Hubungan Pengetahuan Plebitis dengan Keterampilan Tenaga Kesehatan dalam Menerapkan Problem Solving for Better Health pada Plebitis di Rumah Sakit X
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i4.1145Abstract
Abstrak
Problem Solving for Better Health (PSBH) diterapkan di Rumah Sakit X (RS X) untuk mengatasi masalah plebitis di ruang IGD, ruang Interne, dan ruang Paru-Syaraf sebagai ruang pilot project. Penerapan PSBH belum optimal, karena masih ada tenaga kesehatan yang tidak mampu menghasilkan Plan of Action (PoA) untuk mengatasi masalah phlebitis. Ada juga yang sudah menghasilkan PoA, namun belum maksimal dalam implementasinya. Kondisi seperti ini mengakibatkan belum ada penurunan angka plebitis secara signifikan. Tujuan: Menentukan hubungan pengetahuan plebitis dengan keterampilan tenaga kesehatan dalam menerapkan PSBH pada plebitis. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 31 orang dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan Chi-square test. Hasil: Karakteristik tenaga kesehatan di RS X hampir keseluruhan berusia dewasa 83,3%, sebagian besar perempuan 74,2%, berpendidikan profesional 61,3%, dan lama kerja ≥5 tahun 74,2%, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan phlebitis dengan keterampilan PSBH pada plebitis dengan nilai p< 0,05. Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan plebitis dengan keterampilan tenaga kesehatan dalam menerapkan PSBH pada plebitis.Â
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










