PERBEDAAN KADAR MALONDIALDEHID PADA DEWASA MUDA OBES DAN NON–OBES DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v8i2S.954Abstract
Obesitas dapat menyebabkan peningkatan produksi Reactive Oxygen Species (ROS) melalui hiperlipidemia, penurunan sensitivitas insulin, dan berbagai mekanisme lainnya. Peningkatan produksi ROS yang berlangsung terus – menerus dapat menyebabkan stres oksidatif yang dapat menyebabkan kerusakan sel. Stres oksidatif dapat dipantau dengan melihat perubahan kadar Malondialdehyde (MDA). Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kadar MDA pada serum dewasa muda yang obesitas dan non–obesitas. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross–sectional study. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Andalas pada April sampai dengan Mei 2017 dengan menggunakan tes Thiobarbituric Acids Reactive Substances (TBARs). Subjek penelitian adalah 42 Mahasiswa dan Mahasiswi di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok obesitas dan non–obesitas. Analisis data menggunakan uji normlitas Shapiro–Wilk dan uji Mann–Whitney. Penelitian ini mendapatkan rerata kadar MDA pada serum dewasa muda obesitas adalah 5,08±0,76 nmol/ml dan rerata pada non–obesitas adalah 3,51±0,24 nmol/ml. Hal ini menunjukkan subjek obesita memiliki kadar MDA yang lebih tinggi dibandingkan subjek non–obesitas, dan diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara kadar MDA pada obesitas dan non–obesitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar MDA pada dewasa muda obesitas dan non–obesitas.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










