Gambaran Karakteristik Tingkat Kontrol Penderita Asma Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) di Poli Paru RSUP. Dr. M. Djamil Padang pada Tahun 2016
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i1.975Abstract
Asma adalah penyakit heterogen, yang ditandai dengan terjadinya inflamasi kronik saluran pernapasan. Salah satu faktor risiko asma yang berkaitan erat dengan kontrol asma adalah obesitas. Selain itu underweight juga terkait dengan fungsi paru yang menurun dan asma. Tujuan penelitian ini adalah menentukan gambaran karakteristik tingkat kontrol penderita asma berdasarkan indeks massa tubuh (IMT) di Poli Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional restrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien asma rawat jalan di Poli Paru RSUP Dr. M. Djamil Padang antara 1 Januari sampai 31 Desember 2016 dan didapatkan sebanyak 63 data yang memenuhi kriteria sampel. Data diolah dengan menggunakan program komputer dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien asma laki-laki (49,2%) dan perempuan (50,8%) hampir merata, sebagian besar berusia 40 – 60 tahun (47,6%), bekerja sebagai PNS (31,7%), memiliki IMT ≥ 23,0 (49,2%), dengan tingkat kontrol asma berupa asma terkontrol sebagian (61,9%), asma terkontrol penuh terbanyak ditemukan pada IMT normal (3,2%), asma tidak terkontrol terbanyak pada IMT normal (17,5%), dan asma terkontrol sebagian terbanyak pada IMT berat badan lebih & obes (31,7%).Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










