Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Limau Manis Selatan Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i4.1126Abstract
AbstrakStatus gizi anak balita dapat digunakan sebagai indikator keadaan gizi masyarakat. Status gizi dapat diketahui melalui prevalensi gizi anak umur 1-5 tahun karena golongan umur tersebut paling rentan terhadap gangguan gizi. Pada tahun 2013 Kecamatan Pauh menempati urutan ke-2 dari 20 Puskesmas dengan angka kejadian gizi buruk dan gizi kurang tertinggi di Kota Padang. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method, pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan sampel 95 balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh, analisis data menggunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Pendekatan kualitatif dengan indepth interview kepada enam informan yang terdiri dari Lurah, Pimpinan Puskesmas, Petugas KIA, Petugas Gizi, Bidan Desa dan Kader di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Hasil: Penelitian ini menunjukkan 23,2% balita mengalami kurang gizi. Faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan status gizi balita adalah pola asuh (p=0,021), asupan makanan (p=0,014) dan tingkat pendapatan (p=0,043). Simpulan: Informasi kepada ibu terkait pola asuh yang efektif dan asupan makanan bergizi dan berimbang untuk balita guna meningkatkan status gizi balita yang baik melalui kegitan rutin Posyandu.
Â
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










