Analisis Kadar Timbal (Pb) Air Minum Isi Ulang pada Depot Air Minum (DAM) di Kecamatan Padang Timur Kota Padang Tahun 2017
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i3.1056Abstract
Air minum isi ulang yang diperoleh dari Depot Air Minum (DAM) menjadi populer karena harganya lebih murah dari Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang bermerek. Apabila air minum isi ulang terkontaminasi dengan timbal (Pb) akan menyebabkan masalah terhadap kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur tahun 2017. Penelitian ini adalah studi analitik. Sampel diambil dari 45 DAM di Kecamatan Padang Timur. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2017. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil studi adalah 100% kadar Pb kecil dari atau sama dengan nilai ambang batas (NAB) sesuai peraturan Permenkes No. 492 tahun 2010, 95,6% sumber air minum isi ulang berasal dari Gunung Talang Kabupaten Solok, 100% DAM menggunakan pipa PVC tipe AW, dan 51,1% DAM menggunakan pipa PVC dengan lama pemakaian <5 tahun. Hasil uji statistik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara sumber air minum dan lamanya pemakaian pipa terhadap kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur tahun 2017. Sedangkan 100% pipa PVC pada DAM menggunakan tipe AW sehingga tidak dapat dilakukan uji statistik. Simpulan studi ini adalah kadar Pb air minum isi ulang pada DAM di Kecamatan Padang Timur Kota Padang tahun 2017 masih aman untuk dikonsumsi dan pipa PVC tipe AW aman untuk digunakan dalam rentang waktu tertentu.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










