<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal.fk.unand.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-05-31T16:52:49Z</responseDate>
	<request from="2020-08-04" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header status="deleted">
				<identifier>oai:ojs.jurnal.fk.unand.ac.id:article/35</identifier>
				<datestamp>2021-03-17T21:46:53Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1074</identifier>
				<datestamp>2025-03-24T04:17:26Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prevalence of Exogenous Okronosis Due to the Use of Whitening Cream Containing Hydroquinone from January 2014 - January 2019</dc:title>
	<dc:creator>Tan, Sukmawati Tansil</dc:creator>
	<dc:creator>Singgih, Rendy</dc:creator>
	<dc:creator>Wu, Vivian</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Okronosis eksogen merupakan salah satu penyakit kulit dengan gambaran deposisi pigmen kebiruan pada wajah yang disebabkan oleh penggunaan hidrokuinon dalam krim pemutih topical yang terjadi dalam waktu yang cukup lama. Tujuan: Memperoleh data prevalensi penderita okronosis eksogen. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain cross sectional yang menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien. Sampel penelitian didapatkan sebanyak 88 pasien yang didiagnosis okronosis eksogen di satu rumah sakit dan dua klinik kesehatan dan kecantikan kulit dengan jumlah empat dokter spesialis kulit dan kelamin yang mendiagnosis okronosis eksogen pada periode Januari 2014 sampai Januari 2019. Hasil:Â  Sebagian besar pasien adalah wanita yaitu dari 88 orang dengan jumlah penderita 81 orang (92,04%) dan laki-laki 7 orang (7,95%). Kelompok umur terbanyak didapatkan pada usia 40-49 tahun sebanyak 43 orang (48,8%) dan diikuti antara 30-39 tahun sebanyak 20 orang (22,7%) penderita. Simpulan: Pasien paling banyak ditemukan berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia tertinggi antara dekade ketiga dan keempat.Kata kunci: hidrokuinon, krim pemutih, okronosis eksogen</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1074</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i2.1074</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020; 162 - 167</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1074/2043</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1081</identifier>
				<datestamp>2025-03-24T07:39:53Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica (L.) Terhadap Profil Darah dan Hepar Pada Tikus Putih yang Diinduksi Asap Rokok</dc:title>
	<dc:creator>Jiwantoro, Yudha Anggit</dc:creator>
	<dc:creator>Jannah, Miftahul</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pegagan mengandung beberapa komponen beraktivitas biologis yang sangat bermanfaat salah satunya berkasiat sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi sel hati dari berbagai kerusakan akibat racun dan zat berbahaya seperti asap rokok. Tujuan: Menganalisis pengaruh ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) terhadap profil darah dan hepar pada tikus yang diinduksi asap rokok. Metode: Penelitian ini adalah true eksperiment dengan desain post test only control group design. Jumlah sampel sebanyak 5 ekor tiap kelompok dengan 5 perlakuan sehingga total sampel 25 ekor tikus. Analisa data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, One way ANOVA, dan post hoct test. Hasil: Pemberian ekstrak pegagan dengan dosis terapi sebesar 250 mg/kgbb, 500 mg/kgbb, dan 1000 mg/kgbb terhadap tikus putih yang diinduksi asap rokok selama 7 minggu tidak menunjukkan perbedaan profil darah secara keseluruhan, hanya nilai limfosit dan trombosit yang menunjukkan hasil signifikan (p&amp;lt; 0,05). Pemberian ekstrak pegagan pada profil hepar (SGPT &amp;amp; SGOT) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p&amp;gt;0,05). Simpulan: Ekstrak pegagan berpengaruh terhadap profil darah (limfosit dan trombosit).Kata kunci: asap rokok, ekstrak pegagan, profil darah, profil hepar</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1081</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i2.1081</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020; 230 - 234</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1081/2056</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1092</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pelaksanaan Program Inisiasi Menyusu Dini Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah</dc:title>
	<dc:creator>Diba Faisal, Afrah</dc:creator>
	<dc:creator>Serudji, Joserizal</dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Hirowati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Inisiasi menyusu dini (IMD) atau early latch on adalah kesempatan yang diberikan kepada bayi segera setelah lahir dengan cara meletakkan bayi di perut ibu, kemudian dibiarkan untuk menemukan puting susu ibu dan menyusu hingga puas. Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan program IMD di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya kecamatan Koto Tangah. Metode: Penelitian ini merupakan evaluation research dengan pendekatan kualitatif menggunakan strategi management-oriented systems models, dengan 4 informan utama dan 9 informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dokumentasi dan observasi. Hasil: Bidan sudah cukup berkualitas dan kompeten dalam pelaksanaan IMD, tidak ada perencanaan dana IMD secara khusus karena IMD merupakan pelayanan persalinan, sarana dan prasarana sudah cukup baik, perencanaan kegiatan IMD sudah cukup baik dilakukan saat ibu memeriksakan kehamilan dan di kelas ibu hamil, pengorganisasian program IMD belum optimal masih ada yang belum tersosialisasikan secara khusus, pelaksanaan kegiatan IMD belum cukup baik, bidan tidak melaksanakan IMD sesuai protap, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program IMD langsung dalam bentuk pencatatan dan pelaporan. Simpulan: Bidan belum mematuhi protap IMD sehingga perlu diberikan motivasi agar melaksanakan sesuai protap dan evaluasi keseluruhan program IMD oleh Puskesmas Lubuk Buaya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1092</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1092</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1092/985</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Afrah Diba Faisal, Joserizal Serudji, Hirowati Ali</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1093</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Cryotherapy terhadap Mukositis Oral pada Pasien Kanker Payudara dengan Kemoterapi di Ruangan Kemoterapi Rumah Sakit M. Djamil Padang</dc:title>
	<dc:creator>Trisna Ajani, Anggra</dc:creator>
	<dc:creator>Malini, Hema</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmadona, Rika</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mukositis oral merupakan salah satu efek samping yang paling sering muncul pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Mukositis oral dapat mengakibatkan terjadi gangguan fungsi integritas rongga mulut sehingga menimbulkan rasa nyeri hebat yang dapat mengakibatkan penundaan pengobatan kemoterapi untuk siklus berikutnya. Mukositis oral juga dapat mengurangi dosis pada kemoterapi yang akan dijalani oleh pasien sehingga pengobatan kanker tidak bisa optimal di lakukan. Tujuan: Menentukan hubungan cryotherapy terhadap mukositis oral pada pasien kanker payudara dengan kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive sampling. Ada 32 orang responden yang menjadi sampel, terdiri dari dua kelompok. Intervensi pada penelitian ini yaitu cryotherapy. Cryotherapy diberikan sewaktu kemoterapi dilaksanakan sampai dengan 14 hari setelah kemoterapi dengan durasi 20 menit sekali sehari. Penilaian mukositis oral dengan menggunakan lembaran observasi OAG (Oral Assesment Guide). Penilaian OAG di lakukan sebelum cryotherapy dan hari ke-14 setelah kemoterapi. Hasil: Ada hubungan cryotherapy dengan penurunan skala mukositis oral pada pasien kanker payudara (p value 0,013). Cryotherapy dapat menyebabkan terjadinya vasokonstriksi pada daerah rongga mulut, mengurangi aliran darah yang membawa obat kemoterapi mencapai area mukosa mulut lebih sedikit. Simpulan: Cryotherapy mampu menurunkan skala mukositis oral pada pasien kanker payudara dengan kemoterapi kombinasi 5-fluorouracil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1093</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1093</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1093/986</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Anggra Trisna Ajani, Hema Malini, Rika Fatmadona</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1094</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Bevacizumab Intravitreal terhadap Best Corrected Visual Acuity dan Central Macular Thickness pada Diabetic Macular Edema</dc:title>
	<dc:creator>Ghaisa Atsari, Arini</dc:creator>
	<dc:creator>Helvinda, Weni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetic Macular Edema (DME) adalah penyebab utama kebutaan pada populasi diabetes. Salah satu patogenesis pada DME adalah karena peningkatan ekspresi VEGF. Bevacizumab adalah anti-VEGF yang dapat meningkatkan Best Corrected Visual Acuity (BCVA) dan mengurangi Central Macular Thickness (CMT) pada pasien DME. Tujuan: Mengetahui persentase jenis kelamin, usia, durasi DM tipe II, BCVA dan CMT sebelum dan setelah injeksi pada bulan pertama dan bulan ketiga pada pasien DME serta menganalisis pengaruh intravitreal bevacizumab anti-VEGF terhadap BCVA dan CMT pada DME di Rumah Sakit M Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah studi retrospektif analitik berdasarkan rekam medis dari 16 pasien DME yang telah injeksi bevacizumab intravitreal pada tahun 2017. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji one way Anova dengan p &amp;lt; 0,05 dianggap signifikan. Hasil: Pasien terdiri dari 11 wanita (68,8%) dan 5 pria (31,2%). Jumlah usia pasien terbanyak antara 51-55 tahun (43,8%) dan durasi terlama yang diketahui DM tipe II adalah 5-10 tahun (50,0%). Rata-rata BCVA (logMAR) sebelum injeksi intravitreal bevacizumab adalah 0,95, bulan pertama setelah injeksi adalah 0,68, dan bulan ketiga setelah injeksi adalah 0,55. CMT rata-rata sebelum injeksi bevacizumab intravitreal adalah 427,62, bulan pertama setelah injeksi 359,59, dan bulan ketiga setelah injeksi 318,12. Simpulan: Terdapat pengaruh bevacizumab anti-VEGF intravitreal terhadap BCVA dan CMT di DME di Rumah Sakit M Djamil Padang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1094</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1094</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1094/987</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Arini Ghaisa Atsari, Weni Helvinda</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1104</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Bakteri dan Sensitivitas Terhadap Antibiotik Pada Otitis Media Supuratif Kronis Di RSUP Dr. M. Djamil Padang</dc:title>
	<dc:creator>Sasmita, Bahana</dc:creator>
	<dc:creator>Yaswir, Rismawati</dc:creator>
	<dc:creator>Lillah, Lillah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakOtitis Media Supuratif Kronis (OMSK) didefinisikan infeksi telinga tengah yang ditandai oleh sekret terus-menerus atau berulang selama tiga bulan atau lebih melalui perforasi membran timpani. Uji sensitivitas penting untuk perencanaan terapi, mengurangi potensi risiko komplikasi dan mencegah resistensi. Tujuan: Mengetahui hasil identifikasi dan sensitivitas terhadap antibiotik pada penderita Otitis Media Supuratif Kronis. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif ini dilakukan di Laboratorium Sentral RSUP Dr M Djamil Padang dari bulan Januari 2016 sampai dengan Juni 2016. Hasil: Bakteri terbanyak penyebab Otitis Media Supuratif Kronis pada spesimen swab telinga adalah Stafiloccocus sp (37,73%) yang sensitif terhadap Meropenem (50%) dan resisten terhadap Ampicillin (100%), Amoxicillin (95%), Ciprofloxacin (95%) dan Levofloxacin (95%). Bakteri penyebab terbanyak kedua adalah Pseudomonas sp (26,41%) yang sensitif terhadap Meropenem (92,85%) dan resisten terhadap Ampicillin (100%), Amoxicillin (100%), Chloramfenicol (100%), Erytromycin (100%), dan Sulfamethoxazole Trimethoprim (100%). Simpulan: Bakteri terbanyak penyebab Otitis Media Supuratif Kronis pada spesimen swab telinga adalah Staphylococcus sp (37,73%) yang sensitif terhadap Meropenem (50%) dan Pseudomonas sp (26,41%) yang sensitif terhadap Meropenem (92,85%)</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1104</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1104</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1104/991</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Bahana Sasmita, Rismawati Yaswir, Lillah Lillah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1105</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penilaian Tingkat Keberhasilan Perawatan Ortodontik dengan Piranti Lepasan Berdasarkan Indeks PAR di RSGM Universitas Baiturrahmah Tahun 2012-2017</dc:title>
	<dc:creator>Aldira, Cantika</dc:creator>
	<dc:creator>Kornialia, Kornialia</dc:creator>
	<dc:creator>Andriansyah, Andriansyah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPerawatan ortodontik dapat dilakukan dengan menggunakan ortodontik cekat maupun lepasan. Observasi dilapangan, perawatan ortodontik di bagian ortodonti RSGM Universitas Baiturrahmah menggunakan alat ortodontik lepasan. Selama ini belum pernah dilakukan evaluasi tingkat keberhasilan perawatan ortodontik terhadap pasien yang telah selesai dirawat yang diukur dengan Peer Assessment Rating Index (indeks PAR). Tujuan: Menentukan tingkat keberhasilan perawatan ortodontik dengan piranti lepasan di bagian ortodonti RSGM Universitas Baiturrahmah berdasarkan indeks PAR. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode observasional analitik serta menggunakan pendekatan waktu penelitian cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan di bagian ortodonti RSGM Universitas Baiturrahmah pada bulan September sampai Oktober 2018. Sampel yang diambil yaitu model gigi pasien yang telah selesai menjalani perawatan ortodontik dari tahun 2012 sampai 2017 di bagian ortodonti RSGM Universitas Baiturrahmah yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dari 122 model gigi, didapatkan 46 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Tingkat keberhasilan perawatan ortodonti lepasan di RSGM Universitas Baiturrahmah banyak yang â€œtidak mengalami perbaikanâ€ (60,9%), namun secara statistik terjadi perbedaan skor yang signifikan sebelum dan sesudah perawatan. Simpulan: Masing-masing komponen indeks PAR secara deskriptif mengalami penurunan skor sebelum dan sesudah perawatan, namun secara statistik yang mengalami perbedaan skor signifikan hanya pada segmen anterior rahang atas dan bawah serta overjet.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1105</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1105</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1105/992</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Cantika Aldira, Kornialia Kornialia, Andriansyah Andriansyah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1107</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Pemenuhan Hak Anak serta Faktor-Faktor yang Mendukung pada Klaster Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan dalam Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak Kota Bukittinggi tahun 2019</dc:title>
	<dc:creator>Darmayanti, Darmayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Lipoeto, Nur Indrawaty</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakSalah satu upaya pemerintah untuk mendukung pemenuhan dan perlindungan hak anak dengan mengembangkan Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA). Kota Bukittinggi sudah menginisiasi kebijakan KLA sejak tahun 2015, tetapi masih ada permasalahan anak yang harus di selesaikan dalam mewujudkan KLA. Tujuan: Melihat gambaran pemenuhan hak anak dan faktor-faktor yang mendukung pada klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan dalam mewujudkan KLA. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 105 ibu yang mempunyai anak usia â‰¤18 tahun. Hasil: Ditemukan belum tercapainya target AKB dan AKABA penimbangan balita, ASI Ekslusif, dan imunisasi, serta masih ada anak yang merokok. Ketersedian saranaÂ  dimanaÂ  ibu balita sudah memanfaatkan ruang menyusui namun fasilitas yang masih kurang. Pelayanan puskesmas sudah ramah anak, rumah tangga sudah mendapatkan akses air bersih, namun akses remaja untuk mendapatkan pelayanan reproduksi masih kurang. Tingkat pengetahuan dan partisipasi masyarakat cukup baik disertai dengan persepsi masyarakat yang sudah baik terhadap implementasi KLA. Simpulan: Kebijakan KLA di Kota Bukittinggi belum signifikan dalam mencapai target indikator KLA. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah perlu penguatan komitmen dari stakeholders, pelaksana dan masyarakat, perlu perencanaan yang terkoordinasi, pelaksanaan yang terintegrasi dan termonitoring dengan optimal.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1107</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1107</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1107/993</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Darmayanti Darmayanti, Nur Indrawaty Lipoeto</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1108</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:TP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Virus Hepatitis B Ditinjau dari Aspek Laboratorium</dc:title>
	<dc:creator>Yulia, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstractInfeksi Virus Hepatitis B (VHB) merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, dan sudah menginfeksi dua milyar penduduk dunia. Diperkirakan enam puluh lima kematian pada pengidap hepatitis B diakibatkan oleh sirosis dan karsinoma hepatoselular. Diagnosis Virus Hepatitis B dilakukan dengan memperhatikan gejala klinis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan HBsAg, Anti HBs, HBeAg, AntiHBe, IgMHBc, HBV DNA.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1108</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1108</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1108/994</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dwi Yulia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1109</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:TP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Akne Pada Anak</dc:title>
	<dc:creator>Yenny, Satya Wydya</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit kulit pada anak-anak merupakan salah satu tantangan bagi dokter terutama dermatologis. Komunikasi yang efektif terhadap pasien anak maupun orangtuanya sangat diperlukan untuk mendapatkan riwayat perjalanan penyakit. Akne pada anak (akne pediatrik, acne in childhood) dapat muncul sejak awal kehidupan hinga masa prepubertas sebelum anak berusia 12 tahun. Akne pada anak dibagi berdasarkan usia menjadi empat subtipe yaitu akne neonatal, akne infantil, mid-childhood acne, dan akne prepubertas. Kelainan ini diduga dipengaruhi oleh fisiologis hingga keterlibatan flora normal kulit, genetik dan hormonal. Terapi yang diberikan bergantung pada subtipe akne dan pada beberapa kasus dibutuhkan rujukan ke endokrinologis.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1109</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1109</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1109/995</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Satya Wydya Yenny</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1110</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hypertension Due To Renal Artery Stenosis</dc:title>
	<dc:creator>Novriyanti, Devi</dc:creator>
	<dc:creator>Pabuti, Aumas</dc:creator>
	<dc:creator>Amelin, Fitrisia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sebagian besar etiologi hipertensi pada anak adalah sekunder dengan kelainan yang mendasari, berbeda dengan dewasa yang biasanya primer. Renovascular hypertension (RVH) terjadi lebih sering pada remaja daripada usia dewasa. Stenosis arteri renalis adalah istilah umum yang merujuk pada lesi vaskuler yang menyebabkan penyempitan arteri renalis sehingga mengganggu aliran darah ke ginjal. Proses untuk mengidentifikasi hipertensi sekunder dan mencari penyebabnya selalu menjadi tantangan pada remaja. Dilaporkan kasus hipertensi akibat stenosis arteri renalis pada remaja perempuan, usia 15 tahun 3 bulan yang didiagnosis berdasarkan gejala klinis, USG doppler dan CT angiografi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1110</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1110</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1110/996</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Devi Novriyanti, Aumas Pabuti, Fitrisia Amelin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1111</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM NEGATIF DAN UJI SENSITIVITAS ANTIBIOTIK ULKUS KAKI DIABETES DI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG</dc:title>
	<dc:creator>Dendy, Dendy</dc:creator>
	<dc:creator>Nasrul, Ellyza</dc:creator>
	<dc:creator>Alia, Eugeny</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakUlkus kaki diabetes merupakan komplikasi kronik diabetes melitus yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi bakteri. Bakteri yang umum diisolasi dari infeksi ulkus kaki diabetes adalah Gram-positif dan Gram-negatif. Pemakaian antibiotik pada terapi ulkus kaki diabetes pada setiap rumah sakit berbeda sehingga terjadi perbedaan sensitivitas antibiotik. Tujuan: Mengidentifikasi bakteri gram negatif dan uji sensitivitas pada ulkus kaki diabetes di RSUP Dr M Djamil Padang. Metode: Penelitian deskriptif retrospektif telah dilakukan pada seluruh swab dari ulkus kaki diabetes di bangsal penyakit dalam yang dikultur menggunakan agar darah di Laboratorium Sentral RSUP Dr M Djamil periode Agustus 2015 sampai Juli 2016. Identifikasi bakteri dengan pewarnaan Gram dan tes biokimia. UjiÂ  sensitivitas antibiotik menggunakan metode Kirby-Bauer sesuai dengan standar CLSI. Hasil: Bakteri yang ditemukan dari swab Ulkus kaki diabetes adalah Proteus sp (36%), Klebsiella sp (34%), Pseudomonas sp (21%), dan Acinetobacter sp (9%). Proteus sp sensitif terhadap meropenem (90%) dan resisten terhadap erithromycin (100%). KlebsiellaÂ  sp resisten terhadap ampicilin (94,7%) dan sensitif terhadap Meropenem (36.8%). Pseudomonas sp sensitif terhadap meropenem (83.3%) dan sebagian besar resisten terhadap antibiotik yang diuji. Acinetobacter sp sebagian besar resisten terhadap antibiotik yang diuji, hanya 40% sensitif terhadap meropenem. Simpulan: Bakteri terbanyak penyebab ulkus kaki diabetes di bangsal penyakit dalam pada periode Agustus 2015 sampai Juli 2016 adalah Proteus sp, yang sensitif terhadap meropenem dan resisten terhadap erithromycin.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1111</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1111</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1111/997</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dendy Dendy, Ellyza Nasrul, Eugeny Alia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1112</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Diagnosis dan Penatalaksanaan Pottâ€™s Puffy Tumor dengan Pendekatan Endonasal dan Eksternal</dc:title>
	<dc:creator>Hamdy, Faisal</dc:creator>
	<dc:creator>Budiman, Bestari Jaka</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPottâ€™s puffy tumor adalah abses subperiosteal pada dinding anterior sinus frontal yang terjadi akibat osteomielitis tulang frontal. Pottâ€™s Puffy tumor merupakan komplikasi dari sinusitis frontal dan trauma kepala pada bagian frontal. Pottâ€™s Puffy tumor memberikan gejala klinis berupa bengkak dan edema pada dahi dan kulit kepala. Penatalaksanaan Pottâ€™s puffy tumor bertujuan untuk drainase sinus, membersihkan jaringan tulang yang terinfeksi, dan membersihkan jaringan granulasi. Dilaporkan satu kasus rinosinusitis kronis dengan polip nasi dengan komplikasi Pottâ€™s puffy tumor pada seorang wanita berusia 36 tahun. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, nasoendoskopi dan CT scan sinus paranasal. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (BSEF) untuk drainase sinus frontal dan pendekatan perkutaneus (external approach) untuk membersihkan jaringan dan tulang yang terinfeksi. Pottâ€™s puffy tumor merupakan komplikasi rinosinusitis kronis yang sangat jarang terjadi. Penatalaksanaan Pottâ€™s puffy tumor dilakukan dengan pendekatan medikamentosa dan bedah untuk drainase sinus frontal dan untuk membersihkan jaringan dan tulang yang terinfeksi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1112</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1112</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1112/998</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Faisal Hamdy, Bestari Jaka Budiman</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1113</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Multiple Autoimmune Syndrome pada Pasien Erupsi Obat Alergi akibat Obat Antituberkulosis dengan Hyper IgE</dc:title>
