Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan dan Memotong Kuku dengan Kejadian Giardiasis Asimtomatik
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v6i1.647Abstract
Infeksi protozoa intestinal masih merupakan masalah kesehatan di negara tropis dan negara berkembang. Protozoa intestinal yang tersering bagi manusia adalah Giardia lamblia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan kebiasaan mencuci tangan dan memotong kuku terhadap kejadian giardiasis asimtomatik pada murid SDN 14 Olo Kecamatan Padang Barat Kota Padang. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional dari Februari sampai September 2014 dengan 63 subjek penelitian. Kebiasaan mencuci tangan dinilai dengan kuesioner sedangkan kebiasaan memotong kuku dinilai dengan pengamatan. Pemeriksaan tinja dilakukan di laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas untuk melihat kista Giardia lamblia. Hasil penelitian dilakukan uji chi-square dengan nilai kemaknaan <0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 14 (22,2%) murid terinfeksi Giardia lamblia. Kebiasaan mencuci tangan murid SDN 14 Olo sebanyak 20 (31,7%) murid dikategorikan buruk dan sebanyak 26 (41,3%) murid mempunyai kebiasaan memotong kuku yang buruk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian giardiasis asimtomatik pada murid SDN 14 Olo Kecamatan Padang Barat Kota Padang (p<0,001) dan tidak ada hubungan antara kebiasaan memotong kuku dengan kejadian giardiasis asimtomatik pada murid SDN 14 Olo Kecamatan Padang Barat Kota Padang (p<0,945).Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










