah rata-rata asupan folat yang harus dikonsumsi oleh dewasa muda yang berumur 17-29 tahun berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yaitu 400 µg/hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jumlah asupan folat/hari individu. Penelitian ini merupakan penelitian survai deskriptif yang menggunakan metode food recall 24 jam. Responden dari penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand). Digunakan metode sistematik sampling untuk mendapatkan 273 orang responden. Responden diwawancara oleh enumerator dengan bantuan food model, setelah itu digunakan program Nutri Survey 2007 untuk mendapatkan jumlah asupan folat responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (96,8%) mahasiswa FK Unand memiliki asupan folat sehari yang kurang, dengan rata-rata 111±119 µg/hari. Hasil ana isis data didapatkan bahwa rata-rata responden laki-laki lebih banyak  (129±48 µg/hari) mengonsumsi folat dari pada responden perempuan (98±88 µg/hari), juga didapatkan data bahwa rata-rata responden yang tinggal dengan orang tua atau wali lebih banyak mengonsumsi folat (130±155 µg/hari) dari pada responden yang tinggal sendiri di kost atau kontrakan (101±91 µg/hari). Simpulan penelitian ini adalah lebih dari 90% mahasiswa FK Unand tidak mengonsumsi folat yang cukup. Rata-rata asupan folat/hari laki-laki lebih tinggi 1,3 kali dari pada perempuan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