	<dc:creator>Triansyah, Fandi</dc:creator>
	<dc:creator>Raveinal, Raveinal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Multiple Autoimmune Syndrome (MAS) merupakan koeksistensi dari tiga atau lebih penyakit autoimun. Kejadian MAS ini cenderung tinggi pada pasien dengan riwayat penyakit autoimun sebelumnya. Perkembangan kondisi ini dicurigai berhubungan dengan faktor genetik familial, infeksi, imunologi serta faktor psikologis. Telah dilaporkan pasien laki-laki 49 tahun dengan keluhan utama lemah letih dan pucat yang disertai bercak kemerahan pada leher, dada, perut, kedua lengan dan paha. Keluhan juga disertai telinga berdenging dan rasa tidak nyaman di perut kanan atas. Manifestasi klinis muncul setelah pasien mengkonsumsi obat anti tuberkulosis selama dua minggu. Pasien juga memiliki riwayat transfusi darah berulang sejak satu tahun yang lalu. Pada pemeriksaan penunjang ditemukan adanya anemia berat dengan gambaran hemolitik dengan Cold Autoantibody Hemolytic Anemia (CAHA), eosinofilia dengan limfosistosis, hyper IgE, hepatosplenomegali akibat hepatitis autoimun, sensorineural hearing loss, serta erupsi kulit eksantema makulopapular. Setelah dilakukan penghentian obat anti tuberkulosis selama lebih dari dua minggu, disertai pemberian imunosupresan, tampak perbaikan yang signifikan pada manifestasi kulit dan hematologi. Pasien dilakukan tes provokasi untuk menentukan obat yang menjadi penyebab erupsi obat alergi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1113</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1113</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1113/999</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Fandi Triansyah, Raveinal Raveinal</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1114</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Kualitas Pelayanan Asuhan Persalinan Normal dengan Loyalitas Ibu Bersalin di Puskesmas Rawat Inap Lubuk Buaya Padang Tahun 2017</dc:title>
	<dc:creator>Anggraini, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Serudji, Joserizal</dc:creator>
	<dc:creator>Syafrawati, Syafrawati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakAngka Kematian Ibu (AKI) dapat menggambarkan bagaimana kualitas pelayanan persalinan di puskesmas. Puskesmas rawat inap Lubuk Buaya Padang termasuk penyumbang jumlah kematian ibu kematian ibu diÂ  kota Padang. Tujuan: Menentukan hubungan kualitas pelayanan Asuhan Persalinan Normal (APN) dengan loyalitas ibu bersalin. Kepuasan pasien sebagai confounding variable dan menganalisis kualitas pelayanan APN di Puskesmas Lubuk Buaya Padang tahun 2017. Metode: Penelitian ini menggunakan desain mixed method (kuantitatif dan kualitatif). Hasil: Pada analisis bivariat diketahui bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kualitas pelayanan asuhan persalinan normal (p = 0,004) dan kepuasan ibu (p = 0,001) terhadap loyalitas ibu bersalin. Pada analisis multivariat diketahui kepuasan ibu yang lebih dominan dibandingkan kualitas pelayanan APN dalam mempengaruhi loyalitas ibu bersalin (P=0,001, OR=8,867). Pada aspek input ditemukan bahwa pemerataan penempatan petugas di klinik bersalin puskesmas masih perlu diperhatikan, kemudian diberikan tambahan tenaga bidan untuk mengoptimalkan pelayanan di klinik puskesmas, dan untuk sopir ambulans, tidak selalu ada pada saat dibutuhkan. Aspek perencanaan belum direalisasikan dalam bentuk dokumen. Pelaksanaan pelayanan, langkah-langkahÂ  APN tidak selalu semuanya dikerjakan. Pada pengawasan tidak ditemukan dokumentasi hasil pengawasan yang telah dilakukan oleh pihak puskesmas kepada petugas di klinik bersalin. Simpulan: Capaian ibu yang melakukan persalinan normal di puskesmas lebih rendah dibanding jumlah ibu yang melakukan pemeriksaan kehamilan.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1114</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1114</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1114/1000</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dewi Anggraini, Joserizal Serudji, Syafrawati Syafrawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1115</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hypertrophic Pyloric Stenosis</dc:title>
	<dc:creator>Nasrulloh, M Hafiz</dc:creator>
	<dc:creator>Jurnalis, Yusri Dianne</dc:creator>
	<dc:creator>Sayoeti, Yorva</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Hypertrophic pyloric stenosis merupakan penyakit saluran cerna yang banyak ditemukan pada awal kehidupan. Diagnosis klinis HPS ditentukan berdasarkan riwayat penyakit, pemeriksaan fisik dan radiologi. Dilaporkan seorang bayi usia dua bulan dengan keluhan utama muntah, dari hasil pemeriksaan ultrasonografi abdomen dan barium meal sesuai dengan kecurigaan HPS. Pasien ditatalaksana dengan terapi bedah pyloromiotomi. Kondisi pasien pasca operasi cukup stabil, serta tidak ada keluhan muntah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1115</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1115</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1115/1001</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 M Hafiz Nasrulloh, Yusri Dianne Jurnalis, Yorva Sayoeti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1116</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penatalaksanaan Kolesteatom Eksterna dengan Timpanomastoidektomi Dinding Runtuh</dc:title>
	<dc:creator>Aquinas, Rimelda</dc:creator>
	<dc:creator>Edward, Yan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kolesteatom adalah massa kistik dengan epitel skuamosa, berisi keratin yang proliferatif dan bisa menyebabkan terjadinya destruksi tulang. Kolesteatom eksterna adalah kolesteatom yang terdapat di kanalis akustikus eksternus. Timpanomastoidektomi dinding runtuh adalah tindakan operasi pada kasus kolesteatom eksterna untuk eradikasi kolesteatom, mencegah terjadinya komplikasi dan mempertahankan pendengaran. Dilaporkan satu kasus kolesteatom eksterna pada wanita usia 21 tahun yang meluas ke kavum mastoid dan menimbulkan defek pada kanalis akustikus eksternus. Pada pasien dilakukan tindakan timpanomastoidektomi dinding runtuh telinga kiri. Operasi timpanomastoidektomi dinding runtuh yang dilakukan pada kasus kolesteatom eksterna dengan perluasan ke kavum mastoid memberikan hasil yang baik. Kontrol secara rutin diperlukan untuk mencegah terjadinya rekurensi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1116</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1116</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1116/1002</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rimelda Aquinas, Yan Edward</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1117</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Orbital Cellulitis</dc:title>
	<dc:creator>Liyanti, Rince</dc:creator>
	<dc:creator>Sukmawati, Getry</dc:creator>
	<dc:creator>Vitresia, Havriza</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Selulitis orbital merupakan penyakit serius yang mengancam jiwa, ditandai dengan infeksi jaringan lunak di bagian posterior septum orbital. melibatkan jaringan lunak orbita. Trombosis sinus kavernosa merupakan tahapan akhir infeksi orbita yang meluas ke intra cranium, ditandai dengan penurunan kesadaran dan gejala rangsangan meningeal. Dipresentasikan tiga kasus selulitis orbital dengan klinis khas yang sangat berbeda. Pilihan terapi diberikan diberikan berdasarkan gejala klinis. Tidak ada kesepakatan tentang antibiotik terbaik untuk digunakan, golongan antibiotik Î²-laktam selama 4-6 minggu masih direkomendasikan sebagai agen lini pertama, dan untuk kasus thrombosis sinus kavernosus, antibiotik meropenem dan vankomisin selama 6-8 minggu merupakan terapi utama. Observasi lanjutan dan pemeriksaan radiografi dapat dilakukan sesuai indikasi. Manajemen yang tepat dari pasien selulitis orbita memerlukan multidisiplin tim. Diagnosis cepat dan terapi yang tepat diharapkan bermanfaat untuk perbaikan visual dan klinis yang baik, meskipun kadang masih terdapat gejala residual seperti sikatrik kornea dan trichiasis. Selulitis orbital merupakan kasus yang mengancam jiwa, karena penyebaran infeksi yang dapat mencapai intrakranial. Diharapkan dengan diagnosis cepat dan pemberian antibiotik agresif berdasarkan gejala klinis dapat menyelamatkan nyawa pasien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1117</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1117</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1117/1003</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rince Liyanti, Getry Sukmawati, Havriza Vitresia</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1118</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Drug Reaction With Eosinophilia and Systemic Symptom (DRESS) pada Tuberkulosis Payudara dalam Pengobatan</dc:title>
	<dc:creator>Kurniawan, Rudi Erwin</dc:creator>
	<dc:creator>Raveinal, Raveinal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Drug Reaction With Eosinophilia and Systemic Symptom (DRESS) atau sindroma DRESS merupakan suatu reaksi idiosinkratik yang terjadi setelah pemberian obat dalam dosis terapi yang ditandai dengan manifestasi klinis berupa adanya erupsi eritematosa, demam, kelainan hematologi terutama adanya eosinofilia dan adanya keterlibatan organ dalam seperti hepatitis, nefritis, limfadenopati, pneumonitis dan miokarditis. Sindroma DRESS sering disebabkan oleh obat seperti trimetropim, allopurinol, metronidazol, dapson dan abacavir. Penyaki ini juga dapat terjadi akibat reaksi silang obat, seperti obat anti konvulsan (carbamazepin, fenitoin, fenobarbital) dan obat anti inflamasi non steroid (piroksikam). Dilaporkan pasien wanita 34 tahun dengan keluhan utama kuning pada mata yang disertai bercak kemerahan pada wajah, badan, lengan dan tungkai. Manifestasi klinis muncul setelah pasien mengkonsumsi obat anti tuberkulosis selama 1,5 bulan. Pada pemeriksaan penunjang yang khas tampak eosinophilia dengan limfositik atipik dan keterlibatan organ dalam berupa hepatitis setelah menyingkirkan penyebab lain dari hepatitis. Setelah dilakukan penghentian obat anti tuberkulosis selama 2 mingga tampak perbaikan yang signifikan pada manifestasi kulit dan hematologi. Pasien kemudian dilakukan tes provokasi untuk menentukan obat yang menjadi penyebab terjadinya sindroma DRESS.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1118</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1118</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1118/1004</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rudi Erwin Kurniawan, Raveinal Raveinal</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1119</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Penerapan Praktik Interprofessional Education Terhadap Tingkat Kepuasan Ibu Yang Mengikuti Kelas Ibu Hamil Di Puskesmas Kota Bukittinggi</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Diana</dc:creator>
	<dc:creator>Masrul, Masrul</dc:creator>
	<dc:creator>Maputra, Yantri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakTingkat partisipasi ibu hamil untuk mengikuti kelas ibu hamil berhubungan erat dengan tingkat kepuasan, untuk meningkatkan kepuasan dapat dilakukan melalui interprofessional collaboration dalam pelayanan kesehatan. Kolaborasi yang efektif dapat dibentuk melalui interprofessional education (IPE). Tujuan: Menganalisis pengaruh penerapan praktik interprofessional education terhadap tingkat kepuasan ibu yang mengikuti kelas ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan rancangan pretest â€“ posttest control group design. Penelitian ini telah dilakukan di dua Puskesmas kota Bukittinggi dengan melibatkan bidan, ahli gizi dan dokter dalam IPE. Responden dalam penelitian ini yaitu ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil sebanyak 76 orang yang terdiri dari 38 ibu hamil kontrol dan 38 ibu hamil intervensi. Kelompok intervensi adalah kelas ibu hamil berbasis IPE sedangkan kelompok kontrol adalah kelas ibu hamil konvensional (tanpa IPE). Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Tingkat kepuasan diukur dengan melakukan wawancara langsung kepada responden. Analisis data menggunakan uji-t. Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kepuasan ibu yang mengikuti kelas ibu hamil sebelum dan sesudah penerapan praktik interprofessional education pada kelompok intervensi dan terdapat perbedaan yang bermakna tingkat kepuasan ibu yang mengikuti kelas ibu hamil pada kelompok intervensi danÂ  kelompok kontrol dengan p = 0,000 (p&amp;lt; 0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh penerapan praktik interprofessional education terhadap tingkat kepuasan ibu yang mengikuti kelas ibu hamil.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1119</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1119</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1119/1005</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Diana Putri, Masrul Masrul, Yantri Maputra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1120</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tuberculosis Disseminata pada Pasien Imunokompeten</dc:title>
	<dc:creator>Lini, Sukma</dc:creator>
	<dc:creator>Fauzar, Fauzar</dc:creator>
	<dc:creator>Kurniati, Roza</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak Tuberkulosis Disseminata didefinisikan sebagai penyebaran dua atau lebih pada organ tubuh yang disebabkan oleh penyebaran lymphohematogenous Mycobacterium tuberculosis. Dilaporkan pasien wanita usia 24 tahun dengan keluhan utama sesak nafas, serta adanya ulkus pada aksila, leher dan lengan. Ulkus ini diawali dengan munculnya benjolan yang kemudian pecah dan bernanah. Biopsi kulit didapatkan gambaran tuberkulosis kulit. Pemeriksaan pencitraan dikombinasikan dengan gambaran histopatologi, kecurigaan klinis dan perbaikan dengan terapi OAT diperlukan untuk mengkonfirmasi diagnosis, terutama dalam kasus tuberkulosis ekstrapulmoner. Kejadian tuberkulosis diseminata jarang, biasanya menyerang pasien dengan gangguan kekebalan tubuh. Pada pasien ini telah dilakukan berbagai pemeriksaan untuk menelusuri kondisi imunodefisiensi tapi tidak ditemukan. Gambaran lesi paru miliar pada rontgen thorak sering ditemukan pada pasien tuberkulosis diseminata dan gambaran ekstrapulmoner yang bervariasi. Diagnosis pasti tuberkulosis ekstrapulmoner sangat sulit, bergantung pada temuan histologis dan/atau bakteriologis dari hasil biopsi jaringan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1120</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1120</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1120/1006</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Sukma Lini, Fauzar Fauzar, Roza Kurniati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1121</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Faktor Penyebab Kejadian Kecacingan pada Anak Sekolah Dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2017</dc:title>
	<dc:creator>Suriani, Endang</dc:creator>
	<dc:creator>Irawati, Nuzulia</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Yuniar</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstractKecacingan merupakan masalah kesehatan yang masih banyak di temukan di dunia. Prevalensi kecacingan di Indonesia berdasarkan angka nasional (28,12%). Sumatera barat (82,3%) dengan rincian prevalensi cacing ascaris lumbricodies 17,75%, cacing Trichuris trichiura 17,74% dan cacing Hookworm 6,46. Tujuan: Mengetahui faktor penyebab kejadian kecacingan pada anak SD diwilayah kerja Puskesmas X Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dua variabel (independen dan dependen). Variabel independen: tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu, kebiasaan anggota keluarga berdefikasi, kebersihan kuku anak, status ekonomi keluarga, keadaan lantai rumah dan kebersihan lingkungan dengan menggunakan kuesioner. Variabel dependen: Hasil pemeriksaan feses secara langsung menggunakan pewarnaan eosin 2 % secara mikroskopis. Hasil: penelitian ini menunjukan bahwa kejadian kecacingan pada anak SD sebesar 53,2 %, tingkat pendidikan ibu tinggi 54,0 %, pengetahuan ibu rendah 73,4 %, Kebiasaan anggota keluarga berdefikasi baik 96,8%, kebersihan kuku baik 64,5 %, status ekonomi menengah 75 %, keadaan lantai rumah baik 74,2 %, kebersihan lingkungan buruk 62,9 %. Simpulan: Kejadian kecacingan pada anak SD masih tinggi, implementasi kebijakan program kecacingan di puskesmas belum maksimal.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1121</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1121</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1121/1007</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Endang Suriani, Nuzulia Irawati, Yuniar Lestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1122</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas. 2019; 8(4) Gitelman Syndrome</dc:title>
	<dc:creator>Dimitri, Venni</dc:creator>
	<dc:creator>Priyono, Drajat</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakGitelman syndrome (GS) adalah gangguan tubular ginjal bersifat autosom resesif yang ditandai dengan hipokalemia, alkalosis metabolik, hipomagnesemia dan hipokalsiuria. Gitelman syndrome biasanya muncul pada usia remaja atau dewasa muda namun sering tidak terdiagnosis sampai akhir masa kanak-kanak atau bahkan dewasa Prevalensi GS diperkirakan 1-10 : 40.000. Manifestasi klinis berupa tetani, parestesia, cepat lelah atau kelemahan umum, poliuria, nokturia. Gitelman syndrome yang berat berupa perubahan status mental, kejang fokal, kondrokalsinosis, rabdomiolisis, kelemahan dan aritmia ventrikuler. Telah dilaporkan pasien wanita 23 tahun dengan keluhan utama penurunan kesadaran, disertai kelemahan ekstremitas, poliuria, dan sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak mengantuk,kekuatan motorik keempat ekstremitas menurun. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan kadar kalium 1,3 mmol/l, magnesium 1,8 mg/dl, kalsium urin 86,3 mg/24 jam serta analisis gas darah dengan kesan asidosis respiratorik dengan gagal napas tipe II. Setelah kondisi pasien stabil didapatkan hasil analisis gas darah alkalosis metabolik. Terapi pada pasien adalah terapi substitusi dengan pemberian kalium intravena.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1122</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1122</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1122/1008</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Venni Dimitri, Drajat Priyono</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1123</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Implementasi Program Pelayanan Antenatal Terpadu pada Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis dan Anemia di Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Ramadhaniati, Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Masrul, Masrul</dc:creator>
	<dc:creator>Ali, Hirowati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakKekurangan gizi pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus. Cakupan kunjungan pertama ibu hamil (K1) dan kunjungan keempat (K4) di kota Padang hampir dan telah mencapai target yang telah ditetapkan, namun kasus defisiensi ibu hamil masih terus ada. Tujuan: Menganalisis pelaksanaan program pelayanan antenatal terpadu pada ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia di kota Padang tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2019 di Dinas Kesehatan dan Puskesmas kota Padang. Informan terdiri dari Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Pemegang Program antenatal terpadu, Kepala Puskesmas, Bidan Pengelola, Bidan Pelaksana, Tenaga Ahli Gizi, ibu hamil KEK dan anemia. Hasil: Analisis menunjukkan proses sosialisasi Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria (NSPK), pelaksanaan pelayanan antenatal terpadu di sarana dan fasilitas kesehatan, serta penggunaan logistik pendukung masih dinilai kurang. Analisis output didapatkan pelayanan antenatal terpadu belum seluruhnya dilaksanakan di sarana dan fasilitas kesehatan sesuai standar. Simpulan: Sistem pelaksanaan program pelayanan antenatal terpadu masih belum sesuai target. Proses sosialisasi dan pelaksanaan membutuhkan perbaikan agar dapat meningkatkan keaktivan masyarakat.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1123</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1123</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1123/1009</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Fitri Ramadhaniati, Masrul Masrul, Hirowati Ali</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1124</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Studi Kasus Perawatan Luka dengan Gel Aloe Vera pada Pasien Ulkus kaki Diabetik</dc:title>
	<dc:creator>Sari, Yance Komela</dc:creator>
	<dc:creator>Malini, Hema</dc:creator>
	<dc:creator>Oktarina, Elvi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakDiabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi ulkus kaki diabetik. Perawatan luka yang tepat dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya amputasi yaitu perawatan luka moist dengan menggunakan gel aloe vera. Dilaporkan seorang wanita 55 tahun mengalami ulkus kaki diabetik setelah luka tidak sembuh-sembuh dalam waktu yang lama. Pengkajian luka menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool dan luka dinilai setiap minggu selama 3 minggu. Hasil dari penjumlahan Bates Jensen pada saat pre-test 45, post-test pertama 40, post-test kedua 34 dan post-test ketiga 26. Pasien diberikan perawatan luka setiap dua hari sekali dengan menggunakan gel aloe vera selama 3 minggu dan mengalami perbaikan secara signifikan. Perawatan luka dengan gel aloe vera efektif pada kasus ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1124</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1124</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1124/1010</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Yance Komela Sari, Hema Malini, Elvi Oktarina</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1125</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan Stunting Ditinjau dari Intervensi Gizi Spesifik Gerakan 1000 HPK Di Puskesmas Pegang Baru Kabupaten Pasaman</dc:title>
	<dc:creator>Muthia, Gina</dc:creator>
	<dc:creator>Edison, Edison</dc:creator>
	<dc:creator>Yantri, Eny</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPeriode kritis bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebut dengan 1000 Hari Pertama Kehidupan dipengaruhi oleh status gizi ibu pada saat pra-hamil, kehamilan dan saat menyusui. Masalah gizi yang dapat terjadi pada masa ini adalah stunting (pendek). Salah satu program yang terdapat dalam Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam upaya mencegah stunting adalah intervensi gizi spesifik. Tujuan: Menganalisis evaluasi pelaksanaan program pencegahan stunting ditinjau dari intervensi gizi spesifik Gerakan 1000 HPK. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Pegang Baru menggunakan rancangan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview), observasi dan Focus Group Discussion (FGD). Komponen yang diteliti adalah input (pembiayaan, SDM, obat-obatan, pedoman dan SPO), process (perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pengawasan, pencatatan dan pelaporan) dan output (pencapaian indikator gizi spesifik). Hasil: Komponen input; tidak ada dana khusus untuk intervensi gizi spesifik, masih kurangnya tenaga gizi dan belum ada pedoman dan SPO tentang penanganan growth faltering. Komponen proses; perencanaan belum dilakukan secara buttom up dan belum semua intervensi gizi spesifik mempunyai pencatatan pelaporan. Komponen output; balita yang mendapat kapsul vitamin A dan bumil Kurang Energi Kronis (KEK) yang mendapat PMT sudah memenuhi target capaian dan masih ada program intervensi gizi spesifik yang dillaksanakan tidak bisa dievaluasi. Simpulan: Pencegahan stunting melalui program intervensi gizi spesifik belum menurunkan stunting dibawah 20%.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1125</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1125</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1125/1011</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Gina Muthia, Edison Edison, Eny Yantri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1126</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Limau Manis Selatan Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Gusrianti, Gusrianti</dc:creator>
