Hubungan Riwayat Pemberian ASI dengan Kecenderungan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Siswa SD di Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v9i1S.1166Abstract
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan masalah perilaku di masa kecil yang dapat berlanjut hingga dewasa. Pemberian ASI dapat menurunkan risiko terjadinya ADHD pada anak. Tujuan: Mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kecenderungan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada siswa SD di Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian adalah guru dan ibu dari siswa SD di Kelurahan Ulak Karang Selatan yang berumur 7 sampai 12 tahun sebanyak 134 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner riwayat pemberian ASI dan Conner’s Abbreviated Parent–Teacher Rating Scale. Data dianalisis menggunakan Chi- square test. Hasil: Terdapat 25 orang (18,7%) yang cenderung ADHD dengan 18 orang (72,0%) laki – laki dan usia terbanyak adalah 7 tahun (32,0). Cakupan ASI eksklusif didapatkan sebesar 71 orang (53,0%). Terdapat 11 anak (15,5%) dengan kecenderungan ADHD pada riwayat pemberian ASI eksklusif dan 14 anak (22,2%) ASI tidak eksklusif. Tidak terdapat hubungan secara signifikan antara riwayat pemberian ASI dengan kecenderungan ADHD pada siswa SD di Kota Padang (p=0,318). Simpulan: Tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kecenderungan ADHD.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










