Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Diare Dengan Kejadian Diare Akut pada Balita di Kelurahan Lubuk Buaya Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2013
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v6i2.710Abstract
Pengetahuan ibu mengenai diare merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya diare akut seperti ketidaktahuan ibu akan penyebab diare, bagaimana cara penularan diare, dan cara pencegahan diare. Hal ini menyebabkan angka kejadian diare akut menjadi tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Lubuk Buaya. Metode penelitian adalah analitik dan pengolahan data menggunakan uji chi-square. Penelitian dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang dari bulan Juli hingga bulan Agustus 2013. Ada 40 subjek penelitian dengan usia rata-rata responden yaitu 29,93 tahun, tingkat pendidikan terbanyak yaitu lulusan SLTA 18 orang (45%) dan responden dengan pekerjaan terbanyak adalah ibu rumah tangga 27 orang (67,5%). Pengetahuan ibu mengenai diare dengan tingkat pengetahuan sedang 27 orang (67,5%), rendah 8 orang (20%) dan tinggi sebanyak 5 orang (12,5%). Kejadian diare akut pada balita sebanyak 23 orang (57,5%) dan yang tidak mengalami diare akut 17 orang (42,5%). Berdasarkan hasil uji chi-square, tingkat pengetahuan ibu tidak memiliki hubungan dengan kejadian diare akut pada balita dengan p<0,749 (nilai p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian diare akut pada balita di Kelurahan Lubuk Buaya Padang.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