	<dc:creator>Azkha, Nizwardi</dc:creator>
	<dc:creator>Bachtiar, Hafni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakStatus gizi anak balita dapat digunakan sebagai indikator keadaan gizi masyarakat. Status gizi dapat diketahui melalui prevalensi gizi anak umur 1-5 tahun karena golongan umur tersebut paling rentan terhadap gangguan gizi. Pada tahun 2013 Kecamatan Pauh menempati urutan ke-2 dari 20 Puskesmas dengan angka kejadian gizi buruk dan gizi kurang tertinggi di Kota Padang. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method, pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional dengan sampel 95 balita di wilayah kerja Puskesmas Pauh, analisis data menggunakan univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Pendekatan kualitatif dengan indepth interview kepada enam informan yang terdiri dari Lurah, Pimpinan Puskesmas, Petugas KIA, Petugas Gizi, Bidan Desa dan Kader di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Hasil: Penelitian ini menunjukkan 23,2% balita mengalami kurang gizi. Faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan status gizi balita adalah pola asuh (p=0,021), asupan makanan (p=0,014) dan tingkat pendapatan (p=0,043). Simpulan: Informasi kepada ibu terkait pola asuh yang efektif dan asupan makanan bergizi dan berimbang untuk balita guna meningkatkan status gizi balita yang baik melalui kegitan rutin Posyandu.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1126</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1126</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1126/1012</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Gusrianti Gusrianti, Nizwardi Azkha, Hafni Bachtiar</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1127</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Pola Asuh Orang Tua Tunggal Ibu dengan kematangan Emosi dan Keterampilan Sosial pada Anak Pra Sekolah usia 4-6 tahun di PAUD Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Tahun 2019</dc:title>
	<dc:creator>Anggraini, Helni</dc:creator>
	<dc:creator>Amir, Arni</dc:creator>
	<dc:creator>Maputra, Yantri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPola asuh orang tua tunggal ibu merupakan perilaku dan sikap ibu dalam pengasuhan anak yang berefek terhadap perkembangan dan kesejahteraan anak baik dalam keluarga maupun dilingkungan sekolah. Keberhasilan orang tua tunggal ibu dalam menjalankan perannya dapat dilihat dari tingkah laku anak dalam mengekspresikan emosi dan sosial anak. Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua tunggal ibu dengan kematangan emosi dan keterampilan sosial anak pra sekolah usia 4-6 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik menggunakan desain cross sectional dengan jumlah 40 orang responden dengan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden, pada variabel pola asuh menggunakan Parental Authority Quetionare (PAQ), kematangan emosi menggunakan kuesioner yang dirancang peneliti, dan keterampilan sosial menggunakan Vineland Social Maturity Scale (VSMS) penelitian dilakukan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kecamatan Koto Tangah Kota Padang pada bulan Maret-Juni 2019. Analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Sebagian besar pola asuh yang banyak diterapkan oleh orang tua tunggal ibu yaitu pola asuh demokratif (87,5%), lebih dari separoh kematangan emosi tinggi (70%), sebagian besar keterampilan sosial rendah (87,5%). Terdapat hubungan pola asuh orang tua tunggal ibu dengan kematangan emosi ð† = 0,002 dan terdapat hubungan pola asuh dengan keterampilan sosial ðœŒ = 0,014. Simpulan: Terdapat hubungan pola asuh orang tua tunggal ibu dengan kematangan emosi dan keterampilan sosial anak pra sekolah usia 4-6 tahun.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1127</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1127</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1127/1013</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Helni Anggraini, Arni Amir, Yantri Maputra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1128</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">MUKOSITIS	PADA	ANAK	KANKER	YANG	MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUP dr.M.DJAMIL PADANG</dc:title>
	<dc:creator>Hasni, Hidayatul</dc:creator>
	<dc:creator>Mayetti, Mayetti</dc:creator>
	<dc:creator>Novrianda, Dwi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakMukositis merupakan suatu peradangan pada membran mukosa yang sering terjadi pada anak yang menderita kanker saat kemoterapi. Tujuan: Melihat gambaran kejadian mukositis sebelum dan sesudah dilakukan kemoterapi. Metode: Desain penelitian yaitu deskriptif terhadap 45 responden yaitu anak dengan kanker yang menjalani kemoterapi. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data pada responden dengan menggunakan WHO mucositis scale. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil: Didapatkan sebelum menjalani kemoterapi seluruh responden (100%) tidak mengalami mukositis, sementara itu setelah menjalani kemoterapi didapatkan 28 responden (62,2%) mengalami mukositis dan 17 responden (37,8%) tidak mengalami mukositis. Simpulan: Deteksi dini mukositis sangat perlu sekali melalui pemeriksaan klinis yang dilakukan setelah anak menjalani kemoterapi. Perawat dapat mempertimbangkan dampak yang sering terjadi pada anak yang menjalani kemoterapi, serta adanya evidance practice yang diterapkan untuk mengatasi kejadian mukositis.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1128</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1128</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1128/1014</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Hidayatul Hasni, Mayetti Mayetti, Dwi Novrianda</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1129</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peran	Dukungan	Keluarga	Dalam	Menurunkan	Diabetes Distress Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II</dc:title>
	<dc:creator>Rahmi, Hidayatul</dc:creator>
	<dc:creator>Malini, Hema</dc:creator>
	<dc:creator>Huriani, Emil</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPenderita Diabetes Mellitus (DM) sering mengalami masalah psikologis yang berhubungan langsung dengan beban dan kekhawatiran karena tuntutan penyakit. Diabetes distress merupakan kekhawatiran pasien tentang manajemen diri, dukungan keluarga, beban emosional dan akses keperawatan. Dukungan keluarga diperlukan dalam mengatasi kekhawatiran dan beban emosional pasien diabetes mellitus. Tujuan: Menganalisis peran dukungan keluarga terhadap penurunan tingkat diabetes distress pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kota Padang tahun 2019. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan pre dan post test control group. Pengambilan sampel secara simple random sampling untuk mendapatkan 64 orang (32 orang tiap kelompok). Data dikumpulkan menggunakan Diabetes Distress Scale (DDS-17). Hasil: Analisis data menggunakan Wilcoxon test menunjukan terdapat pengaruh dukungan keluarga terhadap Diabetes Distress (p=0,000). Simpulan: Dukungan keluarga berupa dukungan emosional/rasa empati dan dukungan penghargaan membuat pasien merasa lebih baik, diperhatikan dan dimengerti, merasa dimiliki dan dicintai sehingga pasien memiliki motivasi dan memperoleh kembali keyakinannya dalam menghadapi kekhawatiran karena penyakitnya.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1129</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1129</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1129/1015</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Hidayatul Rahmi, Hema Malini, Emil Huriani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1130</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Konstipasi pada Pasien Stroke di RS Islam Siti Rahmah Padang</dc:title>
	<dc:creator>Sibarani, Maria Valentina</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfah, Rahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Afriyanti, Esi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakKonstipasi merupakan keluhan yang sangat sering pada pasien stroke, jika tidak diatasi akan menyebabkan komplikasi penyakit lainnya. Konstipasi pada pasien stroke bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya diperberat oleh aktivitas fisik yang kurang. Tujuan: Menentukan korelasiÂ  aktifitas fisik terhadap konstipasi padaÂ  pasien stroke di RS Islam Siti Rahmah Padang. Metode: Subjek penelitian adalah pasien stroke sebanyak 54 orang. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengukuran konstipasi menggunakan Constipation Scoring System (CSS) dan untuk menilai aktifitas fisik digunakan International Physical Activity Quosioner (IPAQ). Analisa statisitik dilakukan dengan uji korelasi Spearmen. Hasil: Responden dengan aktifitas rendah dan mengalami konstipasi berjumlah 34 orang (87,18%). Hal ini menunjukan terdapat hubungan yang kuat dan bersifat positif antara aktivitas fisik dan konstipasi pada pasien stroke (p = 0,000, r = 0,608). Simpulan: Terdapat hubungan aktifitas fisik terhadap konstipasi pada pasien stroke di RS Islam Siti Rahmah padangÂ </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1130</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1130</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1130/1016</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Maria Valentina Sibarani, Rahmi Ulfah, Esi Afriyanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1131</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Keakuratan Dokumentasi Asuhan Keperawatan</dc:title>
	<dc:creator>Damanik, Marisih</dc:creator>
	<dc:creator>Fahmy, Rahmi</dc:creator>
	<dc:creator>Merdawati, Leni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakDokumentasi asuhan keperawatan harus dilakukan dengan lengkap dan akurat karena merupakan pertahanan diri perawat terhadap tuntutan juga sebagai bukti bahwa asuhan keperawatan benar telah dilakukan. Tujuan: Mengidentifikasi keakuratan dokumentasi asuhan keperawatan di Instalasi Rawat Inap salah satu rumah sakit di Sumatera Barat. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan observasi terhadap dokumen rekam medis. Sampel adalah 305 dokumen dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah D-Cath Instrument. Hasil: Keakuratan pengkajian keperawatan sebagian lengkap (76,7%), keakuratan diagnosis keperawatan hanya mengandung masalah keperawatan saja (957%), keakuratan intervensi keperawatan tidak ada tindakan/aktifitas keperawatan (81,3%), keakuratan catatan perkembangan dan evaluasi sebagian lengkap (63,9%) dan legibility/keterbacaan kualitas baik (69,2%). Simpulan: Keakuratan dokumentasi asuhan keperawatan masih kurang, untuk itu masih perlu ditingkatkan lagi melalui pelatihan.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1131</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1131</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1131/1017</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Marisih Damanik, Rahmi Fahmy, Leni Merdawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1132</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran	Missing	Cases	Tuberkulosis	pada	Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota Padang Panjang</dc:title>
	<dc:creator>Febriyeni, Mery</dc:creator>
	<dc:creator>Machmud, Rizanda</dc:creator>
	<dc:creator>Yani, Finny Fitri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakVisi end Tuberculosis 2035 sulit dicapai jika masih banyak kasus TB yang tidak ternotifikasi (missing cases). Missing cases TB merupakan istilah penderita TB yang tidak terdiagnosis (underdiagnosis) atau terdiagnosis namun tidak tercatat (underreporting). Missing cases TB di kota Padang Panjang 3 (tiga) tahun terakhir mencapai 69,35% dibandingkan dengan Sumatera Barat (64,12%), Indonesia (60,78%) dan global (40%). Dampaknya sangat besar, karena keberadaan dan kondisi kasus indeks tidak diketahui. Alur penemuan kasus, jumlah missing cases dan lokasi missing cases belum diketahui dengan jelas. Tujuan: Memperoleh gambaran mengenai alur proses penemuan kasus, mengidentifikasi jumlah missing cases dan lokasi missing cases TB. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus yang telah dilakukan dari Januari sampai Juli 2019 di Puskesmas, Klinik Pratama dan Dokter Praktek Mandiri Kota Padang Panjang. Missing cases TB ditelusuri dengan pendekatan Patient Care Cascade. Lokasi missing cases TB diidentifikasi menggunakan Patient Pathway Analysis. Hasil: Alur penemuan kasus TB paru di FKTP pemerintah sudah sesuai pedoman, namun penemuan kasus TB paru di FKTP non-pemerintah ada perbedaan. Simpulan: Teridentifikasi underdiagnosis sebanyak 71 kasus. Underreporting sebanyak 25 kasus TB. Lokasi terjadinya missing cases TB yaitu di klinik swasta sebanyak 19 kasus dan Dokter Praktek Mandiri sebanyak 6 kasus..Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1132</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1132</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1132/1018</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Mery Febriyeni, Rizanda Machmud, Finny Fitri Yani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1133</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Pelaksanaan Program Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Balita di Puskesmas Kota Padang Tahun 2018</dc:title>
	<dc:creator>Syofiah, Putri Nelly</dc:creator>
	<dc:creator>Machmud, Rizanda</dc:creator>
	<dc:creator>Yantri, Eny</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakProgram SDIDTK merupakan program pembinaaan tumbuh kembang anak secara komprehensif dan berkualitas melalui kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) pada masa balita. Program SDIDTK balita di Kota Padang masih dihadapkan pada pengelolaan yang kurang profesional diberbagai tahapan. Tujuan: Menganalisis sistem pelaksanaan program SDIDTK balita di Puskesmas Kota Padang tahun 2018. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara triangulasi sumber dan teknik. Hasil: Pengolahan dan analisis data pada komponen input kebijakan sudah ada. Standar Operasional Pelayanan dan Pedoman sudah ada, tetapi jumlahnya belum mencukupi. Tenaga kesehatan masih belum memenuhi standar. Dana telah dianggarakan. Ketersediaaan sarana dan prasarana belum cukup memadai. Komponen proces perencanaan dan pengorganisasian sudah ada. Lokakarya mini sudah dilaksanakan secara berkala. Pelaksanaan pelayanan masih ada yang melaksanakan tidak sesuai dengan buku pedoman yang ada. Supervisi dan evaluasi masih kurang maksimal. Pencatatan dan pelaporan belumÂ  berjalan dengan baik. Simpulan: Kegiatan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) belum dilaksanakan secara maksimal.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1133</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1133</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1133/1019</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Putri Nelly Syofiah, Rizanda Machmud, Eny Yantri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1134</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Jumlah Koloni Bakteri Asam Laktat pada Rongga Mulut yang Sehat</dc:title>
	<dc:creator>Elkhaira, Rheta</dc:creator>
	<dc:creator>Kasuma, Nila</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Andani Eka</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakSalah satu flora normal yang terdapat di dalam rongga mulut adalah Bakteri Asam Laktat (BAL). Kemampuan BAL antara lain menghasilkan antimikroba, mengatur respons imun host dan menghalangi pertumbuhan bakteri patogen. Keberadaan BAL di rongga mulut sangat penting untuk menjaga kesehatan oral dan mencegah terjadinya penyakit periodontal. Hal ini mendorong perlunya penelitian mengenai jumlah koloni BAL di dalam rongga mulut yang sehat sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif terapi penyakit periodontal. Tujuan: Mengidentifikasi jumlah koloni BAL pada rongga mulut yang sehat. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional dengan rancangan cross- sectional. Subyek penelitian terdiri dari 49 orang dengan gusi yang sehat. Subyek diminta untuk berkumur dengan akuades steril kemudian akuades hasil berkumur ditampung untuk selanjutnya dikultur di media MRS. Setelah diinkubasi selama 48 jam dilakukan penghitungan jumlah koloni bakteri asam laktat yang tumbuh pada media MRS. Hasil: Rerata jumlah koloni BAL kelompok sehat 7,8 x 104 Â± 9,4 x 104 CFU/ml. Bakteri yang tumbuh pada media MRS pada penelitian ini semuanya berbentuk bundar, umumnya tepian rata, berwarna putih, mukoid, berukuran kecil dengan elevasi cembung. Beberapa bakteri berwarna krem atau putih keruh, berukuran sedang, tidak mukoid, tepian tidak rata dan elevasi seperti tombol. Simpulan: BAL merupakan flora normal yang keberadaannya penting untuk menjaga rongga mulut yang sehat.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1134</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1134</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1134/1020</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rheta Elkhaira, Nila Kasuma, Andani Eka Putra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1135</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Kepatuhan Minum Obat dan Jumlah CD4 Terhadap Kualitas Hidup Orang dengan HIV AIDS di Poliklinik Voluntary Counseling and Testing RSUP Dr M Djamil Padang</dc:title>
	<dc:creator>Rihaliza, Rihaliza</dc:creator>
	<dc:creator>Murni, Arina Widya</dc:creator>
	<dc:creator>Alfitri, Alfitri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakInfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius yang dapat menimbulkan masalah yang cukup luas yakni meliputi masalah fisik, sosial dan emosional. Permasalahan yang dihadapi oleh Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) akan mempengaruhi fisik dan psikologis ODHA itu sendiri sehingga akan berdampak terhadap kualitas hidup. Tujuan: Menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dan jumlah CD4 terhadap kualitas hidup (ODHA) di PoliklinikÂ  Voluntary Counseling and Testing RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 ODHA yang melakukan kontrol di Poliklinik VCT RSUP Dr M Djamil Padang. Instrumen penelitian menggunakan 2 kuesioner, yaitu WHOQOL-HIV BREF, Simplified Self- Report Measure of Adherence dan studi dokumentasi pada rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji Chi square. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna dengan p&amp;lt;0,05 antara kepatuhan minum obat dan jumlah CD4 terhadap kualitas hidup ODHA. Simpulan: Diharapkan kepada petugas kesehatan agar selalu memberikan edukasi tentang pentingnya patuh minum obat ARV secara rutin, sehingga jumlah CD4 di dalam darah berada dalam batas normal sehingga ODHA memiliki fisik sehat yang berdampak pada kualitas hidupnya.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1135</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1135</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1135/1021</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rihaliza Rihaliza, Arina Widya Murni, Alfitri Alfitri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1136</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Kunjungan Posyandu Terintegrasi PAUD dengan Status Gizi dan Kemampuan Berbahasa pada Anak Balita Usia 4-5 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas PAUH Kota Padang Tahun 2019</dc:title>
	<dc:creator>Yunola, Satra</dc:creator>
	<dc:creator>Bachtiar, Hafni</dc:creator>
	<dc:creator>Basyir, Vaulinne</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPosyandu terintegrasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan penyelenggaraan integrasi layanan sosial dasar di posyandu, salah satunya adalah pembinaan gizi dan kesehatan ibu anak serta pos PAUD. Posyandu yang melaksanakan program pengembangan tambahan, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik, sosial dan emosional anak yang dapat dipantau salah satunya pada integrasi Posyandu PAUD, namun pelaksanaannya belum maksimal. Tujuan: Menentukan hubungan kunjungan posyandu terintegrasi PAUD dengan status gizi dan kemampuan berbahasa pada anak balita usia 4-5 tahun. Metode: Desain penelitian yaitu crossectional terhadap 73 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi langsung pada anak menggunakan lembar pedoman perkembangan bahasa anak di Posyandu terintegrasi PAUD pada bulan Maret sampai September 2019 dengan metode simple random sampling menggunakan uji Chi-square. Hasil: Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa lebih dari separoh kunjungan posyandu terintegrasi PAUD tidak aktif (60,2%), sebagian besar status gizi lebih (68,5%), lebih dari separoh kemampuan berbahasa anak kurang baik (60,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan kunjungan posyandu terintegrasi PAUD dengan status gizi (Ï&amp;lt;0,05) dan kemampuan berbahasa (Ï&amp;lt;0,05) anak balita usia 4-5 tahun. Simpulan: Kunjungan posyandu terintegrasi PAUD penting dihadiri oleh ibu untuk memantau status gizi dan kemampuan berbahasa anak.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1136</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1136</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1136/1022</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Satra Yunola, Hafni Bachtiar, Vaulinne Basyir</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1137</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Waktu Tunggu Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Achmad Darwis Suliki Tahun 2019</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Suspenti</dc:creator>
	<dc:creator>Machmud, Rizanda</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Yuniar</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakWaktu tunggu rawat jalan di RSUD dr. Acmad Darwis Suliki masih menjadi permasalahan, hasil survey awal didapatkan bahwa waktu tunggu rawat jalan masih melebihi SPM rawat jalan yang ada yaitu &amp;lt; 60 menit. Hal ini akan berdampak pada kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Tujuan: Menganalisis waktu tunggu rawat jalan di RSUD dr. Achmad Darwis Suliki tahun 2019. Metode: Penelitian ini adalah studi kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur, Focus Group Discussion, observasi dan telaah dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara pada sembilan orang informan. Komponen yang diteliti yaitu komponen input (SDM, Standar Prosedur Operasional (SPO)/kebijakan dan sarana prasarana), komponen proses (pendaftaran, menyiapkan dokumen rekam medis, pemeriksaan) dan komponen output. Hasil: Jumlah SDM masih kurang dan kedisiplinan petugas khususnya tenaga medis juga masih kurang, SPO rekam medis belum terlaksana secara optimal karena kurangnya kedisiplinan petugas dalam melaksanakan SPO, sedangkan SPO untuk rawat jalan belum ada. Ketersediaan sarana prasarana masih belum mencukupi. Proses pendaftaran terkendala karena jumlah komputer yang kurang. Menyiapkan dokumen rekam medis belum sesuai dengan standar waktu yang telah ditetapkan karena kurangnya petugas danÂ  SPO yang belum terlaksana dengan baik. Waktu tunggu rawat jalan masih belum sesuai standar karena masih melebihi waktu 60 menit. Simpulan: Waktu tunggu rawat jalan di RSUD dr. Achmad Darwis Suliki tahun 2019 belum sesuai standar. Disarankan agar pihak rumah sakit dapat meminimalisasi waktu tunggu rawat jalan dengan penambahan petugas, menyusun SPO, melakukan monitoring dan evaluasi, melengkapi sarana prasarana.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1137</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1137</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1137/1023</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Suspenti Dewi, Rizanda Machmud, Yuniar Lestari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1138</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Akupresur Terhadap Ankle Brachial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Tipe 2 Di Kelurahan Surau Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Olivia, Tessa</dc:creator>
	<dc:creator>Harmi, Pramana Khalilul</dc:creator>
