Penurunan Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri dalam Enam Bulan Meningkatkan Faktor Resiko Gangguan Kognitif Penderita Gagal Jantung Sistolik
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v9i1.1278Abstract
AbstrakGangguan kognitif sering dijumpai pada penderita gagal jantung sistolik dan tidak terdeteksi sejak awal. Hal ini memperburuk kondisi dan luaran klinis penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan risiko terjadinya gangguan kognitif pada penderita gagal jantung sistolik dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri dalam enam bulan. Metode penelitian ini adalah kontrol kasus, di Poli Jantung dan Poli Saraf RSUP Sanglah, Denpasar, periode Oktober 2018 hingga Desember 2018. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 22. Penelitian ini menggunakan 76 subjek, dengan rerata usia 50,3 ± 4,5 tahun. Karakteristik yang lebih dominan dijumpai pada jenis kelamin laki-laki 44 orang (57,9%), pendidikan ≥ 12 tahun 40 orang (52,6%), dan pekerjaan formal 40 orang (52,6%) Dari hasil analisis statistik didapatkan persentase penurunan fungsi kognitif pada kelompok kasus sebesar 89,5% sedangkan pada kelompok kontrol didapatkan 13,2%. Analisis bivariat dengan Chi-square, didapatkan nilai OR=56,1; IK 95% 13,844-227,338; p<0,001. Pada analisis multivariat didapatkan penurunan FEVK dalam enam bulan merupakan faktor risiko yang kuat, memiliki risiko mengalami gangguan kognitif pada penderita gagal jantung sistolik dengan adjusted OR=23,1, setelah mengendalikan jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan, OR=23,1; IK 95% 4,7-114,03; p<0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penurunan FEVK dalam enam bulan sebagai faktor risiko gangguan kognitif penderita gagal jantung sistolik. Penulis menyarankan para klinisi perlu melakukan pemeriksaan fungsi kognitif pada penderita gagal jantung sistolik .
Kata kunci: gangguan kognitif, penurunan FEVK, gagal jantung sistolik
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










