Perbedaan Kadar Kolesterol Total pada Anak yang Terinfeksi dan Tidak Terinfeksi Intestinal Geohelminth
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v9i1S.1156Abstract
Intestinal geohelminth masih banyak ditemui di negara berkembang terutama Indonesia. Infeksi cacing ini dapat menganggu pencernaan, penyerapan, dan metabolisme makanan, salah satunya adalah terhadap kadar kolesterol. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi dan tidak terinfeksi intestinal geohelminth. Metode: Jenis penelitian ini adalah studi analitik dengan jumlah sampel 46 orang siswa SDN 06 Pasir Jambak Kota Padang (23 orang terinfeksi dan 23 orang tidak terinfeksi). Penelitian dilakukan sejak bulan Mei sampai Desember 2016. Pemeriksaan jenis cacing dari tinja dilakukan di bagian Parasitologi FK Unand dengan menggunakan teknik Kato-Katz, sedangkan kadar kolesterol menggunakan pengukur kadar kolesterol digital. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: Pada 23 orang yang terinfeksi intestinal geohelminth, infeksi paling banyak disebabkan oleh Trichuris trichiura sebanyak 15 siswa (65,21 %), Ascaris lumbricoides sebanyak 11 siswa (47,82 %), campuran sebanyak 3 siswa (13,04 %). Rata-rata kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi intestinal geohelminth yaitu 161,17 ± 33,66 mg/dl , sedangkan tidak terinfeksi yaitu 190,91 ± 42,20 mg/dl. Secara statistik didapatkan perbedaan yang bermakna (p = 0,01). Simpulan: Terdapat perbedaan kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi dan tidak terinfeksi intestinal geohelminth. Anak yang terinfeksi memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah daripada anak yang tidak terinfeksi.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