	<dc:creator>Liza, Fera</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakDiabetes Melitus dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai sistem tubuh. Komplikasi diabetes melitus adalah gangguan vaskuler perifer yang menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah yang di tandai dengan penurunan Ankle Brachial Index (ABI). Salah satu terapi komplementer yang dapat mengurangi komplikasi pada pasien Diabetes Melitus adalah terapi akupresur. Tujuan: Mengetahui pengaruh akupresur terhadap Ankle Brachial Index (ABI) pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Kelurahan Surau Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo Padang. Metode: Penelitian ini merupakan quasy ekxperimen dengan pre and post test group with control. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 68 responden, terdiri dari 34 responden sebagai kelompok intervensi yang diberikan akupresur sebanyak 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu dan 34 reponden sebagai kelompok control. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Wilcoxon Rank Test. Hasil: Rerata ABI pada kelompok intervensi sebelum diberikan intervensi 0,846 dan meningkat setelah di berikan intervensi 0,923. Hasil pretest dan postest rerata ABI pada kelompok kontrol 0,846. Adanya pengaruh significant secara statistik dalam pengukuran ABI antara kedua kelompok (p &amp;lt; 0,05). Simpulan: Terdapat perubahan nilai ABI pada pasein Diabetes Melitus tipe II setelah di berikan akupresur.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1138</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1138</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1138/1024</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Tessa Olivia, Pramana Khalilul Harmi, Fera Liza</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1140</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Keikutsertaan Bidan Praktek dalam Pelayanan Kebidanan pada Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial di Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018</dc:title>
	<dc:creator>Larasati, Timmy</dc:creator>
	<dc:creator>Bachtiar, Hafni</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Syamel</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakKeikutsertaan bidan praktek pada program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) masih rendah, sehingga dapat mempengaruhi angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Berdasarkan studi awal pendahuluan yang dilakukan di Kabupaten Pasaman Barat, dari 87 bidan praktek hanya 30 bidan yang bekerjasama dengan BPJS (34,4%). Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan keikutsertaan bidan praktek dengan BPJS. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional comparative design study. Penelitian dilakukan di Bidan Praktek Kabupaten Pasaman Barat September sampai Juli 2019. Sampel penelitian adalah bidan praktek sebanyak 36 orang secara simple random sampling. Hasil: Penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan bidan (p=0,094), tidak terdapat hubungan antara sikap dengan keikutsertaan bidan (p=1,000), tidak terdapat hubungan antara motivasi dengan keikutsertaan bidan (p=0,077). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap dan motivasi dengan keikutsertaan bidan pada program BPJS dan motivasi merupakan variabel yang paling dominan dalam penelitian ini.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1140</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1140</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1140/1026</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Timmy Larasati, Hafni Bachtiar, Syamel Muhammad</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1141</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pemberian Madu Murni Kaliandra Terhadap Perubahan Derajat Dismenorhea pada Remaja Putri di Poltekes Kemenkes Padang Tahun 2019</dc:title>
	<dc:creator>Silaban, Titin Dewi Sartika</dc:creator>
	<dc:creator>Amir, Arni</dc:creator>
	<dc:creator>Defrin, Defrin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak Menstruasi sering menimbulkan masalah salah seperti dismenorhea yang dapat mengakibatkan penurunan produktivitas pada wanita usia subur. Madu merupakan minuman herbal yang memiliki banyak kandungan seperti glukosa, fruktosa, flavanoid dan lain sebagainya yang baik bagi kesehatan tubuh. Tujuan: Menentukan pengaruh pemberian madu murni kaliandra terhadap perubahan derajat dismenorhea pada remaja putri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-postest di Poltekses Kemenkes Padang dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada bulan akhir Januari 2018 sampai April 2019. Sampel dipilih secara simple random sampling dengan memenuhi kriteria inklusi dan eksklus,i sehingga didapatkan sampel berjumlah 36 remaja putri yang mengalami dismenorhea. Uji statistik menggunakan Wilcoxon signed rank test dengan nilai p &amp;lt; 0,05 dianggap bermakna secara statistik. Hasil: Terdapat pengaruh pemberian madu murni kaliandra terhadap perubahan derajat dismenorhea dengan nilai p=0,000. Simpulan: Terdapat penurunan derajat dismenorhea setelah pemberian madu murni kaliandra pada remaja putri yang mengalami dismenorhea saat menstruasi.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1141</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1141</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1141/1113</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Titin Dewi Sartika Silaban, Arni Amir, Defrin Defrin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1142</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Skor INVR (Index of Nausea, Vomiting and Retching) pada CINV (Chemotherapy Induced Nausea and Vomiting) Kanker Payudara di RSUP M Djamil Padang</dc:title>
	<dc:creator>Juartika, Wella</dc:creator>
	<dc:creator>Harmi, Pramana Khalilul</dc:creator>
	<dc:creator>Fatmadona, Rika</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakKanker payudara merupakan penyebab kematian tertinggi pada wanita. Tujuan: Menentukan gambaran skor INVR pad CINV pada kanker payudara di RSUP M.Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif terhadap data rekam medis. Sampel penelitian sebanyak 19 pasien yang didiagnosis kanker payudara di Bagian Kemoterapi RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019. Hasil: Sebagian besar pasien adalah kelompok usia lansia awal (42,1%), pendidikan tinggi (68,4%), stadium (63,4%) dan siklus kemoterapi ke 2 (21,4%). Pengukuran rerata skor mual muntah di lakukan 72 jam atau 6 kali pengukuran. Rerata mual muntah pada kelompok intervensi tertinggi pada pengukuran 60 jam (21,00) dengan nilai min-mak (15-28) dan terendah pada pengukuran 72 jam (18,00) dengan nilai min-mak (3-22). Simpulan: Pada skor INVR terjadi penurunan namun kembali terjadi kenaikan.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1142</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1142</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1142/1028</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Wella Juartika, Pramana Khalilul Harmi, Rika Fatmadona</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1143</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Rentang Waktu Pemeriksaan Penderita Kanker Payudara di Pelayanan Kesehatan Samarinda</dc:title>
	<dc:creator>Rahmadhani, Widia</dc:creator>
	<dc:creator>Bakhtiar, Rahmat</dc:creator>
	<dc:creator>Nugroho, Eko</dc:creator>
	<dc:creator>Irawiraman, Hadi</dc:creator>
	<dc:creator>Duma, Krispinus</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakKanker payudara merupakan penyebab kematian nomor satu akibat kanker dan tingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan karena banyak penderita kanker payudara yang terdiagnosis saat stadium lanjut. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan penderita kanker payudara melakukan pemeriksaan di pelayanan kesehatan. Banyak faktor risiko yang berperan dalam mempengaruhi rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan faktor-faktor yang terkait dengan rentang waktu pemeriksaan kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik cross-sectional terhadap 46 penderita kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher. Hasil: Terdapat hubungan antara usia dengan rentang waktu pemeriksaan (p=0,022) dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan rentang waktu pemeriksaan (p=0,000). Faktor risiko lain yang tidak berhubungan adalah keluhan awal, riwayat keluarga kanker payudara, faktor ekonomi, dan pengobatan alternatif. Simpulan: Terdapat hubungan antara usia dan SADARI dengan rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda dan tidak terdapat hubungan antara faktor risiko yang lain dengan rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1143</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1143</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1143/1029</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Widia Rahmadhani, Rahmat Bakhtiar, Eko Nugroho, Hadi Irawiraman, Krispinus Duma</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1144</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Karakteristik Wanita Usia Subur, Dukungan Suami, dan Peran Bidan terhadap Unmet Need Keluarga Berencana di Wilayah Kerja Puskesmas Bungus Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Dwi Santi Violentina, Yollanda</dc:creator>
	<dc:creator>Yetti, Husna</dc:creator>
	<dc:creator>Amir, Arni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstrak Salah satu permasalahan Keluarga Berencana (KB) yaitu unmet need. Tingginya unmet need KB dapat disebabkan oleh karakteristik wanita usia subur, dukungan suami, dan peran bidan. Tujuan: Menganalisis hubungan antara karakteristik wanita usia subur, dukungan suami, dan peran bidan terhadap unmet need KB di wilayah kerja Puskesmas Bungus. Metode: Studi analitik dengan desain case-control. Sampel diambil menggunakan sistemic random sampling pada 178 Wanita Usia Subur (WUS) dengan unmet need KB dan 178 WUS yang memakai KB antara Maret sampai Mei 2019. Hasil: Sebagian besar WUS dengan unmet need KB memiliki umur berisiko (49,4%), berpendidikan menengah (82,6%), jumlah anak 2-4 orang (82%), status ekonomi kategori miskin (33,1%), tidak mendapat dukungan suami (73%), dan peran bidan kurang baik (75,3%). Terdapat hubungan unmet need KB dengan jumlah anak, dukungan suami dan peran bidan (p&amp;lt;0,05). Faktor yang paling dominan adalah dukungan suami (OR=100,504). Simpulan: Dukungan suami dan peran bidan adalah faktor yang menyebabkan tingginya unmet need KB di wilayah kerja Puskesmas Bungus Kota Padang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1144</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1144</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1144/1030</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Yollanda Dwi Santi Violentina, Husna Yetti, Arni Amir</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1145</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Pengetahuan Plebitis dengan Keterampilan Tenaga Kesehatan dalam Menerapkan Problem Solving for Better Health pada Plebitis di Rumah Sakit X</dc:title>
	<dc:creator>Yuhelma, Yuhelma</dc:creator>
	<dc:creator>Arif, Yulastri</dc:creator>
	<dc:creator>Merdawati, Leni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakProblem Solving for Better Health (PSBH) diterapkan di Rumah Sakit X (RS X) untuk mengatasi masalah plebitis di ruang IGD, ruang Interne, dan ruang Paru-Syaraf sebagai ruang pilot project. Penerapan PSBH belum optimal, karena masih ada tenaga kesehatan yang tidak mampu menghasilkan Plan of Action (PoA) untuk mengatasi masalah phlebitis. Ada juga yang sudah menghasilkan PoA, namun belum maksimal dalam implementasinya. Kondisi seperti ini mengakibatkan belum ada penurunan angka plebitis secara signifikan. Tujuan: Menentukan hubungan pengetahuan plebitis dengan keterampilan tenaga kesehatan dalam menerapkan PSBH pada plebitis. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 31 orang dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan Chi-square test. Hasil: Karakteristik tenaga kesehatan di RS X hampir keseluruhan berusia dewasa 83,3%, sebagian besar perempuan 74,2%, berpendidikan profesional 61,3%, dan lama kerja â‰¥5 tahun 74,2%, ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan phlebitis dengan keterampilan PSBH pada plebitis dengan nilai p&amp;lt; 0,05. Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan plebitis dengan keterampilan tenaga kesehatan dalam menerapkan PSBH pada plebitis.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1145</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1145</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1145/1031</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Yuhelma Yuhelma, Yulastri Arif, Leni Merdawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1146</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Pemberian Jenis Makanan Pendamping ASI dengan Perkembangan Bayi Umur 9-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang</dc:title>
	<dc:creator>Fitriani, Yulia</dc:creator>
	<dc:creator>Firdawati, Firdawati</dc:creator>
	<dc:creator>Lubis, Gustina</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakBayi berumur enam bulan ke atas sudah bisa diberikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Puskesmas Lubuk Begalung merupakan puskesmas yang terbanyak dilakukan pemeriksaan deteksi dini tumbuh kembang bayi (95,3 %). Tujuan: Menentukan hubungan jenis MP-ASI dan faktor lain yang mempengaruhi perkembangan bayi umur 9-12 bulan. Metode: Ini adalah studi mixed method yaitu tahap awal pengumpulan data dan analisis menggunakan metode kuantitatif, dilanjutkan metode kualitatif. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang pada bulan Agustus sampai Maret 2019. Sampel penelitian kuantitatif adalah bayi umur 9-12 bulan sebanyak 100 orang dengan teknik consecutive sampling dan sampel kualitatif sebanyak 9 orang diambil dengan purposive sampling. Pengumpulan data kuantitatif dengan mewawancara ibu bayi menggunakan food recall setelah itu melakukan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk melihat perkembangan bayi. Penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil: Terdapat 19 % bayi mengalami perkembangan meragukan dan 37 % bayi diberi jenis makanan pendamping ASI lokal. Dari 37 orang bayi yang diberi MP-ASI lokal didapatkan kecukupan energi MP- ASI sesuai 51,4 % dan kecukupan protein MP-ASI sesuai 83,8 %. Simpulan: Terdapat hubungan yang significant antara kecukupan energi dan protein MP-ASI lokal dengan perkembangan sedangkan faktor lain yang mempengaruhi perkembangan adalah genetik/keturunan, ekonomi dan lingkungan.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1146</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1146</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1146/1032</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Yulia Fitriani, Firdawati Firdawati, Gustina Lubis</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1147</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:49:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Lesi Pra Kanker Serviks pada Wanita Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bungo 1</dc:title>
	<dc:creator>Fitrisia, Citra Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Khambri, Daan</dc:creator>
	<dc:creator>Utama, Bobby Indra</dc:creator>
	<dc:creator>Muhammad, Syamel</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Lesi pra kanker serviks adalah awal perubahan menuju kanker serviks. Program pengendalian kanker serviks melalui pemeriksaan Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) di tingkat Puskesmas dapat menurunkan insiden kanker serviks hingga 83,6%. Kanker serviks ini berkaitan dengan banyak faktor risiko.Tujuan: Menganalisis hubungan antara faktor risiko dengan kejadian lesi pra kanker serviks. Metode: Cross sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Muara Bungo 1 dari bulan Februari sampai Mei 2019 terhadap 362 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Pengambilan data menggunakan kuisioner dan observasi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan (p&amp;lt;0,05) antara kejadian lesi prakanker serviks dengan usia &amp;gt;35 tahun, usia pertama kali berhubungan seksual &amp;lt;20tahun, jumlah paritas â‰¥4kali, menggunakan pembersih vagina dan lama penggunaan kontrasepsi hormonal â‰¥5 tahun. Jumlah pasangan seksual, paparan asap rokok dan riwayat keluarga kanker serviks, tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian lesi pra kanker serviks (pâ‰¥0,05). Faktor risiko yang paling dominan adalah usia pertama kali berhubungan seksual &amp;lt;20 tahun (p=0,008; OR: 6,092). Simpulan: Faktor risiko usia, usia pertama kali berhubungan seksual, jumlah paritas, menggunakan pembersih vagina dan lama menggunakan kontrasepsi hormonal berhubungan dengan kejadian lesi prakanker serviks.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1147</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v8i4.1147</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 8 No. 4 (2019): Online December 2019</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v8i4</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1147/1033</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Citra Ayu Fitrisia, Daan Khambri, Bobby Indra Utama, Syamel Muhammad</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1148</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Profil Klinis Pasien Fibrilasi Atrium di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 1 Januari â€“ 31 Desember 2017</dc:title>
	<dc:creator>Azmi, Alya Binti</dc:creator>
	<dc:creator>Yanni, Mefri</dc:creator>
	<dc:creator>Efrida, Efrida</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fibrilasi Atrium (FA) merupakan aritmia tersering di seluruh dunia dengan tingkat insidensi yang terus meningkat. Pasien FA secara umumnya memiliki kelainan struktural pada atrium. Terapi umum adalah antikoagulan untuk pencegahan stroke dan pengendalian laju dan irama jantung. Tujuan: Mengetahui profil klinis pasien FA di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari sampai 31 Desember 2017. Metode: Ini adalah penelitian deskriptif. Data sekunder diambil dari rekam medik RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Novemberâ€“Desember 2018 secara total sampling. Populasi penelitian adalah semua pasien FA di Instalasi Pusat Jantung Terpadu RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari sampai 31 Desember 2017. Sampel penelitian adalah semua pasien FA yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Dari 56 sampel penelitian didapatkan proporsi laki-laki dan perempuan sama banyak (50,0%). Pasien dengan jenis FA valvular dan nonvalvular adalah sebanyak 50,0%. Mayoritas pasien FA usia â‰¥ 60 tahun (48,2%). Sebanyak 50,0% pasien mempunyai etiologi penyakit katup jantung. Pasien yang mempunyai komorbiditas penyakit ginjal kronik adalah sebanyak 25,0%. Keluhan terbanyak adalah sesak nafas (37,5%). Mayoritas pasien mempunyai skor CHA2DS2-VASc â‰¥ 2 (83,9%) dan skor HAS-BLED 0â€“2 (83,9%). Tatalaksana tersering dilakukan adalah terapi kendali laju (82,1%). Terapi antikoagulan yang sering diberikan pada pasien adalah jenis antikoagulan baru (57,1%). Komplikasi terbanyak adalah gagal jantung (82,1%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1148</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1148</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020; 1</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1148/1034</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Alya Binti Azmi, Mefri Yanni, Efrida Efrida</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1149</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Kejadian Perdarahan Saluran Cerna pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik di RSUP Dr. M. Djamil Padang</dc:title>
	<dc:creator>Tyas, Asrining</dc:creator>
	<dc:creator>Miro, Saptino</dc:creator>
	<dc:creator>Asyari, Ade</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit Ginjal Kronik (PGK) dapat menyebabkan Perdarahan Saluran Cerna (PSC). Efek PSC sangat serius karena penurunan tekanan darah akibat perdarahan akan semakin menurunkan laju filtrasi glomerulus yang berarti semakin memperburuk PGK. Tujuan: Mengetahui kejadian PSC pada pasien PGK. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional menggunakan data rekam medis. Populasi penelitian adalah pasien PGK stadium 4 dan 5 rawat inap RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari sampai Desember 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sampel berjumlah 207 orang diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data berupa analisis univariat dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi. Hasil: Ada 11,6% pasien PGK mengalami PSC. Persentase PSC lebih tinggi pada stadium 5 dibanding stadium 4 (11,8% : 8,3%), laki-laki dibanding perempuan (12,1% : 10,8%), anemia dibanding tidak anemia (12,0% : 0,0%) dengan 100% pasien PGK yang mengalami PSC juga mengalami anemia, hemodialisis rutin dibanding nonhemodialisis rutin (12,7% : 11,0%), memiliki kadar ureum rerata 277,79 + 134,92 mg/dL, dan 100% mengalami PSC bagian atas dengan manifestasi terbanyak berupa melena (41,7%).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1149</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1149</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1149/1035</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Asrining Tyas, Saptino Miro, Ade Asyari</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1150</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Rasio Neutrofil â€“ Limfosit Dengan Skor Sequential Organ Failure Assesment Pada Pasien Sepsis Di Intensive Care Unit RSUP Dr. M. Djamil Padang</dc:title>
	<dc:creator>Ummaimah Epiloksa, Aufa</dc:creator>
	<dc:creator>Efrida, Aufa</dc:creator>
	<dc:creator>Syahrul, Zulfadli</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam jiwa, disebabkan oleh disregulasi respons imun akibat infeksi. Respons fisiologis sistem imun terhadap infeksi adalah dengan peningkatan jumlah neutrofil dan penurunan jumlah limfosit atau peningkatan Rasio Neutrofilâ€“Limfosit (RNL). Kerusakan dan kegagalan fungsi organ dapat dimonitor dengan skor Sequential Organ Failure Assesment (SOFA). Tujuan: Mengetahui korelasi antara RNL dengan skor SOFA pada pasien sepsis di Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr M Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah studi analitik dengan rancangan potong lintang menggunakan data rekam medis pasien sepsis di ICU RSUP Dr M Djamil Padang tahun 2018. Data RNL dan skor SOFA diambil saat hari pertama dirawat di ICU. Analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan data bivariat diuji dengan uji korelasi Pearson. Korelasi dinyatakan bermakna jika p &amp;lt;0,05. Hasil: Uji univariat didapatkan pasien terbanyak adalah laki -laki (77%), rerata usia adalah 50,2 tahun, tipe penyakit dasar terbanyak adalah non-surgical (70%), rerata RNL adalah 16,5Â±10,6, dan rerata skor SOFA adalah 7,23Â±3,44. Analisis bivariat meunjukan korelasi positif sangat kuat antara RNL dengan skor SOFA (r =0,982 dan p &amp;lt;0,05). Simpulan: Terdapat hubungan antara RNL dengan skor SOFA pada pasien sepsis di ICU RSUP Dr. M. Djamil Padang.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1150</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1150</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1150/1036</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Aufa Ummaimah Epiloksa, Aufa Efrida, Zulfadli Syahrul</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1151</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Status Kerentanan Nyamuk Aedes Aegypti terhadap Malathion 5% dan Alfa-sipermetrin 0,025% di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kecamatan Kuranji Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Sartika, Ayunda</dc:creator>
