Hubungan Kadar Albumin dan Kalsium Serum Pasien Sindrom Nefrotik pada Anak

yuliana yuliana

Abstract

Pada keadaan hipoalbuminemia yang terjadi pada sindrom nefrotik, dapat menyebabkan hipokalsemia. Penurunan kalsium ekstrasel menimbulkan efek eksitasi sel saraf dan otot yang berakibat timbul tetani hipokalsemik. Tujuan: Menentukan hubungan kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak. Metode: Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan pendekatan belah lintang terhadap 30 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian adalah pasien sindrom nefrotik pada anak yang berobat/dirawat di RSUP Dr. Kariadi dari Januari sampai Juli 2019. Hasil pemeriksaan albumin dan kalsium diambil dari rekam medis pasien. Uji analisis dilakukan dengan korelasi Spearman’s. Hasil: Subjek terdiri dari 24 (80%) laki-laki dan 6 (20% ) perempuan, berusia rata-rata 4,27 (±2,45) tahun. Hasil rata-rata kadar albumin serum 2,16 (±0,79) g/dL dan kalsium serum 2,00 (±0,20) mmol/L. Hasil analisis uji korelasi Spearman’s untuk melihat hubungan kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak menunjukkan (r=0,623) dan (p<0,001). Terdapat korelasi positif antara kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak. Simpulan: Terdapat hubungan positif kuat kadar albumin dan kalsium serum pasien sindrom nefrotik pada anak.

Kata kunci: hipoalbuminemia, hipokalsemia. sindrom nefrotik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.