Analisis Pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Kota Padang Tahun 2018
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i3.1059Abstract
Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) merupakan kegiatan pencatatan dan pelaporan puskesmas secara menyeluruh (terpadu) dengan konsep wilayah kerja puskesmas.Permasalahan SP2TP di Kota Padang adalah sekitar 40% puskesmas yang menyerahkan laporan SP2TP tidak tepat waktu dan sekitar 70 % dari seluruh laporan yang dikirim puskesmas ke Dinas Kesehatan masih kurang lengkap dan diragukan keakuratannya. Hal ini mengakibatkan keterlambatan Dinas Kesehatan Kota dalam menyerahkan laporan ke Dinas Kesehatan Provinsi dan ke Kementrian Kesehatan, hal lain juga berdampak pada penyusunan perencanaan program kesehatan yang tidak tepat sasaran. Tujuan penelitian ini adalah melihat pelaksanaan Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas (SP2TP) di Kota Padang Tahun 2018. Metode penelitian adalah studi kebijakkan jeniskualitatif dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan telah dokumen, dengan jumlah 24 informan dari Dinas kesehatan dan Puskesmas Kota Padang. Hasil dari penelitian diketahui jika pelaksanaan SP2TP di Kota Padang belum optimal, yang disebabkan masih kurangnya tenaga terlatih SP2TP, sarana prasarana serta dana juga masih kurang, dari proses pelaksanaan SP2TP masih belum mengikuti juknis yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, serta belum adanya pengorganisasian yang baik, dan sistem pencatatan dan pelaporan yang masih manual.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