	<dc:creator>Nofita, Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Asri, Ennesta</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan salah satunya oleh kegagalan pengendalian vektor DBD secara kimiawi yaitu terjadinya resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida dalam fogging seperti malathion dan alfa-sipermetrin. Tujuan: Mengetahui status kerentanan nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2018 sampai Februari 2019. Pengambilan telur nyamuk dilakukan pada 100 rumah di lokasi penelitian dengan meletakkan 100 ovitrap. Sampel nyamuk didapatkan dari hasil pemeliharaan telur nyamuk yang dilakukan di Laboratorium Parasitologi FK Unand. Uji resistensi dilakukan dengan metode WHO menggunakan impregnated paper malathion 5% dan alfa-sipermetrin 0,025%. Saat perlakuan dilakukan pencatatan jumlah kematian nyamuk pada menit ke 15, 30, 45, 60 dan 1440. Persentase kematian nyamuk setelah pemeliharaan 24 jam dikategorikan resisten jika kematian &amp;lt; 90%, toleran jika kematian antara 90-97 % dan masih rentang jika kematian 98-100%. Hasil: Didapatkan persentase kematian nyamuk Aedes aegypti oleh malathion 5% setelah 24 jam adalah 98% dengan LT50 dan LT90 adalah 76 menit dan 853 menit. Presentase kematian nyamuk Aedes aegypti oleh alfa-sipermetrin 0,025% setelah 24 jam adalah 87% dengan LT50 dan LT90 nya adalah 264 menit dan 1500 menit. Simpulan: Nyamuk Aedes aegypti di wilayah kerja Puskesmas Belimbing masih rentan terhadap malathion 5% dan telah resisten terhadap alfa-sipermetrin 0,025%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1151</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1151</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1151/1037</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Ayunda Sartika, Eka Nofita, Ennesta Asri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1152</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Family Triple Support terhadap Nyeri pada Bayi saat Imunisasi Measles Rubella di Wilayah Kerja Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2019</dc:title>
	<dc:creator>Susanti, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Eravianti, Eravianti</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Rati Purnama</dc:creator>
	<dc:creator>Novita, Dian</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Nyeri akibat injeksi merupakan sumber distress bagi anak dan orang tua serta petugas saat imunisasi. Hal ini juga ditakutkan akan menimbulkan dampak jangka panjang pada anak berupa trauma akan pengalaman nyeri. Tujuan: Mengetahui pengaruh Family Triple Support (FTS) terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi Measles Rubella (MR) di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-experiment dengan menggunakan post-test only group design yang dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai bulan Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah bayi usia 9-11 bulan yang menjalani imunisasi MR di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling mendapatkan 20 orang. Pada penelitian ini diberikan perlakuan FTS yaitu teknik menyusui dengan posisi sitting up dan pengalihan nyeri menggunakan krincingan pada bayi saat diimunisasi MR, kemudian melakukan observasi Â±3 menit dengan tetap mempertahankan FTS menggunakan skala FLACC. Hasil: Nilai rerata respon nyeri pada bayi yang telah diberikan intervensi FTS sebesar 6,20, lebih rendah daripada kelompok yang tanpa diberikan intervensi dengan nilai rerata respon nyeri sebesar 7,40. Selanjutnya dilakukan uji independent t-test didapatkan nilai p=0,009&amp;lt;0,05, berati Ho ditolak. Simpulan: Terdapatnya pengaruh FTS terhadap respon nyeri pada bayi saat imunisasi MR di wilayah kerja Puskesmas Pauh Kota Padang tahun 2019.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1152</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1152</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1152/1038</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dewi Susanti, Eravianti Eravianti, Rati Purnama Sari, Dian Novita</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1153</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pengayaan Lingkungan terhadap Gejala Autistic Like Behavior, Uji Experimental Pada Tikus</dc:title>
	<dc:creator>Wiranti, Dinda Puan Rizka</dc:creator>
	<dc:creator>Yanis, Amel</dc:creator>
	<dc:creator>Saputra, Deddy Saputra</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pengobatan untuk Autism Spectrum Disorders (ASD) belum ditemukan saat ini. Paparan Valproic Acid (VPA) pada ibu hamil merupakan faktor lingkungan terjadinya ASD pada anak. Patomekanisme diduga adanya gangguan sinaps. Mayoritas orang tua anak ASD mengalami peningkatan stres kronis yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan emosional karena menyebabkan beban sosial dan finansial. Penelitian sebelumnya menemukan aktivitas neuronal bisa distimulasi melalui pengayaan lingkungan. Tujuan: Mengetahui pengaruh pengayaan lingkungan terhadap gejala Autistic Like Behavior (ALB); penurunan interaksi sosial dan peningkatan gerakan repetitif. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorik dengan one group pretest post test without control. Sampel terdiri dari 6 ekor tikus Spraque Dawley (SD) yang diinjeksikan dengan VPA 500 mg/kgBB intraperitoneal yang dilarutkan dalam normal saline menjadi 1.5 ml, kemudian diambil enam ekor anak tikus usia tiga minggu yang mempunyai gejala ALB dan dipindahkan ke kandang pengayaan lingkungan selama empat minggu. Pengamatan dilakukan menggunakan Closed Circuit Television (CCTV). Analisis data menggunakan uji t-berpasangan. Hasil: Analisis data didapatkan hasil uji t-berpasangan pada perilaku interaksi sosial dan gerakan repetitif adalah p=0.001 dan p= 0.003. Simpulan: Ada perbedaan yang signifikan perilaku interaksi sosial dan gerakan repetitif hewan coba sebelum dan sesudah pemberian pengayaan lingkungan selama 4 minggu.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1153</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1153</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1153/1039</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dinda Puan Rizka Wiranti, Amel Yanis, Deddy Saputra Saputra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1154</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Aktivitas Fisik Menggunakan YMCA Step Test terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas</dc:title>
	<dc:creator>Chalidzar, Faiz</dc:creator>
	<dc:creator>Arnelis, Arnelis</dc:creator>
	<dc:creator>Elliyanti, Aisyah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang memerlukan adanya pengeluaran energi. Aktivitas fisik rutin akan meningkatkan kepekaan terhadap insulin, yang berfungsi untuk mengambil gula darah selama dan setelah beraktivitas. Tujuan: Mengetahui pengaruh aktivitas fisik menggunakan YMCA Step-Test terhadap perubahan kadar gula darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik numerik komparatif berpasangan dengan desain cross sectional dengan cara pre-post test pada 40 data primer. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik stratified random sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil: Ada penurunan rerata kadar gula darah dari 93,9 mg/dL menjadi 85,4 mg/dL, secara statistik terdapat perbedaan bermakna (p&amp;lt;0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang bermakna antara aktivitas fisik menggunakan YMCA Step Test terhadap kadar gula darah sewaktu pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1154</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1154</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1154/1040</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Faiz Chalidzar, Arnelis Arnelis, Aisyah Elliyanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1155</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan antara infeksi Soil Transmitted Helminth dengan kejadian atopi pada anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Khalida, Fajria</dc:creator>
	<dc:creator>Rusjdi, Selfi Renita</dc:creator>
	<dc:creator>Yusrawati, Yusrawati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Infeksi Soil Transmitted Helminth dan atopi merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak sekolah dasar. Penyakit cacingan lebih sering terjadi di negara berkembang dan daerah pedesaan dengan higiene dan sanitasi yang buruk, sedangkan penyakit atopi meningkat di negara maju dan daerah perkotaan dengan higiene dan sanitasi yang baik. Beberapa penelitian menunjukkan hasil bahwa adanya proteksi dari penyakit kecacingan terhadap atopi. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara infeksi STH dan kejadian atopi pada anak SD di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Metode: Penelitian ini mengunakan desain cross sectional yang dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2019. Subjek penelitian merupakan siswa kelas 1,2, dan 3 SD Negeri 06 Pasir Jambak, SD Negeri 31 Pasir Kandang, dan SD Negeri 23 Pasir Sebelah. Sampel berjumlah 61 siswa yang dipilih secara Stratified Random Sampling. Subjek penelitian mengumpulkan sampel feses dan orang tua subjek penelitian mengisi kuesioner ISAAC secara terbimbing. Infeksi STH dinilai secara mikroskopik dengan melakukan pemeriksaan feses menggunakan metode Kato Katz untuk melihat telur cacing, dan kejadian atopi dilihat dari kuesioner ISAAC yang diisi oleh orang tua. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Menunjukkan 24,6% subjek penelitian terinfeksi cacing dan 18% subjek penelitian mempunyai penyakit alergi. Infeksi yang terjadi paling banyak merupakan infeksi campuran Ascaris lumbricoides disertai Trichuris trichiura dengan intensitas ringan-sedang. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara infeksi STH dengan kejadian atopi (p=0,712).</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1155</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1155</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1155/1041</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Fajria Khalida, Selfi Renita Rusjdi, Yusrawati Yusrawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1156</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbedaan Kadar Kolesterol Total pada Anak yang Terinfeksi dan Tidak Terinfeksi Intestinal Geohelminth</dc:title>
	<dc:creator>Pratama, M. Randi Sakti</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhayati, Nurhayati</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhajjah, Siti</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Intestinal geohelminth masih banyak ditemui di negara berkembang terutama Indonesia. Infeksi cacing ini dapat menganggu pencernaan, penyerapan, dan metabolisme makanan, salah satunya adalah terhadap kadar kolesterol. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi dan tidak terinfeksi intestinal geohelminth. Metode: Jenis penelitian ini adalah studi analitik dengan jumlah sampel 46 orang siswa SDN 06 Pasir Jambak Kota Padang (23 orang terinfeksi dan 23 orang tidak terinfeksi). Penelitian dilakukan sejak bulan Mei sampai Desember 2016. Pemeriksaan jenis cacing dari tinja dilakukan di bagian Parasitologi FK Unand dengan menggunakan teknik Kato-Katz, sedangkan kadar kolesterol menggunakan pengukur kadar kolesterol digital. Analisis data menggunakan uji t-test. Hasil: Pada 23 orang yang terinfeksi intestinal geohelminth, infeksi paling banyak disebabkan oleh Trichuris trichiura sebanyak 15 siswa (65,21 %), Ascaris lumbricoides sebanyak 11 siswa (47,82 %), campuran sebanyak 3 siswa (13,04 %). Rata-rata kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi intestinal geohelminth yaitu 161,17 Â± 33,66 mg/dl , sedangkan tidak terinfeksi yaitu 190,91 Â± 42,20 mg/dl. Secara statistik didapatkan perbedaan yang bermakna (p = 0,01). Simpulan: Terdapat perbedaan kadar kolesterol total pada anak yang terinfeksi dan tidak terinfeksi intestinal geohelminth. Anak yang terinfeksi memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah daripada anak yang tidak terinfeksi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1156</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1156</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1156/1042</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 M. Randi Sakti Pratama, Nurhayati Nurhayati, Siti Nurhajjah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1157</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor yang Berpengaruh Terhadap Disease Free Survival dan Overall Survival pada Pasien Kanker Payudara Usia Muda di Kota Padang Tahun 2008 - 2018</dc:title>
	<dc:creator>Ayuza, Magdi</dc:creator>
	<dc:creator>Harahap, Wirsma Arif</dc:creator>
	<dc:creator>Rustam, Rony</dc:creator>
	<dc:creator>Nindrea, Richvan Dana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kanker Payudara (KPD) pada usia muda memiliki keistimewaan karakteristik. Rekurensi KPD dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain faktor klinis, regimen terapi dan biomolekuler dari tumor itu sendiri. Berbagai macam modalitas terapi KPD, namun masih terdapat risiko terjadinya rekurensi terutama pada pasien dewasa muda. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Disease Free Survival (DFS) dan Overall Survival (OS) pada pasien KPD usia muda di Kota Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cohort study retrospectif pada pasien KPD usia muda yang telah mendapatkan pengobatan KPD yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 103 sample yang terdapat pada data register KPD PERABOI Padang. Analisis survival menggunakan Kaplan Meier dengan Log Rank Test. Apabila diperoleh nilai p &amp;lt; 0,05, maka terdapat hubungan bermakna. Hasil: Terdapat perbedaan antara setiap faktor klinis, faktor biomolekuler dan faktor terapi dalam hal rata-rata DFS maupun rata-rata OS, namun tidak terdapat pengaruh yang bermakna secara analisis statistik antara faktor terapi (terapi hormon, radioterapi dan terapi target) terhadap DFS dan OS pada pasien kanker payudara usia muda di Kota Padang (p&amp;gt;0,05). Terdapat pengaruh dari pemberian kemoterapi terhadap DFS pada pasien kanker payudara usia muda di Kota Padang (p&amp;lt;0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara faktor klinis dan faktor biomolekuler dengan DFS dan OS, namun terdapat hubungan bermakna antara pemberian kemoterapi dengan DFS dan OS pada penderita KPD usia muda di kota Padang tahun 2008 â€“ 2018.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1157</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1157</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1157/1043</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Magdi Ayuza, Wirsma Arif Harahap, Rony Rustam, Richvan Dana Nindrea</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1158</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Depresi, Ansietas, dan Stres dengan Kejadian Sindrom Dispepsia pada Mahasiswa Tahun Pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Sebelum dan Sesudah Ujian Blok</dc:title>
	<dc:creator>Husnul Ikhsan, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Widya Murni, Arina</dc:creator>
	<dc:creator>Rustam, Erlina Rustam</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sindrom dispepsia merupakan keluhan gastrointestinal yang sangat umum di semua kalangan termasuk mahasiswa. Banyak penyebab yang memicu sindrom dispepsia, salah satunya adalah pengaruh psikologis khususnya depresi, ansietas, dan stres. Banyaknya ujian kompetensi yang dilalui mahasiswa kedokteran, sering menimbulkan masalah psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan depresi, ansietas, dan stres dengan kejadian sindrom dispepsia pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas sebelum dan sesudah ujian blok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan one group pre dan post design. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan metode simple random sampling dari populasi lima puluh mahasiswa tahun pertama. Penelitian menggunakan Kuesioner DASS 21 dan Kriteria Roma IV. Hasil: Insidensi yang paling tinggi adalah depresi ringan (12,0%), ansietas sedang (34,0%), dan stres ringan (28,0%), serta sindrom dispepsia pada dua puluh tiga mahasiswa (46,0%). Depresi dan ansietas mengalami peningkatan secara signifikan setelah ujian blok. Nilai signifikansi depresi 0,183, ansietas 0,046 dan stres 0,021. Simpulan: Ansietas dan stres berhubungan secara signifikan dengan kejadian sindrom dispepsia karena p&amp;lt;0,05. Diharapkan adanya perhatian khusus oleh Bagian Pendidikan Kedokteran untuk kondisi biologis dan psikologis mahasiswa yang lebih baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1158</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1158</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1158/1044</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Muhammad Husnul Ikhsan, Arina Widya Murni, Erlina Rustam Rustam</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1159</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Kesesuaian Pemeriksaan Aglutinasi Lateks Dengan BTA Mikroskopis untuk Mengidentifikasi Pasien Tuberkulosis</dc:title>
	<dc:creator>Damhuri, Prima O</dc:creator>
	<dc:creator>Suharti, Netti</dc:creator>
	<dc:creator>Efrida, Efrida</dc:creator>
	<dc:creator>Basyar, Masrul</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Andani E</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemeriksaan aglutinasi merupakan teknik pemeriksaan yang sederhana, cepat, murah, dan tidak memerlukan keahlian kusus dalam pemeriksaannya. Uji aglutinasi lateks merupakan suatu pemeriksaan berdasarkan reaksi aglutinasi yang terbentuk akibat interaksi antara antigen dan antibodi. Pemeriksaan yang paling sering dilakukan dilaboratorium kesehatan untuk mengidentifikasi Mycobacterium tuberculosis adalah pemeriksaan Bakteri Tahan Asam (BTA) mikroskopis. Tujuan: Mengetahui kesesuaian antara pemeriksaan aglutinasi lateks dan pemeriksaan BTA mikroskopis untuk mengidentifikasi pasien tuberkulosis. Metode: Penelitian ini merupakan uji diagnostik aglutinasi lateks menggunakan antibodi poliklonal dengan rangcangan crossectional. Pemeriksaan dilakukan terhadap 100 orang pasien suspek tuberkulosis di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari Januari 2018 sampai dengan Januari 2019. Sampel sputum direaksikan dengan reagen lateks dan diamati ada tidaknya terbentuk. Kesesuaian pemeriksaan uji aglutinasi lateks dibandingkan dengan pemeriksaan BTA mikroskopis. Hasil: Nilai koefisien kappa sebesar 0,473 (p=0,000) menunjukkan kesepatan antara pemeriksaan aglutinasi lateks dan BTA mikroskopis cukup (k 0,41-0,60). Simpulan: Uji aglutinasi lateks dengan pemeriksaan BTA mikroskopis untuk mengidentifikasi pasien tuberkulosis pada sampel sputum memiliki nilai kesepakatan yang cukup.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1159</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1159</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1159/1045</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Prima O. Damhuri, Netti Suharti, Efrida Efrida, Masrul Basyar4, Andani E. Putra Basyar, Andani E. Putra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1160</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Polimorfisme Gen SLC22A1 rs683369 pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang Mendapatkan Terapi Metformin</dc:title>
	<dc:creator>Firdaushty, Rahmatul</dc:creator>
	<dc:creator>Usman, Elly</dc:creator>
	<dc:creator>Linosefa, Linosefa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Mekanisme kerja metformin dipengaruhi oleh Organic Cation Transporter 1 (OCT1) yang dikode oleh gen SLC22A1. Variasi atau polimorfisme pada gen SLC22A1 mempengaruhi uptake metformin ke hati sehingga berhubungan dengan efek metformin dalam menurunkan glukosa darah. Rs683369 merupakan salah satu polimorfisme dari gen SLC22A1. Tujuan: Melihat gambaran polimorfisme gen SLC22A1 rs683369 pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang mendapatkan terapi metfomin. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan teknik consequtive sampling. Sampel berasal dari 44 pasien DM tipe 2 yang mendapatkan terapi tunggal metformin yang diambil darahnya melalui pembuluh vena untuk dilakukan pemeriksaan genotip dengan cara isolasi DNA, PCR dan sekuensing. Hasil: Didapatkan pasien DM tipe 2 yang mendapatkan terapi tunggal metformin sebagian besar adalah perempuan 63,6%, dan rerata umur 55,77Â±7,77 tahun. Pemerikaan genotip didapatkan hasil wild type (GG) 4,5%, mutan heterozigot (GC) 22,%, dan mutan homozigot (CC) 72,7%. Simpulan: Ditemukan polimorfisme gen SLC22A1 rs683369 pada pasien DM tipe 2 yang mendapatkan terapi metformin. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai variasi lain pada gen SLC22A1 dan efeknya terhadap gula darah pasien.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1160</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1160</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1160/1046</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rahmatul Firdaushty, Elly Usman, Linosefa Linosefa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1161</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Lama Paparan Sinar Matahari dengan Kadar 8-Hydroxy-2â€™-Deoxyguanosine Urin pada Remaja Perempuan</dc:title>
	<dc:creator>Aulia Dwi Nanda, Rani</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmatini, Rahmatini</dc:creator>
	<dc:creator>Ilmiawati, Ilmiawati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu bentuk predominan dari lesi oksidatif yang diinduksi oleh radikal bebas adalah 8-hidroksi-deoksiguanosin (8-OHdG). Paparan sinar matahari pada sel, terutama sel kulit dapat menyebabkan reaksi fotooksidasi yang terjadi akibat pelepasan reactive oxygen species (ROS). Lama paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor penentu berapa banyak sel kulit yang mengalami stres oksidatif. Tujuan: Menganalisis hubungan lama paparan sinar matahari dengan kadar 8-OHdG urin pada remaja perempuan. Metode: Ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada populasi mahasiswi Pendidikan Dokter Universitas Andalas dengan teknik systematic random sampling (n = 110). Lama paparan sinar matahari diperoleh melalui kuesioner dan kadar 8-OHdG diukur dengan metode ELISA. Analisis data dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Rerata usia subjek pada penelitian ini adalah 20,6 Â± 1,23 tahun, rerata lama paparan sinar matahari didapatkan sebesar 49,01 Â± 36,96 menit. Rerata kadar 8-OHdG pada subjek adalah 40,75 Â± 39,62 ng/ml. Analisis bivariat menunjukkan bahwa lama paparan sinar matahari tidak berhubungan dengan kadar 8-OHdG urin (p = 0,396). Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara lama paparan sinar matahari dengan kadar 8-OHdG urin pada remaja perempuan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1161</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1161</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1161/1047</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Rani Aulia Dwi Nanda, Rahmatini Rahmatini, Ilmiawati Ilmiawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1162</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Profil Histopatologik Adenokarsinoma Prostat di Laboratorium Patologi Anatomik Sumatera Barat Tahun 2015-2017</dc:title>
	<dc:creator>Oktavia, Ria</dc:creator>
	<dc:creator>Yenita, Yenita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakAdenokarsinoma prostat merupakan keganasan kedua terbanyak pada laki-laki dan menjadi penyebab kematian kelima akibat keganasan pada laki-laki di dunia. Tujuan: Mengetahui profil histopatologik adenokarsinoma prostat berdasarkan kelompok usia, grade-group, derajat histopatologik dan invasi perineural. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif terhadap 106 kasus adenokarsinoma prostat di lima laboratorium Patologi Anatomi di Sumatera Barat periode Januari 2015 sampai Desember 2017. Sampel diperoleh dari blok parafin jaringan hasil operasi Transuretral Resection of Prostat (TURP) dan prostatektomi, kemudian dilakukan reevaluasi terhadap derajat histopatologik dan invasi perineura berdasarkan ISUP 2014/WHO 2016. Hasil: Kasus adenokarsinoma prostat paling banyak ditemukan pada kelompok usia 70-80 tahun. Grade-group tersering adalah grade group 5 (51,89%) dan semua grade-group paling banyak pada kelompok umur 71-80 tahun, derajat histopatologis terbanyak yaitu poorly differentiated (66,04%), invasi perineural ditemukan pada 31 kasus (29,24%) dan paling banyak ditemukan pada grade group 5. Simpulan: adenokarsinoma prostat paling banyak ditemukan pada usia tua dengan grade-group yang tinggi dan derajat histopatologik yang buruk. Invasi perineural hanya ditemukan pada sepertiga kasus namun invasi perineural positif paling banyak ditemukan grade group 5.Â Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1162</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1162</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1162/1048</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Ria Oktavia, Yenita Yenita</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1163</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Nilai APGAR Bayi yang Lahir melalui Sectio Caesarea dengan Anestesia umum dan Anestesia Spinal dari Ibu Eklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang</dc:title>
	<dc:creator>Kesumah, Angga</dc:creator>
	<dc:creator>Rustini, Rini</dc:creator>
