Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Voluntary Counsaling and Testing Pada Lelaki Seks Lelaki di Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i3.1048Abstract
Layanan VCT (Voluntary Counsaling and Testing), atau dikenal dengan pelayanan konseling dan testing HIV adalah upaya menegakkan diagnosis HIV/AIDS untuk mencegah sedini mungkin terjadinya penularan atau peningkatan HIV/AIDS. Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) menjadi penyumbang terbesar dalam penularan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan VCT pada LSL di Kota Padang. Penelitian ini merupakan cross sectional study. Sampel adalah bagian dari populasi yang dinilai atau karakteristiknya diukur dan nantinya akan dipakai untuk menduga karakteristik dari populasi. Besar sampel enam puluh satu (61) responden yang diambil secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan Chi Square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu lama menjadi seorang LSL diatas 10 tahun (45,9%), waktu terakhir melakukan kunjungan VCT > Tahun 2019 (59,0%), tempat terakhir melakukan kunjungan VCT di Puskesmas (52,5%), responden melakukan kunjungan VCT minimal tiga bulan terakhir sejak penelitian ini dilakukan (59,0%), uji Chi Square menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kunjungan VCT adalah keyakinan mengenai VCT (p=0,005), dorongan orang lain (p=0,001). praktik organisasi (p=0,001), nilai mengenai manfaat VCT tidak mempunyai hubungan signifikan. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dorongan dari orang lain tentang VCT merupakan variabel yang mempunyai pengaruh paling signifikan dibanding variabel lainnya.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










