Korelasi Kadar Adiponektin dengan Kadar Glukosa Puasa pada Penyandang Obes
DOI:
https://doi.org/10.25077/jka.v9i3.1340Abstract
Akumulasi lemak tubuh abnormal dan berlebih pada obesitas menyebabkan low grade inflammation sel adiposit yang berkontribusi terhadap penurunan kadar adiponektin. Adiponektin berperan dalam metabolisme glukosa, sehingga kondisi hipoadiponektinemia dapat menyebabkan gangguan metabolisme glukosa. Tujuan: menentukan korelasi kadar adiponektin dengan kadar glukosa puasa pada penyandang obes. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan potong-lintang terhadap 25 orang penyandang obes yang bekerja di Instalasi Laboratorium Sentral RSUP Dr. M. Djamil Padang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan mulai bulan September 2018 sampai September 2019. Kadar adiponektin diperiksa dengan metode Elisa two-step sandwich enzyme immunoassay dan kadar glukosa puasa diperiksa dengan metode heksokinase. Data dianalisis dengan uji korelasi Pearson, bermakna jika p<0,05. Hasil: Subjek penelitian terdiri dari laki-laki 8 orang (32,0%) dan perempuan 17 orang (68,0%). Rerata umur adalah 33,5 (6,0) tahun dengan rentang 23-52 tahun. Rerata indeks massa tubuh adalah 34,0 (3,6) kg/m2. Rerata kadar adiponektin adalah 2,8 (1,5) μg/mL dan rerata kadar glukosa puasa adalah 92,8 (11,4) mg/dL. Uji korelasi Pearson menunjukkan korelasi negatif lemah antara log-adiponektin dengan kadar glukosa puasa dan tidak bermakna secara statistik (r= -0,217, p= 0,298). Simpulan: Tidak terdapat korelasi kadar adiponektin dengan kadar glukosa puasa pada penyandang obes.
Kata kunci: adiponektin, glukosa puasa, inflamasi adiposit, obesitas
Downloads
Published
Versions
- 2025-03-24 (2)
- 2020-11-29 (1)
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Isphandra Bakma Bakma

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Jurnal Kesehatan Andalas right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA 4.0) license that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in Jurnal Kesehatan Andalas.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).