	<dc:creator>Rasyid, Roslaili</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pemilihan anestesia yang digunakan untuk pasien eklampsia masih menjadi kontroversi. Teknik anestesia spinal atau anestesia umum pada seksio sesarea dapat menpengaruhi luaran neonatus. Tujuan: Membandingkan nilai APGAR neonatus yang lahir melalui sectio caesarea antara anestesia umum dan anestesia spinal pada ibu eklampsia. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Sampel adalah 63 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mendapat anestesia spinal sebanyak 30 dan anestesia umum sebanyak 33. Data diperoleh dari rekam medik RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2015 sampai Desember 2018. Data dianalisis dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil: Pada menit pertama asfiksia (APGAR1&amp;lt;7) terjadi pada 12 (40%) neonatus kelompok spinal dan 32 (97%) neonatus kelompok umum. Sementara itu, pada menit kelima asfikasia (APGAR5&amp;lt;7) terjadi pada 5 (16,7%) neonatus kelompok spinal dan 18 (54,5%) neonatus kelompok umum. Terdapat perbedaan nilai APGAR yang bermakna dengan nilai p&amp;lt;0,01 pada menit pertama dan p=0,02 pada menit kelima (p&amp;lt;0,05). Simpulan: Penggunaan anestesia spinal untuk sectio caesarea pada ibu eklampsia memberikan luaran nilai APGAR yang lebih baik dibandingkan dengan penggunaan anestesia umum.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1163</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1163</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1163/1049</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Angga Kesumah, Rini Rustini, Roslaili Rasyid</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1164</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identifikasi Kualitatif dan Kuantitatif Natrium Benzoat pada Saus Cabai yang Dijual di Beberapa Pasar di Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Azmi, Dara Afifah</dc:creator>
	<dc:creator>Elmatris, Elmatris</dc:creator>
	<dc:creator>Fitri, Fachzi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Bahan pengawet yang sering digunakan pada produk pangan adalah natrium benzoat, salah satu contohnya adalah pada saus cabai. Jumlah natrium benzoat pada pangan harus diperhatikan karena berdasarkan Peraturan Kepala BPOM No. 36 Tahun 2013, batas maksimal penggunaan natrium benzoat pada pangan adalah 1 g/kg. Tujuan: Mengidentifikasi natrium benzoat pada saus cabai yang dijual di beberapa pasar di Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Sampel diambil dengan teknik total sampling, ditemukan sebanyak 10 sampel sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Identifikasi kualitatif kandungan natrium benzoat dilakukan dengan menggunakan reaksi FeCl3 dan penetapan kadar natrium benzoat pada sampel dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometer UV-Visible. Hasil: Semua sampel saus cabai yang dijual di beberapa pasar di Kota Padang mengandung natrium benzoat (kadar rata-rata 0,150 g/kg). Kadar natrium benzoat pada semua sampel (100%) saus cabai diperbolehkan oleh BPOM (â‰¤ 1 g/kg). Simpulan: Semua sampel saus cabai yang diteliti mengandung natrium benzoat dengan kadar yang tidak melebihi batas maksimal yang telah ditetapkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1164</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1164</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1164/1050</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dara Afifah Azmi, Elmatris Elmatris, Fachzi Fitri</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1165</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Fundus Okuli pada Pasien Preeklampsia dan Eklampsia di RS Dr. M. Djamil Padang Periode 2015-2017</dc:title>
	<dc:creator>Putri, Frizki Amalya</dc:creator>
	<dc:creator>Hendriati, Hendriati</dc:creator>
	<dc:creator>Almurdi, Almurdi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Temuan perubahan fundus okuli pada kasus preeklampsia dan eklampsia berkisar 30-100%. Tujuan: Mengetahui faktor dan gambaran fundus okuli pada pasien preeklampsia dan eklampsia. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan mengambil 77 data dari rekam medis pasien. Hasil: Uji univariat memperlihatkan hasil dari 77 pasien preeklampsia dan eklampsia, usia rerata pasien adalah 31,45 tahun. Usia kehamilan bervariasi dari 20 minggu hingga 42 minggu, 61,3% pasien multigravida. 39% dari pasien memiliki kadar proteinuria +2, tekanan darah sistolik rata-rata pada pasien adalah 168,8 mmHg, dan diastolik 105,99 mmHg. 71,4% pasien dengan munculan preeklampsia. Perubahan fundus tercatat pada 58,4% pasien dengan preeklampsia dan eklampsia, dan 41,6% ditemukan fundus okuli normal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1165</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1165</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1165/1051</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Frizki Amalya Putri, Hendriati Hendriati, Almurdi Almurdi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1166</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Riwayat Pemberian ASI dengan Kecenderungan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada Siswa SD di Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Firka, Risa</dc:creator>
	<dc:creator>Chundrayetti, Eva</dc:creator>
	<dc:creator>Alioes, Yustini</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan masalah perilaku di masa kecil yang dapat berlanjut hingga dewasa. Pemberian ASI dapat menurunkan risiko terjadinya ADHD pada anak. Tujuan: Mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kecenderungan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) pada siswa SD di Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Responden penelitian adalah guru dan ibu dari siswa SD di Kelurahan Ulak Karang Selatan yang berumur 7 sampai 12 tahun sebanyak 134 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner riwayat pemberian ASI dan Connerâ€™s Abbreviated Parentâ€“Teacher Rating Scale. Data dianalisis menggunakan Chi- square test. Hasil: Terdapat 25 orang (18,7%) yang cenderung ADHD dengan 18 orang (72,0%) laki â€“ laki dan usia terbanyak adalah 7 tahun (32,0). Cakupan ASI eksklusif didapatkan sebesar 71 orang (53,0%). Terdapat 11 anak (15,5%) dengan kecenderungan ADHD pada riwayat pemberian ASI eksklusif dan 14 anak (22,2%) ASI tidak eksklusif. Tidak terdapat hubungan secara signifikan antara riwayat pemberian ASI dengan kecenderungan ADHD pada siswa SD di Kota Padang (p=0,318). Simpulan: Tidak ada hubungan antara riwayat pemberian ASI dengan kecenderungan ADHD.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1166</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1166</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1166/1052</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Risa Firka, Eva Chundrayetti, Yustini Alioes</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1167</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Profil Hematologik Berdasarkan Jenis Plasmodium pada Pasien Malaria di Beberapa Rumah Sakit di Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Kustiah, Siti Umi</dc:creator>
	<dc:creator>Adrial, Adrial</dc:creator>
	<dc:creator>Reza, Mohamad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Spesies Plasmodium (P) yang banyak dijumpai di Sumatera Barat adalah P. falciparum dan P. vivax. Komplikasi yang paling umum terjadi pada infeksi malaria adalah perubahan hematologi. Infeksi P. falciparum lebih sering menimbulkan komplikasi tersebut dibandingkan infeksi P. vivax. Tujuan: Mengetahui perbedaan gambaran hematologik terutama hemoglobin, leukosit, dan trombosit pada pasien malaria berdasarkan jenis Plasmodium. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan metode cross sectional. Data berasal dari rekam medik pasien malaria rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil dan RSUD Dr. Rasidin Padang yang dilakukan pada bulan Desember 2017 sampai Januari 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Independent t-test. Hasil: Dari 60 subjek penelitian, 51 orang (85%) terinfeksi P. vivax, 8 orang (13,3%) terinfeksi P. falciparum, dan 1 orang (1,7%) mengalami infeksi campuran. Berdasarkan distribusi data demografi, frekuensi tertinggi pada laki-laki (53,3%), dan sebagian besar berumur 15-35 tahun. Hasil uji-t terhadap nilai hemoglobin (p=0,000) menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis spesies Plasmodium. Berdasarkan jumlah leukosit (p=0,198) dan trombosit (p=0,242). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua jenis spesies Plasmodium.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1167</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1167</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1167/1053</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Siti Umi Kustiah, Adrial Adrial, Mohamad Reza</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1168</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Open Reduction of the Isolated Anterior Frontal Sinus Fracture</dc:title>
	<dc:creator>Murizky, Bonny</dc:creator>
	<dc:creator>Al Hafiz, Al Hafiz</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstractThe anterior wall of the frontal sinus is extremely resilient to injury. Incidents involving high-velocity impact, such as motor vehicle accidents, gunshots and sports injuries, may result in frontal sinus fractures. Clinical symptoms are associated with location and the severity. The best way to diagnose with a combination of clinical examination and CT scan. The management is mostly based on open reduction and internal fixation. The objectives was the importance of doing right management in patients with frontal sinus fracture. Reported a case of maxillofacial multiple fractures (right frontal fracture + right maxilla fracture) in a 28-year-old man, performed open reduction and internal fixation. Frontal sinus fracture is a fracture generally occurs due to traffic accidents. Anamnese of patient complaints and symptoms, physical examination and 3D CT scan can help make the diagnosis, and surgeons should give attention to the management criteria to prevent complication.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1168</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1168</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1168/1054</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Bonny Murizky, Al Hafiz Al Hafiz</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1169</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gambaran Pemberian Regimen Antiretroviral pada Pasien HIV/AIDS di RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2017</dc:title>
	<dc:creator>Syafirah, Yuli</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmatini, Rahmatini</dc:creator>
	<dc:creator>Bahar, Elizabeth</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Terapi antiretroviral harus diberikan dengan kombinasi yang sesuai dan meminimalisir efek merugikan dari interaksi obat agar terapi optimal pasien HIV/AIDS tercapai. Ketidaksesuain pemberian antiretroviral dengan standar yang berlaku merupakan salah satu masalah terapi antiretroviral. Tujuan: Mengkaji gambaran pemberian regimen antiretroviral pada pasien HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan metode kuantitatif dan kualitatif melalui pengambilan data dari rekam medis 97 pasien HIV/AIDS yang berobat pada periode Januari - Desember 2017 di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Hasil: Mayoritas pasien adalah laki-laki (80,4%), usia 26-45 tahun (73,2%), dan belum menikah (55,7%). Faktor risiko penularan HIV paling banyak melalui hubungan seksual (61,9%) dan didominasi oleh lelaki seks dengan lelaki (40,3%). Infeksi oportunistik terbanyak yang dialami pasien adalah tuberkulosis (20,6%). Terapi antiretroviral yang paling banyak digunakan adalah tenofovir + lamivudin/emtrisitabin + efavirenz (50,5%) dengan kesesuaian obat, dosis, pasien dan indikasi dengan pedoman nasional adalah 100% serta terdapat 12,4% potensi interaksi antiretroviral dengan obat lain yang memiliki efek samping merugikan. Simpulan: Pemberian terapi antiretroviral terbanyak menggunakan kombinasi IV dengan kesesuaian obat, dosis, pasien, dan indikasi yang sesuai pedoman nasional. Terdapat sejumlah kecil pemberian kombinasi obat yang memiliki efek samping merugikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1169</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1169</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1169/1055</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Yuli Syafirah, Rahmatini Rahmatini, Elizabeth Bahar</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1170</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Mixed Connective Tissue Disease</dc:title>
	<dc:creator>Alpino, M</dc:creator>
	<dc:creator>Raveinal, Raveinal</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakMixed Connective Tissue Disease (MCTD) adalah penyakit yang gejala klinisnya tumpang tindih antara Lupus Eritematosus Sistemik (LES), Skleroderma, dan Polimiositis. Tidak ada obat khusus untuk MCTD. Rekomendasi untuk pengelolaan didasarkan pada perawatan konvensional untuk LES, polimyositis, RA dan skleroderma. Dilaporkan pasien wanita berusia 33 tahun, dirawat di Penyakit Dalam RSUP Dr M Djamil Padang dengan keluhan utama tangan dan kaki semakin kaku sejak 1 bulan yang lalu. Rambut rontok dan pada kulit terdapat Indurasi, skuama coklat kehitaman, hiperpigmentasi kedua tungkai dan wajah serta teleangiektasis. Laboratorium didapatkan albumin 1,8 mg/dl, ureum 60 mg/dl, kreatinin 1,3 mg/dl. Urinalisis: protein +++. Analisis cairan asites kesan transudat, rontgen thoraks dengan kesan fibrosis paru dan rontgen manus tampak kontraktur dari phalang media dan proximal. USG Ginjal kesan sesuai dengan gambaran akut di kedua ginjal. Pemeriksaan ANA Profil (RNP/Sm +, Sm +, Ro-52 Recombinant ++, Scl-70 +++, dsDNA +, Nucleosomes +, Ribosomal-P-Protein +++ ), ANA IF Positif Titer 1&amp;gt;1000. Biopsi kulit kesan skleroderma. Pasien didiagnosis dengan MCTD &amp;amp; Nefritis Lupus. Pasien diterapi methotrexate (MTX), kortikosteroid, dihydropyridine-type calcium antagonist dan dorner, teknik rehabilitasi seperti stretching dan peningkatan gerak yang berpengaruh terhadap kesembuhan dari sklerosis sistemik.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1170</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1170</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1170/1056</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Alpino M, Raveinal Raveinal</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1171</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbedaan Rerata Kepadatan Populasi Aedes spp Sebelum dan Sesudah Penggunaan Ovitrap di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang</dc:title>
	<dc:creator>Utami Asri, Mutiara Suci</dc:creator>
	<dc:creator>Nofita, Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Irawati, Lili</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kepadatan populasi nyamuk di suatu lingkungan menggambarkan potensi penularan DBD. Upaya dalam pengendalian DBD berfokus kepada pengendalian vektor. WHO merekomendasikan penggunaan ovitrap sebagai upaya pengendalian vektor guna mengurangi kepadatan populasi Aedes spp. Tujuan: Mengetahui perbedaan rerata kepadatan populasi larva Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik dengan metode cross-sectional. Penelitian dilakukan di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Kota Padang dengan melakukan survei ke rumah warga di lokasi terpilih. Subjek penelitian ini adalah 100 rumah yang dipilih secara acak dari 5 RW terpilih berdasarkan data kasus DBD, 1 RW dipilih sebanyak 20 rumah dan dipasang 2 ovitrap (dalam dan luar rumah). Analisis data dilakukan menggunakan uji dependent t-test/ paired sample t-test. Hasil: terdapat perbedaan rerata yang signifikan pada kepadatan populasi Aedes spp sebelum dan sesudah penggunaan ovitrap untuk indikator HI, BI, dan DF dengan nilai p berturut- turut yaitu p=0.028, p=0.026, dan p=0.013 (p&amp;lt;0.05). Simpulan: Ovitrap dapat digunakan oleh masyarakat dalam upaya pengendalian vektor sederhana. Ovitrap mampu menurunkan kepadatan populasi Aedes spp dan risiko penularan DBD.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1171</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1171</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1171/1057</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Mutiara Suci Utami Asri, Eka Nofita, Lili Irawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1172</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penggunaan Ventilasi Mekanik pada Gagal Jantung Akut</dc:title>
	<dc:creator>Puspita, Dian</dc:creator>
	<dc:creator>Fadil, Muhammad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakGagal jantung akut merupakan terminologi yang digunakan untuk mendeskripsikan perubahan yang cepat atau perburukan dari tanda dan gejala gagal jantung. Kondisi ini mengancam kehidupan dan harus ditangani dengan segera. Dilaporkan kasus edema paru akut ec hipertensi emergensi. Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis sesak nafas yang dirasakan tiba-tiba, orthopnea, respiratory distress berat, takipnue, saturasi O2 perifer &amp;lt; 90%, ronkhi basah halus pada seluruh lapang paru. Penanganan yang diberikan adalah pemberian obat vasodilator untuk menurunkan afterload dan pemberian bantuan ventilator untuk mengatasi respiratory distress. Gagal jantung akut merupakan penyebab umum kegagalan pernapasan akut dan sering memerlukan bantuan ventilator. Ventilator noninvasif tekanan positif (CPAP, BiPAP) harus dipertimbangkan pada pasien dengan gangguan pernapasan (frekuensi pernapasan &amp;gt; 25 napas / menit, SpO2 &amp;lt;90%) dan mulai sesegera mungkin diberikan untuk mengurangi gangguan pernapasan dan mengurangi kejadian intubasi endotrakeal. Jika terjadi kegagalan pernapasan, yang menyebabkan hipoksemia, hypercapnia dan dalam penggunaan ventilator non-invasif maka intubasi endotrakeal dianjurkan.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1172</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1172</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1172/1058</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dian Puspita, Muhammad Fadil</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1173</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata lin) Terhadap Viabilitas Cell Line Kanker Payudara T47D Secara In Vitro</dc:title>
	<dc:creator>Pertiwi, Wiwi</dc:creator>
	<dc:creator>Arisanty, Dessy</dc:creator>
	<dc:creator>Linosefa, Linosefa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kanker payudara merupakan kanker terbanyak di Indonesia dengan angka mortalitas yang tinggi. Kandungan acetogenin, alkaloid, tannin, dan flavonoid pada daun sirsak dipercaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak daun sirsak terhadap viabilitas cell line kanker payudara T47D secara in vitro. Metode: Ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode MTT menggunakan cell line T47D yang dibagi menjadi 8 kelompok perlakuan konsentrasi ekstrak daun sirsak dan tiga variasi masa inkubasi serta pengulangan sebanyak empat kali. Pemeriksaan dibaca menggunakan xMark microplate reader dan selanjutnya ditentukan konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% viabilitas sel. Hasil: Ada penurunan viabilitas sel seiring dengan peningkatan konsentrasi yang diberikan pada ketiga masa inkubasi. Konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% viabilitas sel pada masa inkubasi 24 jam 569,8Î¼g/ml, 48 jam 431,6 Î¼g/ml, dan 72 jam 94,26 Î¼g/ml. Simpulan: Ekstrak daun sirsak berpengaruh terhadap viabilitas cell line kanker payudara T47D dan dapat menghambat 50% viabilitas sel pada konsentrasi 94,26 Î¼g/ml pada masa inkubasi 72 jam yang berpotensi sebagai antikanker.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1173</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1173</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1173/1059</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Wiwi Pertiwi, Dessy Arisanty, Linosefa Linosefa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1174</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Trombosis Berulang pada Pasien dengan Polisitemia Vera dan Penyakit Ginjal Kronis</dc:title>
	<dc:creator>Firdaus, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Wahid, Irza</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakPolisitemia vera adalah kelainan mieloproliferatif dimana terjadi abnormalitas klonal yang melibatkan sel progenitor hematopoietik multipoten sehingga sel darah merah normal, granulosit dan trombosit berakumulasi tanpa adanya stimulus fisiologis.Dilaporkan seorang wanita berusia limapuluh delapan tahun dengan keluhan utama kelemahan anggota badan kanan sejak tiga hari sebelum masuk rumah sakit. Bicara pelo, mulut miring ke kanan. Riwayat wajah sering berwarna kemerahan dan telinga berdenging. Terdapat riwayat trombosis berupa bengkak merah, hangat dan nyeri di tungkai kanan satu bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik mendapatkan plethora, deviasi lidah ke kanan dan penurunan kekuatan motorik ekstremitas kanan. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit dan trombosit. Tidak ditemukan hipoksemia, ureum dan kreatinin meningkat dengan tingkat klirens kreatinin menurun dan didapatkan adanya proteinuria pada urinalisis. Pemeriksaan CT-scan otak mendapatkan kesan infark serebri multipel dan atrofi otak. Sonogram kedua ginjal sesuai gambaran penyakit ginjal kronis. Terapi yang seharusnya juga diberikan pada pasien ini adalah dengan hydroxyurea namun terdapat penyulit yaitu penyakit ginjal kronis yang dialami pasien sehingga terapi yang dilakukan pada pasien adalah flebotomi berkala dengan target hematokrit dibawah empat puluh lima persen.Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1174</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1174</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1174/1060</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Muhammad Firdaus, Irza Wahid</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1175</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Duwet (Syzigium cumini) Terhadap Gambaran Histologi Ginjal Tikus (Rattus novergicus) yang Diintoksikasi dengan Timbal Asetat</dc:title>
	<dc:creator>Rahman, Fathur</dc:creator>
	<dc:creator>Oktomalioputri, Biomechy</dc:creator>
	<dc:creator>Irramah, Miftah Irramah</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Timbal adalah logam berat yang bersifat racun bagi lingkungan dan tubuh manusia. Logam berat ini dieliminasi oleh ginjal sebagai urin, sehingga jika terjadi paparan timbal yang lama maka dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal. Daun duwet mengandung antioksidan seperti flavonoid, myricetin, quercetin, isoquercetin yang dapat menghambat dan memperlambat radikal bebas. tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun duwet terhadap gambaran histologi ginjal tikus yang diintoksikasi timbal asetat. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan randomized post test only control group menggunakan 15 ekor tikus yang telah dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K-) yang hanya diberikan pakan standar, kelompok kontrol positif (K+) yang diberikan pakan standar serta diberi timbal asetat 40 mg/kgBB secara oral, terakhir kelompok perlakuan (P1) yang diberikan pakan standar, dipaparkan timbal asetat 40 mg/kgBB, dan ekstrak daun duwet dosis 150 mg/kgBB. Penelitian dilaksanakan selama 28 hari, kemudian pada hari ke-29 tikus dimatikan kemudian diambil ginjalnya untuk dibuat menjadi preparat dan dibaca menggunakan skor Barthel Manja. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol positif (K+) dengan kelompok yang diberikan perlakuan (P1), secara statistik didapatkan nilai p &amp;lt; 0,05. Simpulan: Terdapatnya pengaruh pemberian ekstrak daun duwet terhadap gambaran histologi ginjal tikus yang diintoksikasi timbal asetat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1175</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1175</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1175/1061</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Fathur Rahman, Biomechy Oktomalioputri, Miftah Irramah Irramah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1176</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Recurrent Glioblastoma Multiforme</dc:title>
	<dc:creator>Bestari, Reno</dc:creator>
