Karakteristik Karsinoma Serviks di RS. Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2010 – Desember 2013
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v6i2.704Abstract
Peningkatan kasus karsinoma serviks dari tahun ke tahun disebabkan oleh berbagai faktor tetapi lebih dari 90% kasus karsinoma serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV) onkogenik tipe 16 dan 18. Penyakit ini cenderung menyerang pada wanita usia muda pada saat sekarang. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana karakteristik karsinoma serviks dari segi usia, paritas, riwayat pekerjaan, riwayat pekerjaan suami, domisili, gambaran histopatologi dan stadium. Telah dilakukan penelitian deskriptif retrospektif terhadap pasien yang didiagnosis secara histopatologi menderita karsinoma serviks di Bagian Obstetri dan Ginekologi RS. Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2010 – Desember 2013 yang Berdasarkan 152 kasus karsinoma serviks didapatkan bahwa kejadian karsinoma serviks berfluktuasi dari Januari 2010 – Desember 2013. Karsinoma serviks terbanyak ditemukan pada pasien yang berusia 45 – 49 tahun, paritas > 2, ibu rumah tangga, bersuami petani, domisili di Padang, jenis histopatologi karsinoma sel skuamosa, moderately differentiated dan stadium IIB. Di negara Indonesia, kasus karsinoma serviks masih banyak ditemukan terutama pada wanita usia muda dan tindakan deteksi dini masih kurang dilakukan. Diperlukan sosialiasi kepada masyarakat untuk melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan pap smear dan Inspeksi Visual Asetat (IVA) serta pencegahan dengan vaksin HPV.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










