Perbandingan Kadar Heat Shock Protein 90 dan Tumor Necrosis Factor-α Antara Kehamilan Preterm Dengan Ketuban Pecah Dini dan Tanpa Ketuban Pecah Dini
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v7i0.877Abstract
Ketuban pecah dini (KPD) berkaitan dengan peningkatan kadar Heat Shock Protein 90 (HSP 90) dan Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) yang muncul akibat stres oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan kadar HSP 90 dan TNF-α antara kehamilan preterm dengan KPD dan tanpa KPD. Penelitian ini menggunakan rancangan comparative study yang dilaksanakan di RSUD dr. Rasidin, RS Tk.III Reksodiwiryo, RS Bhayangkara, Puskesmas Lubuk Buaya dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari bulan Oktober 2017 sampai Juli 2018. Jumlah sampel sebanyak 24 ibu hamil preterm dengan KPD dan 24 ibu hamil preterm tanpa KPD dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Pemeriksaan HSP 90 dan TNF-α menggunakan metode ELISA. Uji normalitas data dengan uji Shapiro-Wilk. Analisis data komparatif menggunakan uji Mann-Whitney. Median kadar HSP 90 yaitu 11,21 ng/mL pada kehamilan preterm dengan KPD dan 9,15 ng/mL pada kehamilan preterm tanpa KPD dengan nilai p < 0,05. Median kadar TNF-α yaitu 0,21 ng/mL pada kehamilan preterm dengan KPD dan 0,17 ng/mL pada kehamilan preterm tanpa KPD dengan nilai p < 0,05. Kadar HSP 90 dan TNF-α pada kehamilan preterm dengan KPD lebih tinggi secara bermakna dibandingkan pada kehamilan preterm tanpa KPD.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