	<dc:creator>Indra, Syarif</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Glioblastoma multiforme (GBM) merupakan jenis tumor ganas terbanyak pada otak dengan tingkat rekurensi tinggi mencapai 90%. Penyebab pasti belum diketahui, namun insiden meningkat dengan adanya riwayat glioma dalam keluarga. Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan histopatologi sel tumor yang ditandai dengan adanya aktivitas mitosis yang tinggi, proliferasi mikrovaskular dan nekrosis. Penatalaksanaan Glioblastoma multiforme melibatkan multidisiplin ilmu, yaitu neuroonkologi, neuropatologi, bedah saraf dan radiasi-onkologi. Penatalaksanaan pasien recurrent GBM yang unresectable adalah dengan kemoterapi sistemik (Temozolomid), radioterapi ulang atau bisa hanya dengan terapi paliatif. Dari beberapa penelitian didapatkan apabila pasien mendapat terapi yang agresif, maka diperkirakan dapat bertahan 14-24 bulan, namun apabila pasien tidak mendapat terapi, maka kemungkinan hanya bertahan selama 4 bulan karena memang prognosis tumor glioma ini sangat buruk.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1176</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1176</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1176/1062</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Reno Bestari, Syarif Indra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1178</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Astrositoma Medula Spinalis Torakalis pada Usia Remaja: Suatu Kasus Jarang</dc:title>
	<dc:creator>Khair, Umul</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Restu</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tumor ekstramedula intradural merupakan kasus yang jarang. Gambaran klinis sangat bervariasi, mulai dari gejala ringan dan tidak spesifik hingga komplikasi neurologis yang berat. Dilaporkan seorang pasien laki-laki umur 14 tahun dengan keluhan lemah kedua tungkai sejak 5 hari sebelum masuk RS. Awalnya pasien merasakan tungkai kanan terasa lemah sehingga pasien berjalan dengan menyeret. Kelemahan bertambah berat sehingga pasien hanya bisa berbaring di tempat tidur. Nyeri di punggung setinggi puting susu sejak 1 minggu sebelum masuk RS, nyeri dirasakan seperti terikat, nyeri kadang dirasakan hilang timbul. Keluhan juga diikuti rasa kebas yang dirasakan setinggi puting susu kebawah. Tidak ada keluhan buang air besar dan buang air kecil. Sensasi nyeri, suhu raba berkurang setinggi dermatom torakal IV kebawah. Hasil MRI didapatkan suatu gambaran kista. Tindakan operasi dilakukan pada pasien dengan ektirpasi kista dengan hasil biopsi pilositic astrocitoma (WHO grade 1) dan pasien dianjurkan untuk radioterapi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1178</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1178</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1178/1064</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Umul Khair, Restu Susanti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1180</identifier>
				<datestamp>2020-11-20T04:33:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">DYKE DAVIDOFF MASSON SYNDROME (DDMS)-A rare case</dc:title>
	<dc:creator>Faiza, Yaumi</dc:creator>
	<dc:creator>Indra, Syarif</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">AbstrakDyke Davidoff Mason Syndrome (DDMS) merupakan suatu kasus jarang yang memperlihatkan adanya atrofi pada satu hemisfer serebral (hemiatrofi). Sindrom ini terjadi karena gangguan perkembangan otak pada periode fetal atau periode awal kehidupan. Gejala klinis bervariasi pada setiap individu, dipengaruhi oleh seberapa luas kerusakan otak yang terlibat. Gejala klinis yang paling sering terjadi adalah kejang berulang, wajah asimetris, hemiparese kontralateral, retardasi mental, gangguan belajar, gangguan bicara dan bahasa. Gangguan sensorik dan gejala psikiatri seperti skizofrenia dapat terjadi, namun jarang dilaporkan. Gambaran radiologi berupa hemiatrofi serebral. Dilaporkan seorang laki-laki berumur 17 tahun dating dengan status epileptikus, hemiparese sinistra, parese nervus VII dan XII sinistra tipe sentral, gangguan tumbuh kembang, dan gangguan belajar. Pada pemeriksaan MRI otak ditemukan gambaran hemiatrofi serebri dekstra dan gliosis serta porencephalic cyst besar di kanan posterior yang mendukung kearah diagnosis Dyke Davidoff Mason Syndrome (DDMS).Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-01-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1180</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1180</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1180/1066</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Yaumi Faiza, Syarif Indra</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1182</identifier>
				<datestamp>2025-05-01T08:29:05Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Dosis Radiasi Pekerja dan Pasien Pada Prosedur Intervensi Di RSUP Dr. M. Djamil, Padang</dc:title>
	<dc:creator>Hiswara, Eri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Aplikasi radiasi di bidang medik merupakan penyumbang terbesar dari paparan radiasi yang diterima oleh populasi dunia. Tujuan: Mengetahui tingkat dosis radiasi yang diterima pekerja dan pasien pada saat dilakukan tindakan intervensi yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil, Padang. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai Maret 2018 dengan mengukur dosis pekerja menggunakan dosimeter termoluminesensi (TLD) dalam bentuk chip, dan merekam kerma dan KAP (kerma-area product) pasien yang ditampilkan pada layar monitor pesawat sinar-X. Hasil: Perawat yang terlibat dalam tindakan PAC menerima dosis efektif, dosis tiroid dan dosis ovarium tertinggi sebesar masing-masing 0,1043 mSv, 0,1141 mSv dan 0,1040 mSv, sementara dosis lensa mata tertinggi sebesar 0,3020 mSV diterima perawat dalam tindakan pemasangan pacu jantung, dan dosis ekstremitas jari tertinggi sebesar 0,3964 mSv diterima dokter yang melakukan tindakan angio dan PTCA elektif. Untuk pasien, kerma tertinggi sebesar 3053 mGy dan KAP tertinggi sebesar 16443 cGy cm2 diterima oleh pasien yang menjalani tindakan PAC diikuti PTCA. Simpulan: Dosis radiasi tertinggi yang diterima pekerja radiasi menyiratkan bahwa tidak hanya dokter namun perawat juga dapat menerima dosis radiasi tertinggi, sedangkan pasien diduga menerima risiko efek deterministik dan efek stokastik terbesar saat menjalani tindakan PAC diikuti PTCA.Kata kunci: dosis pasien, dosis pekerja, tindakan intervensi, paparan medikÂ </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1182</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1182</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 39 - 47</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1182/2098</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Jurnal Kesehatan Andalas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1190</identifier>
				<datestamp>2025-03-19T23:57:51Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tumor Testis Methachronous Bilateral Dengan Histopathology Berbeda</dc:title>
	<dc:creator>Zirti, Siska Rama</dc:creator>
	<dc:creator>Myh, Etriyel</dc:creator>
	<dc:creator>Yunir, Peri Eriad</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kanker testis adalah keganasan padat paling umum pada pria antara usia 15 hingga 35 tahun dan insidensinya telah meningkat secara signifikan selama dua dekade terakhir. Tumor sel germinal adalah jenis kanker testis yang paling umum terjadi. Namun, tumor testis kurang umum di Asia dibandingkan dengan negara-negara barat, kejadiannya sangat rendah yaitu 0,4 per 100.000 populasi. Mereka selanjutnya diklasifikasikan sebagai seminoma dan non-seminoma. 40% dari semua tumor sel germinal adalah seminoma. Pasien dengan kanker testis unilateral adalah 500 - 1.000 kali lebih mungkin untuk mengembangkan karsinoma testis di testis kontralateral. Tumor sel germinal testis bilateral adalah entitas yang sangat langka, dan insidensinya berkisar dari 1% hingga 5% seperti yang diterbitkan sebelumnya dalam seri besar. Mereka terjadi secara metakron pada 80- 85% kasus dan serempak pada 15-20% kasus. Kami menyajikan kasus tumor testis methachronous bilateral dengan histopatologi yang berbeda pada pria berusia 29 tahun dengan hasil hystopatologycal adalah skrotum seminoma kiri, dan skrotum kanan adalah tumor kantung kuning telur. Kata kunci: Tumor testis, tumor testis methacronous bilateral, histologi berbeda</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1190</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1S.1190</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1S</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1190/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1192</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:26:46Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Laktat, Albumin dan Rasio Laktat Albumin Sebagai Prediktor Luaran Pada Pasien Sepsis dan Syok Septik di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar</dc:title>
	<dc:creator>Rahajeng, Eko Putri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Syok septik adalah bagian dari sepsis yang ditandai adanya perubahan sirkulatorik, seluler dan metabolik. Kadar laktat dan albumin serum terbukti berpengaruh terhadap perjalanan sepsis. Tujuan: Menilai laktat, albumin dan rasio laktat albumin sebagai prediktor luaran sepsis dan syok septik. Metode: Penelitian cross-sectional ini menggunakan data rekam medik periode Januari 2017 â€“ April 2019. Uji statistik yang digunakan adalah uji Fisher, uji-t tidak berpasangan, uji Mann-Whitney dan uji korelasi Spearman. Hasil uji signifikan jika p&amp;lt;0,05. Kurva ROC untuk menentukan cut-off dan Kurva Kaplan Meier untuk menggambarkan survival time. Hasil: Analisis kurva ROC, menunjukkan AUC laktat dan rasio laktat albumin dalam memprediksi syok septik (0,636 dan 0,634) dengan cut-off laktat 1,95 mmol/L (sensitivitas 82%, spesifisitas 32%) dan rasio laktat albumin 0,81 (sensitivitas 82%, spesifisitas 39%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara laktat, albumin dan rasio laktat albumin terhadap luaran (p=0,184, p=0,595, p=0,102). Terdapat korelasi negatif dengan kekuatan korelasi lemah antara kadar laktat dan rasio laktat albumin dengan survival time. Simpulan: Laktat dan rasio laktat albumin dapat dijadikan sebagai biomarker untuk memprediksi terjadinya syok septik, namun tidak dapat dijadikan sebagai prediktor luaran pada sepsis dan syok septik.Kata kunci: rasio laktat albumin, sepsis, syok septik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1192</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1192</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 26 - 32</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1192/1072</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Eko Putri Rahajeng</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1203</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:26:46Z</datestamp>
				<setSpec>jka:TP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Respon Imun Terhadap Infeksi Toxoplasma Gondii</dc:title>
	<dc:creator>Rusjdi, Selfi Renita</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Toxoplasma gondii merupakan parasit golongan protozoa intraseluler yang menyebabkan penyakit zoonosis yaitu toksoplasmosis. Gejala toksoplasmosis dapat berlangsung tanpa gejala hingga menimbulkan gangguan neurologis berat bahkan kematian pada individu immunocompromised. Infeksi Toxoplasma gondii Â (T.gondii) dapat terjadi secara kongenital maupun didapat. Respon imun host terhadap infeksi T. gondii dimulai saat parasit masuk ke dalam tubuh dan melakukan invasi intraseluler. Respon imun alamiah ini akan menghasilkan IFN-Î³ dan menginduksi mediator inflamasi yang dapat menghambat multiplikasi T.gondii serta menstimulus terbentuknya respon imun adaptif.Kata kunci: infeksi, respon imun,Toxoplasma gondii</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1203</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1203</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 100 - 107</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1203/1084</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Selfi Renita Rusjdi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1204</identifier>
				<datestamp>2025-05-01T08:28:51Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Toksoplasmosis Okular</dc:title>
	<dc:creator>Ariyeni, Dessy</dc:creator>
	<dc:creator>Helvinda, Weni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh Toksoplasma gondii yang merupakan protozoa obligat intraselular. Â Parasit ini mempunyai tiga bentuk morfologi yang berbeda, yaitu: tachizoites, bradizoites dan ookista. Transmisi parasit ke manusia dapat terjadi dengan cara termakan makanan yang mengandung ookista atau kista jaringan yang terdapat di dalam daging yang dimasak tidak sempurna. Dilaporkan kasus dengan diagnosis toksoplasmosis okular pada lima pasien yang datang ke RSUP Dr. M. Djamil Padang antara Februari sampai Mei 2015. LimaÂ  pasien datang dengan keluhan penglihatan kabur dengan onset yang berbeda-beda. Pada pemeriksaan oftalmologi didapatkan penurunan visus unilateral dan terdapatnya lesi di polus posterior dengan pinggir hiperpigmentasi pada pemeriksaan funduskopi. Semua pasien diberikan terapi trimethoprim/sulfamethoxazoleÂ  selama 6 minggu. Perbaikan visus pada pasien toksoplasmosis okular terjadi setelah pemberian terapi selama 6 minggu dengan terapi trimethoprim/sulfamethoxazole walaupun tidak terlalu signifikan karena ada lesi didaerah makula.Kata kunci: lesi hiperpigmentasi, toksoplasmosis okular, trimethoprim / sulfamethoxazole</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1204</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1204</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 133 - 140</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1204/2083</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dessy Ariyeni, Wenni Helvinda</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1205</identifier>
				<datestamp>2025-05-01T08:28:43Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">injeksi intravitreal triamsinolon pada central retinal vein occlusion</dc:title>
	<dc:creator>Muchlis, Sherly</dc:creator>
	<dc:creator>Helvinda, Weni</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Central Retinal Vein Occlusion (CRVO) adalah suatu gangguan kondisi pembuluh darah retina yang dapat menyebabkan morbiditas okular yang signifikan dengan gambaran klinis oklusi atau trombosis dari vena sentralis retina mengakibatkan statis vena, edem papil, perdarahan pre retina dan perdarahan difus di lapisan serat saraf sertaÂ  cotton wool spotsÂ  yang menghasilkan gambaran fundus the blood and thunder. Penatalaksanaan CRVO adalah mengatasi underlying disease dan gejala sisa dari CRVO yaitu edem makula dan neovaskularisasi (NV). Penatalaksanaan edem makula pada CRVO dapat berupa observasi, terapi kortikosteroid, dan intravitreal anti VEGF. Untuk mengatasi NV okular seperti laser fotokoagulasi, dan terapi medikamentosa. Selain itu terdapat beberapa terapi alternatif CRVO yaitu chorioretinal venous anastomosis, tissue plasminogen activator, vitrektomi dan radial optic neurotomy. Dilaporkan seorang wanita usia 59 tahun dengan CRVO OS (tipe iskemik), moderat NPDR OD dan katarak imatur ODS direncanakan injeksi intravitreal triamsinolon OS 4 mg / 0,1 cc di kamar operasi dalam keadaan steril. Tajam penglihatan mata kiri meningkat menjadi 1/60 pada minggu ke-4 dan minggu ke-8 kontrol dan perbaikan pada fundoskopi mata kiri. CRVO biasanya terjadi unilateral, disertai dengan penurunan penglihatan tanpa rasa sakit. Terapi injeksi intravitreal triamsinolon (IVTA) diberikan untuk mengobati edema makula pada CRVO.Kata kunci: central retinal vein ocussion, oklusi vena, IVTA, trombogenesis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1205</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1205</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 119 - 126</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1205/2079</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Sherly Muchlis, Weni Helvinda</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1218</identifier>
				<datestamp>2025-05-01T08:28:35Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Pengaruh Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Turnover Intention Karyawan dengan Komitmen Organisasi Sebagai variabel Mediasi di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah</dc:title>
	<dc:creator>Rahmadianti, Yori</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Fenomena yang sering kali terjadi adalah kinerja suatu perusahaan yang telah demikian bagus dapat dirusak, baik secara langsung maupun tidak langsung oleh berbagai perilaku karyawan yang sulit dicegah terjadinya. Salah satu bentuk perilaku karyawan tersebut adalah keinginan berpindah (Turnover Intentions) yang berujung pada keputusan karyawan untuk undur diri dari pekerjaannya. Turnover Intention dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan, motivasi kerja dan komitmen organisasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh kepemimpinan, motivasi kerja terhadap turnover intention dengan dimediasi oleh komitmen organisasi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah pada bulan November 2017 sampai Juli 2018. Metode: penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah sampel adalah 208 orang. Teknik pengambilan sampel ialah proportionate stratified random sampling yaitu karyawan tetap dan kontrak. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan teknik analisis SEM berbasis varian yaitu Partial Least Square. Hasil: Ada pengaruh negatif dan signifikan kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap turnover intention dengan dimediasi oleh komitmen organisasi.Simpulan: Kepemimpinan, motivasi kerja dan komitmen organisasi memiliki pengaruh negatif terhadap turnover intention karyawan.Â  Kepemimpinan dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap komitmen organisasi di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah.Kata Kunci: kepemimpinan, motivasi kerja, komitmen organisasi, turnover intention</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1218</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1218</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 18 - 25</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1218/2091</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Yori Rahmadianti yori</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1219</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:26:46Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Peserta Mandiri Dalam Pembayaran Iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Solok</dc:title>
	<dc:creator>Wulandari, Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Syah, Nur Afrainin</dc:creator>
	<dc:creator>Ernawati, Tuty</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kepatuhan peserta mandiri membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Solok belum maksimal. Hal ini terlihat dari jumlah peserta mandiri yang menunggak di Kota Solok yaitu 69% dari peserta mandiri terdaftar. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam pembayaran iuran Program JKN di Kota Solok. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, dengan sampel penelitian adalah peserta mandiri program JKN di Kota Solok yang terpilih secara acak. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Responden dalam penelitian ini adalah 105 orang peserta mandiri yang minimal berusia 17 tahun dan berdomisili di Kota Solok. Hasil: Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,019), pendapatan (p=0,038), persepsi terhadap pelayanan kesehatan (p=0,047) dan persepsi terhadap risiko (p=0,043) dengan kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri program JKN BPJS Kesehatan di Kota Solok. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan, jarak tempuh tempat pembayaran iuran dan jumlah tanggungan terhadap kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri program Â JKN BPJS Kesehatan di Kota Solok. BPJS Kesehatan Cabang Solok harus meningkatkan kuantitas dan kualitas sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang hak dan kewajiban peserta mandiri program JKN.Kata kunci: kepatuhan, Iuran JKN, BPJS KesehatanÂ Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1219</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1219</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 7 - 17</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1219/1071</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Ayu Wulandari, Nur Afrainin Syah, Tuty Ernawati</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1221</identifier>
				<datestamp>2025-03-24T04:26:41Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Analisis Hubungan Sequential Organ Failure Assessment (Sofa) Score Dengan Mortalitas Pasien Sepsis</dc:title>
	<dc:creator>Iskandar, Agustin</dc:creator>
	<dc:creator>Siska, Fran</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sepsis merupakan kondisi disfungsi organ mengancam nyawa yang diakibatkan oleh disregulasi sistem imun pejamu terhadap infeksi dan Sequential Organ Failure Assessment (SOFA) score merupakan suatu skoring untuk menilai kegagalan organ terkait sepsis. Peningkatan SOFA score diasosiasikan dengan outcome pasien yang lebih buruk.Â  Tujuan: Menganalisis korelasi SOFA score dengan mortalitas pada pasien sepsis. Metode: Desain penelitian adalah kohort prospektif yang dilakukan di RSU Dr Saiful Anwar dari Maret 2018 hingga Juni 2019. Kriteria diagnosis sepsis ditegakkan berdasarkan The Third International Consensus Definitions for Sepsis and Septic Shock (Sepsis-3). Perhitungan SOFA score dilakukan dalam 2 hari pertama perawatan pasien sepsis di rumah sakit. Analisis data dilakukan pada p &amp;lt; 0,05. Hasil: Didapatkan 85 pasien sepsis dengan luaran meninggal sebanyak 72,94% sedangkan 28,06% membaik. Terdapat perbedaan bermakna antara SOFA score yang meninggal dan yang hidup (p=0,015). Â SOFA score dipakai untuk memprediksi kematian, didapatkan area under the curve (AUC) 0,74 (p=0,009), dengan cut off point optimum 7. Pada total SOFA score lebih tinggi dari sama dengan 7, didapatkan RR= 3.8, p=0.028. SOFA score merupakan parameter untuk menilai kegagalan organ pada pasien sepsis, dimana total SOFA score yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian. Simpulan: SOFA score pada kelompok yang meninggal lebih tinggi daripada yang sembuh. Pasien sepsis dengan SOFA score lebih besar sama dengan 7 memiliki risiko 3,8 kali lebih besar untuk meninggal.Kata kunci: risiko kematian, sepsis, SOFA score</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1221</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i2.1221</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020; 168 - 173</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1221/2046</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Fran Siska</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1222</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:26:46Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Rasio Leukosit Mean Platelet Volume dengan Skor GRACE sebagai Prediktor Prognosis pada Pasien Sindrom Koroner Akut</dc:title>
	<dc:creator>Ilyan, Theresia</dc:creator>
	<dc:creator>Wulanjani, Herniah Asti</dc:creator>
	<dc:creator>Limijadi, Edward Kurnia Setiawan</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sindrom Koroner Akut (SKA) sebagian besar disebabkan aterosklerosis. Inflamasi kronis berperan dalam pembentukan plak aterosklerosis. Leukosit dan trombosit berperan pada proses inflamasi. Peningkatan leukosit dan Mean Platelet Volume (MPV) (penanda aktivasi trombosit) menjadi prediktor prognosis kurang baik pada SKA. Tujuan: Membuktikan hubungan rasio Leukosit MPV dengan skor GRACE sebagai prediktor prognosis pasien SKA. Metode: Penelitian potong lintang terhadap 51 pasien SKA onset 4-6 jam di RSUP Dr. Kariadi Semarang telah dilakukan selama bulan Maret sampai April 2019. Perhitungan rasio leukosit MPV dari hasil pemeriksaan hematologi pasien pertama kali saat rawat inap dan pengukuran skor GRACE dari rekam medis. Uji analisis dengan korelasi Pearson. Hasil: Uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara rasio Leukosit MPV dengan skor GRACE, didapatkan r=-0,088 dan p=0,538 (p&amp;gt;0,05). Analisis subgrup risiko kematian rendah, sedang, tinggi, didapatkan masing-masing r=0,980 p=0,129; r=0,142 p=0,629; r=-0,112, p=0,527. Terdapat korelasi lemah, dapat diabaikan dan tidak signifikan antara rasio leukosit MPV dan skor GRACE (r=-0,088, p=538) pada pasien SKA dengan onset 4-6 jam. Hal ini mungkin disebabkan pengaruh faktor usia dan beberapa komponen dalam skor GRACE tidak berhubungan dengan inflamasi. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara rasio leukosit MPV dan skor GRACE. Kata kunci: rasio leukosit mean platelet volume, sindrom koroner akut, skor GRACE</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1222</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1222</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 75 - 82</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1222/1080</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Theresia Ilyan, Herniah Asti Wulanjani, Edward Kurnia Setiawan Limijadi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1223</identifier>
