Status Kerentanan Nyamuk Aedes Aegypti terhadap Malathion 5% dan Alfa-sipermetrin 0,025% di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kecamatan Kuranji Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v9i1S.1151Abstract
Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan salah satunya oleh kegagalan pengendalian vektor DBD secara kimiawi yaitu terjadinya resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida dalam fogging seperti malathion dan alfa-sipermetrin. Tujuan: Mengetahui status kerentanan nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2018 sampai Februari 2019. Pengambilan telur nyamuk dilakukan pada 100 rumah di lokasi penelitian dengan meletakkan 100 ovitrap. Sampel nyamuk didapatkan dari hasil pemeliharaan telur nyamuk yang dilakukan di Laboratorium Parasitologi FK Unand. Uji resistensi dilakukan dengan metode WHO menggunakan impregnated paper malathion 5% dan alfa-sipermetrin 0,025%. Saat perlakuan dilakukan pencatatan jumlah kematian nyamuk pada menit ke 15, 30, 45, 60 dan 1440. Persentase kematian nyamuk setelah pemeliharaan 24 jam dikategorikan resisten jika kematian < 90%, toleran jika kematian antara 90-97 % dan masih rentang jika kematian 98-100%. Hasil: Didapatkan persentase kematian nyamuk Aedes aegypti oleh malathion 5% setelah 24 jam adalah 98% dengan LT50 dan LT90 adalah 76 menit dan 853 menit. Presentase kematian nyamuk Aedes aegypti oleh alfa-sipermetrin 0,025% setelah 24 jam adalah 87% dengan LT50 dan LT90 nya adalah 264 menit dan 1500 menit. Simpulan: Nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Belimbing masih rentan terhadap malathion 5% dan telah resisten terhadap alfa-sipermetrin 0,025%.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










