Kesesuaian Pemeriksaan Aglutinasi Lateks Dengan BTA Mikroskopis untuk Mengidentifikasi Pasien Tuberkulosis
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v9i1S.1159Abstract
Pemeriksaan aglutinasi merupakan teknik pemeriksaan yang sederhana, cepat, murah, dan tidak memerlukan keahlian kusus dalam pemeriksaannya. Uji aglutinasi lateks merupakan suatu pemeriksaan berdasarkan reaksi aglutinasi yang terbentuk akibat interaksi antara antigen dan antibodi. Pemeriksaan yang paling sering dilakukan dilaboratorium kesehatan untuk mengidentifikasi Mycobacterium tuberculosis adalah pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA) mikroskopis. Tujuan: Mengetahui kesesuaian antara pemeriksaan aglutinasi lateks dan pemeriksaan BTA mikroskopis untuk mengidentifikasi pasien tuberkulosis. Metode: Penelitian ini merupakan uji diagnostik aglutinasi lateks menggunakan antibodi poliklonal dengan rangcangan crossectional. Pemeriksaan dilakukan terhadap 100 orang pasien suspek tuberkulosis di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Januari 2018 sampai dengan Januari 2019. Sampel sputum direaksikan dengan reagen lateks dan diamati ada tidaknya terbentuk. Kesesuaian pemeriksaan uji aglutinasi lateks dibandingkan dengan pemeriksaan BTA mikroskopis. Hasil: Nilai koefisien kappa sebesar 0,473 (p=0,000) menunjukkan kesepatan antara pemeriksaan aglutinasi lateks dan BTA mikroskopis cukup (k 0,41-0,60). Simpulan: Uji aglutinasi lateks dengan pemeriksaan BTA mikroskopis untuk mengidentifikasi pasien tuberkulosis pada sampel sputum memiliki nilai kesepakatan yang cukup.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