				<datestamp>2025-05-01T08:28:24Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbandingan Kadar CD4 dan Total Lymphocyte Count   dengan Kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy pada pasien HIV/AIDS di RSUP Dr.Kariadi Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Rosaria, Iraisa</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tujuan: Membuktikan perbedaan jenis pemberian kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy dengan perubahan kadar CD4 dan Total Lymphocyte Count pada pasien HIV/AIDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Penelitian ini bersifat analitik yang dilakukan dengan rancangan studi potong lintang. Sampel diambil secara total sampling, yaitu seluruh pasien HIV/ AIDS yang berobat di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama 2018 sampai 2019 yang memenuhi kriteria inklusi dan mendapat pengobatan salah satu dari kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy (HAART). Keenam jenis kombinasi HAART tersebut adalah kombinasi I (Efavirens+ Lamivudin+ Tenofovir), II (Evafirenz+ Lamivudin+Zidovudin), III(Nevirapine+ Lamivudin+ Tenofovir), IV (Lamivudine+Zidovudine+Nevirapine), V (Lamivudine+Tenofovir+Rilvipirine), VI (Tenofovir+ Rilvipirine+ Emtricitabine). Data dikumpulkan dari rekam medis pasien dan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Â Dari Â 89 pasien, didapatkan keenam kombinasi HAART tersebut memberikan efikasi yang baik berdasarkan kenaikan jumlah CD4 dan TLC rerata. Ada perbedaan kenaikan CD4 rerata yang bermakna pada pasien HIV/AIDS antara yang mendapat obat HAART kombinasi I (pÂ  = 0,038), II (p = 0,034), IV (pÂ  = 0,001), V (pÂ  = 0,040), VI (pÂ  = 0,006). Pada Total Lymphocyte CountÂ  (TLC) didapatkan perbedaan kenaikan rerata (p&amp;lt; 0,05) padaÂ  semuaÂ  kombinasi HAART. Simpulan: Tidak ada perbedaan jenis pemberian kombinasi Highly Active Antiretroviral Therapy dengan perubahan kadar CD4 dan Total Lymphocyte Count (p&amp;gt; 0,05) pada pasien HIV / AIDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Kata kunci: CD4, highly active antiretroviral therapy, ODHA, total lymphocyte count</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1223</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1223</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 59 - 66</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1223/2105</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 iraisa rosaria</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1224</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:24:34Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengaruh Hormon Androgen terhadap Ekspresi Gen CD52 di Epididimis Mencit (Mus musculus)</dc:title>
	<dc:creator>Permatasari, Silvani</dc:creator>
	<dc:creator>Pujianto, Dwi Ari</dc:creator>
	<dc:creator>Teresa, Astrid</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Androgen has an important role in regulation epididymal sperm maturationÂ  Epididymal sperm maturation is occurs via interactions between sperm and proteins secreted by epididymal genes that are specifically expressed in a region-specific manner. Mice CD52 exhibited expression in all regions in epididymis. However, the regulation of its expression by androgen is needed to be known as a gene candidate that involved in sperm maturation. Objective: This study was aimed to analyze regulation of mice CD52 expression by androgen and a bioinformatics analysis was performed to predict functional domains of CD52. Methods: bioinformatics analysis using Motif Scan. For experiment, mice divided into 5 groups. The groups were control was injected ethanol 0,1 mL/day and others groups wereÂ  3, 5, 10, and 15 day used a androgen receptor antagonist, flutamide that dilute in ethanol at a dose of 50 mg/kg/day. And then quantitative real-time RT-PCR was used to analyse expression of CD52 and itâ€™s normalized to Beta actin. Result: CD52 contained a two potential phosphorylation sites for protein kinase C and casein kinase II, N-myristoylation, and N-glycosylation that showed CD52 is secretory protein and predict itâ€™s attached to sperm membrane. Expression of CD52 was decrease about 93% than control. Conclusion: CD52 expression depend on androgen.Keywords: Â androgen; epididymis; sperm maturation; expression of CD52</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1224</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i2.1224</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020; 182 - 188</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1224/1097</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Silvani Permatasari, Dwi Ari Pujianto, Astrid Teresa</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1225</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:24:33Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengembangan dan Validasi Skor Luaran Disabilitas Pasien Perdarahan Intraserebral di RS Bethesda Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Secoadi, Dessy Ratnasari</dc:creator>
	<dc:creator>Pinzon, Rizaldy Taslim</dc:creator>
	<dc:creator>Pramudita, Esdras Ardi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Perdarahan Intraserebral (PIS) adalah tipe stroke penyumbang morbiditas tertinggi. Pertanyaan tentang prognosis sering muncul dari keluarga maupun tim perawat untuk menetapkan intervensi yang tepat dan memastikan tujuan perawatan. Berdasarkan hal tersebut, perlu dikembangkan model skala yang dapat secara akurat memprediksi PIS sesuai dengan demografik dan keparahan pasien. Tujuan: Mengukur faktor-faktor determinan yang dapat mempengaruhi disabilitas pasien PIS sehingga dapat menentukan luaran disabilitas pasien PIS menggunakan pengembangan skor prediktor. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kohort retrospektif dari stroke registry dan rekam medis pasien perdarahan intraserebral di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Analisis data terdiri dari analisis deskriptif meliputi karakteristik sampel penelitian dan analisis statistik meliputi analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square, multivariat dengan menggunakan uji regresi logistik dan uji validitas menggunakan kurva ROC serta untuk cut-off point menggunakan AUC. Hasil: Terdapat variabel yang berhubungan dengan morbiditas pada pasien perdarahan intraserebral yaitu usia (OR:3.590, 95%CI:1.285-10.028, p:0.015) dan onset (OR:2.253, 95%CI:1.049-4.836, p:0.037). Setiap variabel memiliki skor masing-masing untuk menentukan luaran disabilitas pasien perdarahan intraserebral (AUC:0.655, 95%CI:0.557-0.754, p:0.004). Simpulan: Skor prediktor (usia dan onset) dapat digunakan secara valid untuk meramalkan disabilitas pasien perdarahan intraserebral.Kata kunci: perdarahan intraserebral, skor luaran disabilitas, usia dan onset</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1225</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i2.1225</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020; 141 - 150</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1225/1091</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dessy Ratnasari Secoadi</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1231</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:26:46Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Kadar Albumin dan Kalsium Serum Pasien Sindrom Nefrotik pada Anak</dc:title>
	<dc:creator>yuliana, yuliana</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada keadaan hipoalbuminemia yang terjadi pada sindrom nefrotik, dapat menyebabkan hipokalsemia. Penurunan kalsium ekstrasel menimbulkan efek eksitasi sel saraf dan otot yang berakibat timbul tetani hipokalsemik. Tujuan: Menentukan hubungan kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak. Metode: Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan pendekatan belah lintang terhadap 30 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian adalah pasien sindrom nefrotik pada anak yang berobat/dirawat di RSUP Dr. Kariadi dari Januari sampai Juli 2019. Hasil pemeriksaan albumin dan kalsium diambil dari rekam medis pasien. Uji analisis dilakukan dengan korelasi Spearmanâ€™s. Hasil: Subjek terdiri dari 24 (80%) laki-laki dan 6 (20% ) perempuan, berusia rata-rata 4,27 (Â±2,45) tahun. Hasil rata-rata kadar albumin serum 2,16 (Â±0,79) g/dL dan kalsium serum 2,00 (Â±0,20) mmol/L. Hasil analisis uji korelasi Spearmanâ€™s untuk melihat hubungan kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak menunjukkan (r=0,623) dan (p&amp;lt;0,001). Terdapat korelasi positif antara kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak. Simpulan: Terdapat hubungan positif kuat kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak.Kata kunci: hipoalbuminemia, hipokalsemia. sindrom nefrotik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1231</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1231</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 89 - 93</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1231/1082</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 yuliana yuliana</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1232</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:26:46Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Hubungan Eosinopenia dan Rasio Neutrofil/Limfosit dengan Procalcitonin pada Pasien Sepsis</dc:title>
	<dc:creator>Wardhani, Ajeng Kurnia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Procalcitonin adalah biomarker yang bermanfaat mendiagnosis sepsis, tetapiÂ  mahal dan waktu pemeriksaan lama. Eosinopenia dan rasio neutrofil/limfosit merupakan alternatif yang lebih murah dan cepat, namun efektivitasnya belum diketahui dengan jelas. Tujuan: Menentukan hubungan eosinopenia dan rasio neutrofil/limfosit terhadap procalcitonin pada pasien sepsis. Metode: Penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan belah lintang. Subjek penelitian 43 pasien sepsis yang dirawat di RSUP Dr.Kariadi bulan Desember 2018 sampai Juni 2019, ada 22 pasien wanita dan 21 pria dengan kisaran usia 25â€“84 tahun. Data kadar procalcitonin, jumah eosinofil, neutrophil dan limfosit diambil secara retrospektif dari catatan medis pasien. Pasien dianggap sepsis bila menunjukkan nilai skor SOFA â‰¥2. Hasil: Didapatkan kadar procalcitonin antara 2,19 â€“ 87,29 ng/mL dengan median 13,8 ng/mL, kadar eosinofil antara 0 â€“ 0,01 Ã— 103/ÂµL dengan median 0,01 Ã— 103/ÂµL, serta rasio neutrofil/limfosit antara 7,59 â€“ 68,36 dengan median 19,39. Uji korelasi spearman tidak menemukan hubungan yang bermakna antara kadar procalcitonin dengan kondisi eosinopenia (p = 0,929; r = 0,014) dan rasio neutrofil/limfosit (p = 0,879; r = â€“0,024). Peningkatan kadar procalcitonin â‰¥2 ng/mL, kondisi eosinopenia dengan kadar eosinofil absolut â‰¤0,05 Ã— 103/ÂµL, serta peningkatan rasio neutrofil/limfosit â‰¥5 diperkirakan sebagai biomarker yang bermanfaat untuk menegakkan diagnosis sepsis, namun tidak menemukan adanya hubungan yang bermakna antara berbagai biomarker tersebut. Simpulan: Hasil penelitian ini belum mendukung penggunaan jumlah eosinofil dan rasio neutrofil/limfosit sebagai pengganti procalcitonin untuk membantu menegakkan diagnosis sepsis.Kata kunci: eosinopenia, procalcitonin, rasio neutrofil/limfosit, sepsis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1232</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1232</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 48 - 53</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1232/1075</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 ajeng kurnia wardhani</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1234</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:24:34Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Karakteristik dan Tingkat Akurasi Diagnosis Klinis Terhadap Hasil Histopatologi Tumor Orbita di RS Mata Cicendo Bandung</dc:title>
	<dc:creator>Janah, Raudatul</dc:creator>
	<dc:creator>Mardianty, Friska</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tumor orbita adalah tumor yang terletak di rongga orbita sebagian merusak jaringan lunak mata, saraf mata dan kelenjar air mata. Neoplasma pada mata ini merupakan masalah yang besar, yaitu kehilangan tajam penglihatan serta mengakibatkan kecacatan baik kosmetik maupun kematian. Tujuan: mengetahui karakteristik pasien tumor orbita dan keakuratan diagnosis klinis terhadap diagnosis histopatologi tumor orbita di RS mata Cicendo bandung periode tahun 2017-2018. Metode: Penelitian ini merupakan Â studi cross sectional. Â Teknik penambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan teknik total sampling yaitu mengambil seluruh populasi menjadi sampel.. Data dikumpulkan secara retrospektif berdasarkan catatan medis berupa umur, jenis kelamin, mata yang terlibat, lokasi tumor, tindakan, diagnosis klinis, hasil pemeriksaan patologi tumor dan keakuratan diagnosis klinis diungkapkan sebagai data frekuensi. Penelitian ini menggunakan ujiÂ  Chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi-square didapatkan p = 0,001 (p&amp;lt; 0,05), berarti terdapat hubungan yang signifikan antara diagnosis klinis dengan hasil histopatologis. Simpulan: Semakin akurat diagnosis klinis maka penentuan hasil histopatologisnya tumor orbita di RS mata Cicendo bandung semakin tepat dan akurat.Kata kunci: diagnosis klinis, histopatologi, tumor orbita</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1234</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i2.1234</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020; 151 - 156</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1234/1092</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 raudatul janah</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1236</identifier>
				<datestamp>2025-05-01T08:28:14Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Korelasi  nilai mean platelet volume dengan derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik</dc:title>
	<dc:creator>Yuza, Sri Wayati</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Biopsi hati merupakan baku emas penentuan derajat fibrosis hati, tetapi bersifat invasif. Metode non invasif yang dikembangkan saat ini untuk mengetahui derajat fibrosis hati adalah fibroscan, tetapi tidak tersedia di semua fasilitas kesehatan. Nilai Mean Platelet Volume (MPV) yang terdapat dalam pemeriksaan darah rutin dapat dijadikan penanda keparahan fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik. Tujuan:Â  Menilai korelasi nilai MPV dan derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik. Metode: Penelitian ini adalah suatu penelitian analitik dengan rancangan potong lintang terhadap 25 orang pasien hepatitis B kronik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pasien melakukan pemeriksaan darah rutin dan fibroscan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada bulan April sampai Agustus 2019. Pemeriksaan nilai MPV menggunakan alat analisis hematologi otomatis metode impedensi. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Penelitian dilakukan pada 25 orang pasien hepatitis B kronik, terdiri dari 13 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Hasil: Rerata umur adalah 44 Â±11,3 tahun. Rerata nilai MPV adalah 9,9 Â±0,94 fL. Rerata derajat fibrosis hati adalah 14 Â±9,6 kPa (F4). Uji korelasi Pearson menunjukkan korelasi positif lemah antara nilai MPV dan derajat fibrosis hati (r = 0,28) tetapi tidak bermakna secara statistik (p = 0,18). Simpulan: Terdapat korelasi positif lemah antara nilai MPV dengan derajat fibrosis hati pada pasien hepatitis B kronik.Kata kunci: derajat fibrosis hati, hepatitis B kronik, mean platelet volume</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1236</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1236</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 33 - 38</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1236/2093</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 sri wayati yuza</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1237</identifier>
				<datestamp>2025-05-01T08:28:05Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Perbedaan Kadar Natrium pada Packed Red Cell Berdasarkan Lama Penyimpanan di Bank Darah RSUP Dr. M. Djamil Padang</dc:title>
	<dc:creator>Ashan, Hesty Rhauda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Packed Red Cell (PRC) adalah komponen darah yang didapat setelah sebagian besar plasma dipisahkan dari Whole Blood (WB) dan memiliki nilai hematokrit sekitar 80%. Packed red cell disimpan pada suhu 2-6Â°C selama 21â€“42 hari tergantung larutan antikoagulan-pengawet yang digunakan. Pompa Na+/K+ATPase menjadi inaktif pada suhu 4Â°C menyebabkan natrium masuk ke dalam sel dan kalium keluar dari sel. Proses ini terjadi perlahan dan terus menerus sehingga kadar natrium pada plasma PRC menurun sesuai dengan bertambahnya waktu penyimpanan. Tujuan: Menentukan perbedaan kadar natrium PRC antara penyimpanan â‰¤14 hari dan &amp;gt;14 hari di bank darah RSUP Dr.M.Djamil Padang. Metode: Penelitian ini adalah suatu penelitian analitik dengan rancangan potong lintang, dimulai dari bulan September 2016 sampai Oktober 2018. Kadar natrium diperiksa dengan electrolyte analyzer. Analisis data menggunakan uji-t, bermakna bila p&amp;lt;0,05. Hasil: Rerata kadar natrium pada penyimpanan â‰¤14 hari adalah 150,5 (2,9)Â  mmoL/L dan 143,3 (4,3) mmoL/L pada penyimpanan &amp;gt;14 hari. Terdapat perbedaan bermakna rerata kadar natrium PRC berdasarkan lama penyimpanan (p= 0,0001). Simpulan: Terdapat perbedaan kadar natrium PRC pada lama penyimpanan â‰¤14 hari dan &amp;gt;14 hari.Kata kunci: lama penyimpanan, jejas penyimpanan, natrium, packed red cell</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1237</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1237</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 54 - 58</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1237/2100</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Hesty Rhauda Ashan</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1247</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:26:46Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengetahuan Kader Terhadap Infeksi Cacing Usus di Kelurahan Korong Gadang Kecamatan Kuranji Padang</dc:title>
	<dc:creator>harminarti, nora</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kader posyandu dalam pelaksanaan program memegang peranan penting untuk menggerakkan keaktifan ibu dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak. Masalah penelitian adalah bagaimana pengetahuan kader tentang infeksi cacing usus. Tujuan: Mengetahui pengetahuan kader tentang infeksi cacing usus di kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Padang. Metode: Deskriptif observational dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah kader posyandu aktif yang ada di wilayah kerja kelurahan Korong Gadang, Kecamtan Kuranji, Padang. Total sampling digunakan untuk mendapatkan sampel sebanyak 70 responden. Hasil: Nilai pre-test mengalami peningkatan dari 70% menjadi 90% setelah post-test. Pengetahuan terbukti berpengaruh terhadap peran kader dalam melaksanakan tugas masyarakat. Simpulan: Pengetahuan kader setelah post-test lebih baik dari pre-test.Kata kunci: infeksi cacing usus, kader, pengetahuan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1247</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1247</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 71 - 74</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1247/1079</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 nora harminarti</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1250</identifier>
				<datestamp>2025-03-24T04:41:28Z</datestamp>
				<setSpec>jka:AP</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Uji Potensi Ekstrak Daun Putri Malu (Mimosa pudica Linn) yang Tumbuh di Padang sebagai Larvasida Nabati terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes aegypti</dc:title>
	<dc:creator>Khalish, Vannisa Al</dc:creator>
	<dc:creator>Harminarti, Nora</dc:creator>
	<dc:creator>Katar, Yusticia</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue melalui vektor penular utama yaitu nyamuk betina Aedes aegypti. Salah satu upaya pemberantasan vektor penular tersebut adalah larvasida sintetik, namun dapat menyebabkan resistensi vektor dan pencemaran lingkungan. Ekstrak daun putri malu dapat dijadikan alternatif sebagai larvasida nabati. Tujuan: Menentukan pengaruh pemberian ekstrak daun putri malu (Mimosa pudica Linn.) yang tumbuh di Padang terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes aegypti. Metode: Penelitian ini adalah studi eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari delapan perlakuan dan satu kontrol dengan 4x pengulangan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium Parasitologi Universitas Andalas. Sampel terdiri dari 720 ekor larva Aedes aegypti instar III/IV. Setiap kelompok uji berisi 20 ekor larva dalam 200 ml larutan (ekstrak + akuades) dengan serial konsentrasi ekstrak 1, 2, 3, 4, 5, 10, 12,5, dan 15 mg/ml. Jumlah kematian larva dicatat setelah 24 jam pemaparan ekstrak. Hasil: Ekstrak daun putri malu yang dengan konsentrasi ekstrak 1, 2, 3, 4, dan 5 mg/ml tidak efektif sebagai larvasida, sedangkan konsentrasi 10, 12,5 dan 15 mg/ml efektif sebagai larvasida dengan persentase kematian masing-masing adalah 12,5, 30, dan 60%. Nilai LC50 ekstrak daun putri malu adalah 14,568 mg/ml. Simpulan: Ekstrak daun putri malu yang tumbuh di Padang berpotensi sebagai larvasida Aedes aegypti.Kata kunci: Aedes aegypti, larvasida nabati, Mimosa pudica Linn</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2025-03-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1250</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i2.1250</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020; 195 - 202</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1250/2054</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Nora Harminarti</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1256</identifier>
				<datestamp>2022-08-13T22:26:46Z</datestamp>
				<setSpec>jka:LK</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Metastase Giant Cell Tumour of Bone ke Paru</dc:title>
	<dc:creator>Gestin, Dutia</dc:creator>
	<dc:creator>Asri, Aswiyanti</dc:creator>
	<dc:creator>Novianti, Hera</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Giant-cell tumor of bone (GCT) merupakan tumor tulang primer yang biasa terjadi pada dewasa muda usia 20-40 tahun. Giant-cell tumor of bone bersifat jinak tapi sangat destruktif lokal dan memiliki rekurensi yang sangat tinggi. Metastase GTC of bone ke paru sangat jarang, dengan angka kejadian 1-9% dari seluruh kasus. Belum ada penjelasan yang pasti mengenai patogenesis metastasis GCT of bone ke paru. Dilaporkan kasus giant-cell tumor of bone yang metastase ke paru pada perempuan berusia 51 tahun. Hasil diagnosis ditegakkan dari pemeriksaan sitologi pleura yang secara mikroskopik ditemukan adanya sel-sel bulat-oval, monomorf dengan sebaran sel-sel berinti banyak. Sebelumnya pasien mempunyai riwayat GCT yang didiagnosis 3 tahun yang lalu.Kata kunci: giant-cell tumor of bone, metastase, paru</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">Faculty of Medicine, Universitas Andalas</dc:publisher>
	<dc:date>2020-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1256</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25077/jka.v9i1.1256</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Kesehatan Andalas; Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020; 108 - 112</dc:source>
	<dc:source>2615-1138</dc:source>
	<dc:source>2301-7406</dc:source>
	<dc:source>10.25077/jka.v9i1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/1256/1085</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2020 Dutia Gestin</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-06-01T16:52:49Z"
			completeListSize="267"
			cursor="0">23ceddf27da154b34f41669d62bd99ef</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
